
" Key, si Agus beneran gak punya pacar yaa?" tanya puput.
saat ini mereka sedang menikmati es cream di salah satu caffe yang menjual berbagai macam rasa eskrim.
" Masih berhubungan Lo dengan dia??"
Agus adalah salah satu teman seprofesi Kesya di radio. Agus termasuk salah satu penyiar terfavorit selain dirinya.
" Dia masih ngehubungi gue, cuma karena Lo bilang dia tu suka PHPin cewek, jadi gue ya rada malas aja.. takut jadi korban. sekarang aja gue rasa udah jadi korban." ucap Puput dengan raut sedihnya.
" Hmmm, gak usah di ambil hati kali, jalanin aja. yaa kalo dia serius, ya lanjut.. lagian Lo kan masih punya cadangan lainnya."
Puput hanya menyendokkan eskrim kedalam mulutnya dengan perasaan kesal dan gundah.
"Key, Lo gak ke radio gitu??" tanya Puput tiba-tiba
" kenapa??"
" Nak ikut nak ikut " ucap Puput sambil menirukan suara Upin dan ipin.
" Jom lah, tapi jangan nakal tau" ucap Kesya sambil menirukan suara kak Ros.
Sebenarnya Kesya hari ini tidak ada jadwal nyiar, namun Mas Daddy Roy meminta tolong kepadanya untuk membantu membuat agenda acara tujuh bulanan istrinya.
Sesampainya di radio, Kesya disibukkan dengan menyusun agenda tujuh bulanan dengan Roy, sedangkan Puput masih memperhatikan Agus yang tengah On air.
" Key, brarti anak pantinya dari tempat yang biasa kamu kunjungi saja yaa" ucap Roy.
" Iya mas Daddy, ntar saya bilang sama buk Trisno. Jam brapa kira-kira di jemput nanti??" tanya Kesya.
" Mungkin sekitar jam 9 pagi aja ya key" ucap Roy yang mendapatkan anggukan dari Kesya.
Tak terasa waktu sudah menjelang sore. Kesya pun pamit pulang kepada Roy, sedangkan Puput sudah pergi bersama Agus saat Agus selesai siaran.
Tak terasa hari yang di nantikan oleh Roy pun tiba, Kue ulang tahun spesial yang dibuat oleh Kesya, di hari bahagia istrinya yang berulangtahun tepat di hari tujuh bulanan anak kedua mereka. Memperlengkap kebahagian Roy beserta istrinya.
Para tamu undangan yang hadir di kediaman Roy pun sudah mulai berdatangan. Acara siraman tujuh bulanan sudah terlaksana dengan khidmat. Dilanjutkan pengajian dan pembacaan doa dari anak panti asuhan dan ibu-ibu pengajian seputaran komplek perumahan Roy.
Kesya terlihat anggun di mata seseorang, yang saat ini sedang memperhatikannya dari tadi.
__ADS_1
"Pak Arka gak makan??" tanya Beti yang membuyarkan pandangan Arka.
" Eh, iya.. saya belum lapar" ucap Arka dingin.
Beti pun meninggalkan Arka yang terlihat cuek dengan kehadirannya.
" Key, gue balik duluan ya, soalnya gue jam 2 siaran" pamit Beti kepada Kesya yang sedang sibuk melayani anak panti.
" Oke, hati - hati ya di jalan" Kesya pun bercipika cipiki dengan Beti.
" Key, gue lihat pak Arka dari tadi perhatiin Lo terus" bisik Beti dan mengerlipkan matanya sebelah sebelum meninggalkan Kesya.
Kesya hanya menganggap angin lalu ucapan Beti, dan tidak ingin berpandang mata kepada Arka.
Anak pertama Roy memang dekat dengan Kesya, sehingga selalu menempel kepada Kesya, seperti saat ini. Anak kecil berjenis kelamin laki-laki dan berumur 3 tahun ini meminta Kesya untuk menyulanginya makan.
"Rehan, kamu jangan manja gitu dengan kak Kesya, kak Kesya nya kan belum makan juga. sama Papa aja ya makannya" rayu Roy kepada anaknya.
" Gak papa mas Daddy, lagian udah lama juga Key gak jumpa sama Rehan."
