KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 73 ' Malam Resepsi'


__ADS_3

Ceklek...


" Key, kamu mau makan apa sayang biar Mami____" Ucapan Mami Laura terputus karena melihat adegan romantis.


" Uppss, Mami ganggu ya.. Mami kira tadi gak ada Arka, Ya udah deh kalo gitu di lanjut aja lagi ya.. Biar Mami cepat punya cucu" Ujar Mami Laura dan kembali keluar dari kamar.


" Huuff" terdengar helaan napas Kesya.


" Pintunya kok bisa gak terkunci?" Tanya Arka.


" Ah, itu tadi Key lupa ngunci nya, pas datang pelayan ngantar makanan. Mas mau teh? Biar Key siapin, mumpung masih panas." Ujar Kesya mengalihkan pandangan Arka yang menatapnya lekat.


Kesya berjalan ke arah meja makan, dan menuangkan teh yang berada di dalam teko, Tiba-tiba lengan kekar milik Arka melingkar di pinggang Kesya, membuat Kesya menahan napasnya.


" M-mas" lirih Kesya saat merasakan Arka mencium lehernya yang terekspos karena Kesya menjepit semua rambutnya di kepala.


" Mau ngikutin saran Mami?, buat kasih cucu untuk beliau" Bisik Arka parau di telinga Kesya.


Kesya berdegik geli merasakan hembusan napas Arka.


" M-Mas, sebentar lagi mau magrib" Ujar Kesya gugup.


Arka tersenyum mendengar suara Kesya yang bergetar, Sanggupkah dia menepati janjinya dengan Kesya, yang menunggu Kesya siap untuk menjadi istri seutuhnya bagi Arka?


Harus banyak sabar, dan sepertinya malam ini Arka harus kembali bermain solo.


" Mas nikmati tehnya dulu ya, Key mau mandi dulu" Ujar Kesya yang saat ini sudah menyiapkan teh di hadapan Arka yang sudah duduk di kursi.


Arka menahan tangan Kesya, " Mau mandi bareng?" Goda Arka.


Dengan wajah yang memerah, Kesya mencubit hidung mancung Arka. " Jangan mulai lagi deh ya". Dan kemudian Kesya berlalu meninggalkan Arka yang sedang menahan hasratnya.


Setelah magrib, Tim MUA dan Tim Designer sudah siap untuk melayani Arka dan Kesya. Arka menggunakan texudo putih, dan celana bahan berwarna senada, menjadikan penampilan Arka sangat tampan dan sempurna.


Bagitu pun dengan Kesya yang menggunakan gaun berwarna putih, dengan taburan berlian di bagian atas bajunya dan sedikit di bagian pinggang, sesuai permintaan Kesya yang tidak ingin terlihat glamor.



Gaun putih yang indah, dan sangat sempurna dengan penampilan Kesya yang sederhana. Ditambah Buket bunga berwarna merah yang melengkapi keanggunan di diri Kesya.



Rambut yang di buat tergerai dan di gerli dan dijepit, serta di bagian rambut yang terurai di hiasi dengan aksesoris kelopak bunga. Yang mana membuat penampilan Kesya semakin sempurna.



Setelah penampilan Kesya yang terlihat sempurna, dan Arka yang terlihat tampan dan berwibawa, Mereka pun di arahkan oleh pihak WO untuk menuju Ballroom hotel yang telah dihias serta di penuhi oleh para tamu undangan.



Kesya dan Arka pun berjalan mengikuti karpet merah yang terbentang. Mereka melewati para tamu undangan yang berdecak kagum, serta memuji kecantikan Kesya dan ketampanan Arka. Bagaikan Putri dan Raja yang sedang bersanding, sungguh serasi dan sangat serasi. Mereka pun terus berjalan menuju pelaminan yang telah di siapkan sedemikian indah, membuat Kesya takjub akan kemewahan yang di suguhkan.


__ADS_1


Kesya juga melihat Cake pengantin yang besar dan sangat indah. Lagi-lagi Arka menyuguhkan kemewahan yang luar biasa kepada Kesya. Cake berbentuk istana, yang terdapat kereta kuda milik Cinderella, dan yang paling menarik adalah, boneka pengantin yang berada di cake tersebut menyerupai wajah Kesya dan Arka.



