KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 59 ' Gara-gara Gilang'


__ADS_3

Kesya memegang lengan Arka, dan tersenyum lembut. Serta mengisyaratkan matanya untuk melepaskan tangan Gilang.


Dengan berat hati Arka melepaskan tangan Gilang.


" Buseet, tangan gue kebas d buatnya. Awas aja lu kalo Sampek tangan gue gak bisa menari-nari lagi" Gerutu Gilang.


Rasanya Arka ingin menarik kembali kerah baju Gilang, tapi Kesya sudah duluan bersuara.


" Udah, gak usah di ladenin. Lupa minum obat dia nya, makanya rada setereess.." Ucap Kesya.


Setelah melalui perdebatan yang tidak penting, saat ini Kesya dan Gilang sedang membicarakan masalah desain yang di inginkan oleh Kesya. Arka melihat interaksi mereka berdua, tidak ada yang spesial dari pandangan Gilang terhadap Kesya. Tapi entah kenapa dia merasa cemburu dengan kedekatan Kesya dengan Gilang.


Arka memperhatikan Gilang yang sedang menggambar sesuai dengan keinginan Kesya. Sedikit rasa takjub terhadap keahlian Gilang, gambar yang dibuat Gilang terbilang sangat bagus. Dengan cekatan Gilang menggambar sesuai perintah kesya. Bahkan Arsitek kenalannya pun kalah dalam menggambar.


Arka menatap jam di tangannya, sudah pukul 11:48 wib, melihat keseriusan Gilang dan Kesya yang sepertinya masih memakan waktu lama, Arka berinisiatif memesan makanan via online.


Berhubung Kesya sangat suka nasi Padang, jadi Arka berinisiatif untuk memesan 3 bungkus nasi Padang. Beserta air mineral dan minuman segar.


Dugaan Arka ternyata sangat tepat, Sudah hampir 25 menit berlalu, tetapi pembahasan antara Kesya dan Gilang sepertinya belum selesai. Hingga Pengantar makanan online pun tiba, Kesya dan Gilang juga tidak menyadarinya. Sampai Arka menginterupsi mereka agar menunda pembahasan dan mengisi perut mereka dulu.


" Waahh.... Tau aja tunangan Lo Key, kalo gue suka nasi Padang" Ujar Gilang keGe-eran.


" Gue pesan karena Kesya suka nasi Padang."


" Selera kita kan emang sama. Makanya kami bisa di katakan soulmate" Ujar Gilang yang membuat Arka menatapnya tajam.


Kesya hanya memutar bola matanya, karena sudah tau sifat Gilang yang suka mengusilin orang.


Mereka pun makan dengan di temani kicauan Gilang yang tidak henti-hentinya bercerita tentang kekasihnya yang sudah menduakan dirinya.


Arka sempat tercengang melihat sikap Gilang yang tanpa malu menceritakan kisahnya kepada Kesya dengan dirinya yang bisa di katakan tidak terlalu dikenalnya. Bukankah itu hal yang pribadi?


" Jadi Intinya Key, gue gak akan mau ketemu dia lagi. Lo tau kan gue gimana!! Gue bakal setia sampai kapan pun. Dan kalo Lo minta buat gue nunggu janda Lo, gue pun bakal siap" Ucap Gilang yang membuat Arka menatapnya tajam.


" He.. he.. he.. Canda.." Ujar Gilang tanpa dosa.


Arka heran, kenapa Kesya bisa berteman dengan pria yang ada di depannya ini. Dan itu membuat Arka kesal terhadap Gilang.


Setelah makan, Gilang mulai melihat situasi toko Kesya. Dan menjelaskan apa saja yang akan di renovasi olehnya. Gilang juga banyak memberikan saran kepada Kesya. Yang mana menurut Arka, Gilang sangat hebat menjadi seorang arsitek.

__ADS_1


" Jadi, gue pasti dapat discon 80% kan" Ujar Kesya setelah pembahasannya dengan Gilang selesai.


" Buseett, Belanda minta tanah Lo" Ujar Gilang.


