
Arka merasa Kesya semakin hari semakin canti, dan semakin menggoda hatinya.
" Makasih ya nak Arka, udah beliin banyak barang buat Kesya" ucap mami Shella di tengah makan malam mereka.
" Bukan Arka yang beli Tante, tapi Mami. Arka cuma disuruh antar Calon Mantunya aja" ucap Arka sambil menatap Kesya.
"uuhuukk uhuukk"
" Pelan-pelan saja Key makannya." ucap Mami Shella sambil memberikan segelas air putih dan mengelus punggung Kesya lembut.
Sedangkan Daddy Roy menatap Arka dengan penuh tanya.
Makan malam selesai dengan baik, kecuali tidak untuk Kesya. Karena Kesya harus bekali kali tersedak oleh makanannya sendiri karena ucapan Arka.
" Sudah malam Om, Tante, saya balik dulu." Pamit Arka.
" Kesy, antar nak Arka kedepan ya" titah Mami Shella.
Dengan berat hati Kesya pun mengantar Arka sampai kedepan rumahnya.
" Saya pamit ya Key" ucap Arka,
" mm " balas Kesya.
Setelah Arka masuk kedalam mobil, Kesya pun langsung masuk ke dalam rumahnya.
Namun langkahnya terhenti karena Daddy Roy memanggilnya.
" Daddy mau ngomong serius sama kamu Key" ucap Daddy Roy.
Kesya menelan ludahnya, " mm-mau ngomong apa Daddy??" tanya Kesya gugup.
" Mami sudah menceritakan kepada Daddy perihal tentang Oma Laura ingin meminang mu." jeda Daddy Roy melihat ekspresi Kesya. "Bagaimana menurut mu, apa kamu bersedia untuk menjadi istri Arka??" tanya Daddy Roy.
Kesya meremas-remas tangannya dengan menundukkan kepalanya, dan belum membuka mulutnya.
" Daddy juga sudah bertanya dengan Arka, dan dia mantap meminangmu jika kamu bersedia" ucap Daddy Roy yang membuat kepala Kesya terangkat keatas untuk menatap wajah Daddy nya.
" Daddy tidak memberikan jawaban, karena semua keputusan ada di tangan mu, dan Ayah mu" ucap Daddy Roy sambil mengambil tangan Kesya dan menggenggamnya.
" Kesya belum siap untuk membuka hati kepada siapapun Daddy." ucap Kesya pelan.
Daddy Roy langsung memeluk putri bungsunya itu, dan mengelus punggung putrinya hingga membuat isakan tangis di diri Kesya.
" Lupakanlah dia nak, semua bukan salah mu. semua sudah menjadi takdir Allah." ucap Daddy Roy parau.
Kesya menatap langit yang sedang di penuhi bintang. Hingga tanpa sadar dia tertidur dengan kepala yang tertengger di pinggir jendela yang terbuka. Kesya terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara azan subuh. Dengan bergegas Kesya membersihkan dirinya dan menunaikan solat subuh.
"Loh, mbak Vina dan kak vano kok pagi-pagi udah kesini??, tumben??" sapa Kesya saat melihat Vina dan Vano sedang duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
" Iya Key, kami mau pamit buat pergi bulan madu" ucap Vina
" Kemana mbak rencananya??" tanya Kesya saat sudah mendaratkan pantatnya ke sofa di sebelah Vina.
" Keliling Eropa" bisik Vina.
Kesya membelalakkan matanya, " Daebak " ucap Kesya sambil mengacungkan dua jempol ke wajah Vina.
" Apaan sih dek tangannya, biasa aja kali" ucap Vina. " oh ya dek, kamu nanti tolong sering liat - liat mami Mega ya !" pinta Vina.
" Siap mbak " .
Di sebuah studio foto, seorang wanita melihat foto pernikahan Vina dan Vano yang sedang di susun dalam album dan rencananya akan di antar ke kerumah Vano.
" Baju dan sepatu perempuan ini seperti gadis Cinderella. Ini akan menjadi topik terhangat. Lihat saja Kesya, aku akan membuatmu sangat malu dan menderita." ucap wanita.
Wanita itu mengambil ponselnya dan membuat panggilan kepada seseorang. " aku punya berita besar yang akan menguntungkan mu" ucap wanita itu kepada orang yang berada di seberang panggilan.
Kesya sedang bersiap menuju kampusnya. karena dosen menyebalkan nya menyuruh dirinya untuk menyerahkan hasi tesisnya.