Semua para tamu undangan yang hadir berdecak kagum dengan dekorasi mewah dan mahal yang menghiasi gedung dalam pernikahan Kesya dan Arka. Tidak sanggup lagi otak cantik Kesya mengira seberapa banyak nominal yang dikeluarkan oleh Arka untuk membuat acara pesta pernikahan yang bagaikan Putri Raja ini. Pantaskah Kesya mendapatkan semua kemewahan ini? Ya tentu pantas, karena Kesya telah memberikan keajaiban cinta kepada Arka. Yang mana hanya Kesya lah yang mampu membuat Arka menjadi lelaki sempurna. Dan hanya Kesya wanita pertama yang mengetuk hati Arka untuk memperjuangkan seorang wanita.


Para tamu undangan pun mulai naik keatas panggung pelaminan, dan memberikan ucapan selamat kepada Kesya dan Arka.


" Waah, bener-bener tajir melintir lakik Lo Key, Souvenir nya aja dari emas putih gini. Buseet" Ujar Gilang sambil menunjukkan gantungan berbentuk sepatu.



Kesya membelalakkan matanya, melihat betapa cantiknya Souvenir tersebut.


" Iih, pasti iri dia tu. Dia yang punya pesta masa ngiri kite dapat ginian" Tambah Puput yang ikut berdiri di samping Gilang.


Arka melihat wajah Kesya yang menatap gantungan tersebut penuh minat.


" Saya sudah buat yang spesial untuk kamu. Emas putih yang bertaburkan berlian termahal" Ujar Arka.


" Yang kayak gini?" Tunjuk Kesya ke arah tangan Gilang yang asik memamerkannya kepada Kesya.


Pasalnya Kesya adalah gadis pemburu Souvenir di setiap acara pesta pernikahan. Entahlah, Kesya merasa sangat unik dan lucu mendapatkan Souvenir di acara pernikahan. Pernah Kesya mendapatkan centong nasi dari kayu, tapi kesya sudah sangat bahagia mendapatkannya. Lumayan kan bisa bermanfaat di dapur, fikir Kesya saat itu.


" Iyaa, saya tau kalo kamu hobinya ngumpulin Souvenir di pernikahan orang. Makanya saya sudah buat satu yang spesial untuk kamu" Ujar Arka.


" Waah, kantong gue gak bakal tipis lagi nich, soalnya yang satu udah kawin dengan orang tajir, dan yang satu lagi nih yang belom. Pastinya cuma dia deh yang merotin gue terus." Ujar Gilang melirik kearah Puput dan Kesya.


" Tenang aja, gue bakal tetap melorotin Lo." Ujar Kesya.


Entah kenapa, Gilang sangat bahagia jika Kesya dan Puput membelanjakan uangnya. Bahkan Gilang tidak seroyal ke Puput dan Kesya saat mengajak mantannya Lusi dulu berbelanja. Paling mahal barang ynag pernah di kasih Gilang ke Lusi seharga satu jutaan. Mungkin dari awal memang dompet Gilang sudah merasa jika Lusi bukan gadis yang tulus sayang ke dirinya, maka dari itu dompetnya merasa punya hati yang kuat untuk tidak membeli barang mewah untuk Lusi.


" Saya masih mampu membelikan barang mewah untuk kamu Kesya" Ujar Arka menatap Gilang sinis.


" Iih Mas, kalo itu ya beda lah. Pokonya ada masanya Key bakal belanja pake duit Gilang. Mas jangan marah ya." Bujuk Kesya.


" Tapi Key__"


" Udah, pokoknya ada masanya Key habisin duit Gilang bersama Puput. Ya kan put" Ujar Kesya meminta pembelaan kepada Puput, dan di angguki oleh Puput dengan antusias.


" Lo ngapain di sini?" Tanya Gilang kepada Fadil yang baru naik ke panggung.


" Mau ikut foto" Ujar Fadil dengan wajah polosnya.