" Yaa kapan lagi coba gue ngerasa di traktirin sama Lo" Ujar Kesya.


" Buseett, Tu jam tangan sama tas yang lagi Lo pake, siapa yang beliin? kalo bukan gue." Ujar Gilang.


Arka memfokuskan pandangannya kepada Kesya, terutama kepada jam Kesya. Jam yang di gunakan Kesya memang bukan jam murahan, tapi juga bukan jam yang mahal. Setidaknya jam yang di gunakan Kesya itu berkisar seharga 4jutaan. Dan tas yang di gunakan Kesya juga bekisar seharga 5 jutaan. Arka baru sadar, jika yang di kenakan Kesya adalah barang yang bermerk.


Arka meraih tangan Kesya, dan ingin membuka Jam tangan Kesya.


"Eehh, apaan sih Mas" Ucap Kesya sambil menahan tangan Arka.


" Buka, saya bisa kasih kamu yang lebih mahal dari ini" Ujar Arka yang tidak suka melihat Kesya memakai pemberian dari pria lain.


Kesya berdecak kesal dan memukul tangan Arka. Hingga Arka melepaskan tangannya dari tangan Kesya.


" Jam ini memang yang beliin Gilang, sebelum dia berangkat ke negeri Oppa-oppa. Tapi bukan cuma Kesya doang yang dapat jam ini. Puput juga dapet. Karena kami belinya barengan, dan bukan hanya jam, tas juga sama." jelas Kesya yang langsung menarik tas nya saat tatapan mata Arka beralih kearah tasnya yang terletak di atas meja.


" Bukannya kamu bukan tipe cewek matre?" Tanya Arka.


" Kesya dan Puput adalah cinta pertama saya. Dan apapun yang mereka minta, akan saya belikan. Bahkan jika mereka minta saya menikahi mereka berdua, saya akan sangat senang. Ha.. Ha... Ha.."


Arka sudah ingin mengangkat tangannya, Tapi gerakan Kesya lebih cepat darinya. Kesya sudah menempeleng kepala Gilang.


" Kalo ngomong suka gak di rem." Ujar Kesya.


Arka menatap aneh terhadap Kesya dan Gilang. Dari tatapan Gilang ke Kesya, tidak menyiratkan akan adanya cinta. Tapi kenapa Gilang sangat menyebalkan, membuat dirinya terbakar api cemburu.


Kesya melihat wajah Arka yang terlihat dingin. Dan di sepanjang perjalanan pulang Arka tidak membuka suaranya seperti biasa, yang selalu mencari perhatiannya.


" Mas kenapa? Kok diem aja?" Tanya Kesya


Arka hanya melirik ke arah Kesya. Dan kemudian menepikan mobilnya.


" Sejauh mana hubungan kamu dengan Gilang?" Tanya Arka dingin, tapi terdengar sangat intimidasi di telinga Kesya.


Kesya menelan ludahnya, menarin napas dan membuangnya secara perlahan.

__ADS_1


" Gara-gara Gilang toh." Gumam kesya yang masih di dengar Arka. " Mas mau tanya status hubungan Key dengan Gilang? Atau mencurigai hubungan Key dengan gilang?" Tanya Kesya


Arka menarik napasnya, dan membuangnya kasar.


" Saya mau tau dari awal. bagaimana pertama kali kamu jumpa dengan Gilang, dan bagaimana hubungan kalian?" Tanya Arka.


Kesya kembali menarik napasnya, dan menatap Arka.


' Okey, bukankah menjalin sebuah hubungan yang serius harus ada rasa saling percaya? Dan rasa saling terbuka? Mungkin Arka perlu tau tentang gilang' Batin Kesya.


" Awal kali Key bertemu dengan Gilang itu saat di rumah sakit" ucap Kesya mengawali ceritanya.