Dengan kesal Kesya melangkahkan kakinya menuju ruangan Rangga. Tadinya Kesya sempat menelpon Puput untuk menemaninya, namun Puput tidak bisa karena dia harus bekerja. Keluarga Puput memiliki usaha travel, tidak besar memang, cuma cukuplah untuk membiayai kehidupannya.
tok tok tok.
"masuk"
Saat ini di ruangan Pak Rangga tidak ada satu orang pun, itu membuat Kesya menjadi gelisah. 'ya Allah, lindungilah hamba' batin Kesya.
Awalnya sih Rangga membahas tesis Kesya seperti biasa, namun tangan Rangga meraih lutut Kesya, yang langsung di tepis kasar oleh Kesya.
" udah la Kesya, saya tau siapa kamu. Kamu hanya mengejar lelaki kaya saja demi kebutuhan pribadi mu. iya kan" ucap Rangga dengan smrik yang membuat Kesya takut.
Dengan segera Kesya membereskan laporannya dan segera meninggalkan ruangan tersebut. Namun langkahnya terhenti sejenak saat mendengar ucapan Rangga.
" Jangan sok jual mahal kamu Kesya, semua orang sudah tau siapa kamu. Dasar perempuan Murahan" teriak Rangga.
Dengan air mata yang menggenang Kesya langsung membuka pintu dan membanting kuat pintu tersebut.
Kesya berjalan ke arah parkiran, tapi setiap orang yang berpas-pasan dengan dirinya melihat dirinya dengan tatapan jijik dan berbisik.
Ddrrtt drrtt drrtt..
" hal___"
" Key di mana kamu??" tanya Puput yang menelponnya.
" Aku di kampus, kenapa put??" tanya Kesya
" Sebaiknya kamu segera pulang Key, kampus gak aman untuk mu"
__ADS_1
Praakk..
"aaaww" pekik Kesya sambil memegang lelehan telur pecah yang berada di kepalanya.
" Key, Lo kenapa?? Lo baik-baik aja kan??" tanya Puput panik di seberang panggilan.
" Dasar perempuan murahan" teriak seorang wanita dan kembali melemparkan telor kepada Kesya .
Sedangkan Puput masih berteriak di seberang panggilan menanyakan keadaan Kesya. karena tidak ada jawaban dari Kesya, Puput memutukan panggilannya dan menghubungi Nyonya Laura.
Kesya hanya terdiam berdiri menerima lemparan telur, bahkan telur tersebut ada yang sudah busuk. Tidak hanya telur, Kesya juga mendapatkan lemparan tomat busuk. Saat ini keadaan Kesya benar-benar sungguh kacau.
Seorang pria berbadan kekar menerobos masuk di kerumunan orang yang saat ini menonton Kesya yang sedang dipermalukan. Setelah berhasil berada di depan Kesya, pria itu membuka jaketnya dan menutupi wajah Kesya, karena ntah sejak kapan wartawan sudah ramai dan mengabadikan momen tersebut.
"Nona baik-baik saja??" tanya pria tersebut yang ternyata orang suruhan Arka untuk membuntuti Kesya. Orang tersebut di utus semenjak Kesya mendapatkan kotak berisi tikus mati tersebut, untuk menjaga Kesya.
Telur dan tomat busuk masih di lempari ke arah Kesya dan pria tersebut, dengan makian yang sangat menyayat hati Kesya.
" BERHENTI SEMUA JIKA TIDAK INGIN MENDEKAM DI PENJARA" teriak suara bariton tersebut.
Sontak semua orang berhenti melempar dan memaki Kesya.
Pria tersebut berjalan kearah Kesya dengan di lindungi puluhan pengawalnya. Saat Pria tersebut sudah berada di hadapan Kesya dan orang suruhan Arka, Pria tersebut langsung meraih tubuh Kesya kedalam pelukannya setelah orang suruhan Arka menundukkan kepalanya memberi hormat dan memberi ruang kepada Arka.
"Aku di sini Key, kamu aman sekarang" ucap pria tersebut yang ternyata adalah Arka.
Kesya masih menahan tangisnya, dan meremas jas yang di kenakan Arka. Walaupun Kesya menahan tangisnya, tapi tetap saja air matanya jatuh dengan mulus.
" Tuan muda, semua wartawan sudah kita bereskan. Namun sialnya semua berita disiarkan secara langsung." ucap salah satu pengawal Arka.
Arka mengeratkan pelukannya kepada Kesya, dan membawa Kesya masuk kedalam mobilnya.
.
.
.
.
.
.
hai reader..
jangan lupa like and votenya ya..
selamat membaca..
__ADS_1