Dan berhubung masih banyak tamu yang mengantri, perdebatan antara Fadil dan Gilang pun berakhir, dan mereka foto bersama pengantin.


Terdengar suara MC yang mengintruksi kan kepada pengantin untuk berdansa. Arka pun mengulurkan tanganya kepada Kesya.


" Mas, Kesya gak bisa dansa" Bisik Kesya.


"Ikuti saja gerakan saya"


Perlahan tangan Kesya pun menyambut tangan Arka. Dengan lembut Arka mengarahkan tangan kiri Kesya ke pundaknya, sedangkan tangan kanannya bertautan dengan tangan kiri Arka. Tangan kanan Arka memegang pinggang ramping Kesya, yang mana membuat tubuh Kesya semakin rapat kepada Arka.

__ADS_1


" Ikuti gerakan saya" Bisik Arka.


Gak tau aja tuh si Arka, jantung Kesya udah berdisko ria. Ada ambulance gak ya di luar hotel, mana tau kan kesya perlu napas buatan. Eh, gak nyambung yaa. hi..hi..hi..


Alunan musik mulai terdengar, Arka pun mulai menggerakkan kaki dan tubuhnya, Kesya perlahan mengikuti gerakan Arka. Mereka berdansa dengan sangat romantis. Vano juga tidak mau kalah, Vano meraih tangan Vina dan membawanya kelantai dansa. Begitu juga dengan para Papi, juga mengajak para Mami bergabung ke lantai dansa. Bara dengan seorang wanita yang saat ini sedang dekat dengannya. Leo dengan tunangannya Anggun. dan Fadil? Tentu saja Fadil tadi sudah mengajak Puput berdansa, namun Gilang menghalanginya dan menarik tangan Puput duluan untuk berdansa. Betapa kesalnya Fadil kepada Gilang.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Kesya sudah merasa pegal kakinya, dan merasa lelah. Tapi melihat masih banyaknya tamu, Kesya mencoba untuk tetap tersenyum.


"Capek?" Bisik Arka.


" Eh, Eng-gak kok " Jawab Kesya gugup.


" Jangan bohong, saya tau kok kalo kamu capek." Ujar Arka. " Kita ke kamar?" Ajak Arka.


Kesya tersenyum kepada Arka, " Key masih mau menikmati pestanya, kita bisa duduk di situ kan. " Ujar Kesya menunjuk bangku yang berada di belakang mereka.


Kesya dan Arka memang belum duduk dari tadi, karna banyaknya tamu yang ingin bersalaman dan berfoto. Arka pun mengikuti saran Kesya untuk duduk. Bahkan saat ada tamu yang ingin bersalaman, tamu tersebut melarang Kesya untuk kembali berdiri. Tamu itu maklum kalo Kesya pasti pegel karena berdiri berjam-jam.


Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam. Arka mengajak Kesya menuju kamarnya.


" Loh, kok bukan di lantai yang tadi?" Uajr Kesya saat melihat Arka menekan angka berbeda dengan lantai di kamar mereka tadi.


" Kita pindah kamar" Ujar Arka menatap Kesya.


Kesya hanya ber O ria, kemudian dia memegang pegangan yang berada di pinggiran lift, Kesya memijit betisnya yang pegal. Arka yang melihat itu langsung saja berinisiatif menggendong Kesya.


Kesya terkejut karena tiba-tiba saja sudah berada di dalam gendongan Arka.


" Mas, turunin Malu kalo di lihat orang" Lirih Kesya.


" Namanya juga pengantin baru" Celetuk Arka membuat wajah Kesya semakin merah.


Arka melangkahkan kakinya saat pintu lift terbuka. Kesya sempat membaca nama kamar yang di tuju oleh Arka.


" President Suite?" Pekik Kesya.


Yang di sambut senyuman termanis Arka. Yang mana menunjukkan lesung pipi Arka yang menggoda.


.


.


.


.


.


Maaf ya lama update nya, ngumpulin gambar soalnya.. he..he..he.


Makasih sudah setia membaca, Jangan lupa dukungannya yaa.


LIKE + VOTE +RATE+ KOMENTARNYA.

__ADS_1


Salam hangat dan sehat selalu..


__ADS_2