Kesya menceritakan awal mereka bertemu. Saat ospek memang Kesya dan Puput serta Dua wanita lain yang bernama Mawar dan Paula, yang memang kecantikannya lebih menonjol dari yang lain. Tapi rasa cuek Kesya membuat kakak Leting mereka yang berjenis kelamin pria itu ingin menaklukan hati Kesya. Sedangkan Kesya sudah memiliki kekasih saat itu. Karena Kesya berbeda dari Puput, Mawar, dan Paula yang merespon setiap godaan dari kakak Letingnya.


Sudah 2 bulan berlalu dari ospek kampus. Tapi Kesya tetap menjadi idola para kakak Letingnya. Hingga salah satu seniornya mereka menyatakan cintanya kepada Kesya saat ada acara di kampus. Bahkan pernyataan cinta tersebut di tonton oleh semua mahasiswa di fakultas tersebut. Dan dengan terang-terangan Kesya menolak perasaan pria yang bernama Faisal tersebut.


Merasa sakit hati, dan di permalukan. Faisal ingin membuat hidup Kesya berantakan. Dengan bantuan Paula yang juga memiki dendam kepada Kesya. Karena dirinya Rian menolak perjodohan mereka yang sudah di rencanakan saat mereka SD. Rencana Paula dan Faisal terdengar oleh Gilang, yang saat itu sedang mengurus surat aktif kuliahnya. Gilang penasaran dengan perempuan yang ingin Faisal celakai, dan saat Gilang tau ternyata orang yang ingin di celakai adalah Kesya, Gilang langsung melindungi Kesya dan menggagalkan rencana Paula dan Faisal. Tidak ada yang berani dengan Gilang, karena Gilang terkenal kebrutalannya jika sudah berani mengusik hidupnya. Dan terang-terangan Gilang mengatakan bahwa Kesya adalah sepupunya. Jadi tidak ada lagi yang berani mendekati Kesya. Bahkan untuk melukainya pun tidak ada yang berani.


Bukan tanpa alasan Gilang melakukan itu, pasalnya ibu Gilang pernah di selamatkan oleh Kesya dan puput. Saat itu terjadi kecelakaan lalu lintas. Ibu Gilang adalah korban tabrak lari. Dan Kesya yang melarikan ibunya ke rumah sakit, di saat orang lain hanya melihat dan merekam kejadian tersebut dengan ponsel mereka. Gilang merasa berhutang Budi kepada Kesya dan Puput yang saat itu membantu ibunya.


Puput yang lebih bersikap Barbar meneriaki dan memaki semua orang yang merekam kejadian tersebut. Sedangkan Kesya memberhentikan taksi dan melarikan ibu Gilang ke rumah sakit.


Jika dalam posisi orang lain, seharusnya Gilang jatuh cinta dengan salah satu dari mereka, tapi yang terjadi malah Gilang merasa mendapatkan adik kembarnya yang memiliki sifat yang sama dengan Kesya dan Puput. Yang satu lembut, dan yang satunya lagi barbar. Adik perempuan Gilang yang kembar, yang meninggal karena kecelakaan pesawat. Dan sampai sekarang, mayat mereka berdua tidak di temukan.


Sejak saat itulah persahabatan mereka di mulai. Apalagi saat Gilang tau jika mereka satu jurusan. Dan Gilang harus mengulang semua mata kuliah, dan mengambil mata kuliah yang sama dengan Kesya dan Puput. Dan Gilang selalu memanjakan Puput dan Kesya. Membawa mereka berdua ke Mall, dan menyuruh mereka untuk menghabiskan uang Gilang. Maksudnya uang dari hasil ayah Gilang yang selalu di transfer ke dalam card Id nya. Dan Ayah Gilang beserta ibunya juga tidak mempermasalahkan berapa pun uang yang dikeluarkan Gilang hanya untuk membelikan barang mewah untuk Kesya dan Puput. Karena orang tua Gilang sudah menganggap Kesya dan Puput sebagai putri mereka yang hilang.


.


.


.


.


Terima kasih Atas dukungannya para readers .


jangan lupa ya untuk mendukung selalu..


LIKE +VOTE+ RATE + KOMENTARNYA.

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2