Kesya pun melanjutkan aktifitasnya menyulangi Rehan. Sedangkan Arka yang selalu berusaha untuk dekat dengan Kesya, selalu gagal karena Kesya selalu menghindarinya.
Kesya mengajak Rehan dan anak panti asuhan untuk bermain di taman belakang rumah Roy. mereka bermain berlari dan melempar bola, ada yang naik ayunan, ada juga yang lingkar lingkaran sambil bernyanyi. Kesya hanya memperhatikan mereka sambil duduk di sebuah kursi. Tak berapa lama ada seseorang yang ikut duduk di sebelah kesya.
" Bapak ngapain di sini??" tanya Kesya jutek.
" Saya mau liat anak-anak panti bermain" ucap Arka datar.
Kesya hanya mencebikkan bibirnya kesal. Hingga sebuah suara ibu-ibu membuat mereka berdua mengalihkan perhatiannya.
" Ya ampun nak Key, ganteng banget pacarnya. semoga langgeng dan cepat menikah ya.. yukk ibu-ibu kita doain nak Kesya dan pacar gantengnya ini." ucap seorang ibu-ibubyang ternyata orang tua dari Roy.
Dan semua ibu-ibu yang berada disitu pun ikut berdoa dan mengamininnya. Kesya yang sempat ingin protes pun tak jadi, karena tidak ada kesempatannya untuk berbicara. Sedangkan Arka tersenyum lebar mendengar doa ibu-ibu pengajian.
Waktu sudah menunjukkan pukul 3, Anak-anak panti bergantian menyalami tuan rumah, termasuk menyalami Kesya dan Arka yang masih berada di rumah Roy, sedangkan beberapa tamu yang lain sudah banyak yang pulang, tinggal keluarga besar Roy dan beberapa saudara dari istrinya.
Rehan masih betah di gendongan Kesya. Kesya pun mengajak Rehan bermain di halaman depan rumahnya, hingga Rehan benar-benar lelah. Rehan meminta Kesya menggendongnya dan memeluk Kesya serta mencium pipi Kesya berkali kali, membuat Kesya kegelian dan tertawa. kemudian Rehan menyandarkan kepalanya di bahu Kesya dan terlelap tertidur.
Arka yang melihat Kesya di cium oleh Rehan, seperti ada rasa cemburu di hatinya. dan Arka mulai mendekati Kesya dan Cup..
__ADS_1
satu kecupan mendarat di pipi Kesya, yang membuta mata Kesya melotot kearah Arka, jika tidak ada Rehan di dalam gendongannya, bisa di pastikan jika rambut Arka yang rapi itu bakal kusut dan rontok ditangan Kesya.
" Lo bisa aja ngambil kesempatan" ucap Roy yang melihat Arka mencium pipi Kesya.
Arka hanya tersenyum sambil menggaruk tenggukknya yang tidak gatal karena tertangkap basah oleh sahabatnya. sedangkan wajah Kesya sudah merah karena amarah.
" Mas Daddy Roy, Kesya permisi pulang ya" ucap Kesya setelah Rehan berada di gendongan Roy.
setelah pamit dengan keluarga besar Roy, Kesya langsung melajukan motornya. panggilan dari Arka pun tidak dipedulikannya.
"Assalamualaikum" ucap Kesya saat masuk kedalam rumahnya.
" sudah pulang key?" tanya Daddy Roy yang sedang duduk di ruang keluarga yang sedang menikmati kopi sorenya.
Kesya mencium punggung tangan Daddynya.
" iya Daddy, Key langsung ke kamar ya.. Key lelah" ucap Kesya yang diberi anggukan kepada Daddy Roy.
Kesya membersihkan dirinya, dan merebahkan dirinya di kasur. Tak berapa lama Kesya terlelap dalam tidurnya.
Disisi lain, Arka yang juga sudah berada di dalam kamarnya, duduk di kursi yang terletak di balkon kamarnya, masih terbayang dengan wajah Kesya yang tertawa lepas dan ceria. ntah karena apa Arka bisa sampai jatuh hati dengan Kesya. Yang dia tahu saat ini, hatinya hanya berdebar untuk Kesya.
.
.
.
.
.
.
hai readers, dukung author ya..
dengan like, rate, and vote..
biar author ya semakin semangat.
__ADS_1
terima kasih readers.
selamat membaca..