KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 19 ' penjelasan arka'


__ADS_3

" Astaghfirullah hal'azim ..Om Arka, Kesya !" teriak Vina


Arka dan Kesya yang posisinya sedang berpelukan dalam tidur pun menjadi terkejut dan membuka mata saat mendengar teriakan Vina. Saat sadar dengan posisi mereka, sontak Kesya langsung berteriak dan mendorong tubuh arka hingga terpental dan terjatuh. Tak hanya sampai situ, Kesya pun melempar semua bantal yang ada di tempat tidur sambil mengumpat memaki Arka. Tak hanya sampai disitu, saat semua bantal habis, Kesya melihat lampu tidur yang berada di atas nakas, dia beralih mengambil lampu tersebut dan ingin melemparkan ke arah Arka. Untungnya gerakan Arka lebih cepat dari gerakan Kesya, dan Arka menahan tangan Kesya dan memeluk pinggangnya agar Kesya menghentikan aksinya. Arka juga menyuruh Kesya untuk tenang dan mendengarkan penjelasannya.


" Lepasin, jangan berani sentuh saya" teriak Kesya histeris dengan berurai air mata.


" Dengerin penjelasan saya key, ini tidak seperti yang kamu fikirkan" ucap Arka


Plak..


satu tamparan mendarat di pipi Arka. Tante Mega yang melihat kejadian itu menjadi murka dan menampar Arka. Hingga Arka melepaskan pelukannya dan Kesya pun menghentikan teriakannya. Vina langsung menarik tangan Kesya dan memeluknya, memberikan kekuatan kepada Kesya.


Saat ini semua orang telah berada di ruang keluarga, untuk mendengarkan penjelasan Arka. Tante Mega pun sudah menelpon Papi yaitu Tuan Farel memberitahukan kejadian yang terjadi kepada Arka dan Kesya.


" Sekarang kamu jelaskan semuanya" ucap Om Bram.


" saya tidak melakukan apa pun kepada Kesya" ucap Arka.


" Jika kamu tidak melakukan apa pun, kenapa kamu bisa tidur sambil berpelukan dengan Kesya " ucap Om Bram.


" mbak tau kamu suka dengan Kesya, tapi mbak sudah kasih peringatan sama kamu jangan ambil kesempatan dengan Kesya" ucap Tante Mega dengan penuh emosi.


Kesya yang mendengar pernyataan Tante Mega membuat lampu kuning di dirinya memberi peringatan untuk menjauhi Arka.


Bel rumah berbunyi, Kesya memalingkan wajahnya melihat jam yang berada di dinding. sudah menunjukkan pukul 4 pagi, siapa yang datang pagi pagi ke rumah Tante Mega. di fikiran kesya kalo mami dan Daddy nya yang datang.


" mbak kasih tau Daddy??" tanya Kesya kepada Vina. Vina menggelengkan kepalanya.


Dari pintu utama muncullah sosok pria yang masih sehat bugar tapi sudah berumur dan berambut putih. Kesya menelan ludahnya dengan susah payah melihat siapa yang datang. Arka pun membelalakkan matanya saat melihat kedatangan papinya.


" Papi?" lirih nya.


Tuan Farel langsung duduk di kursi single yang berada di ruang keluarga. Menatap Kesya sendu, dan berganti menatap Arka dengan tajam.


" Semua ini cuma salah faham Pi, Raja bisa jelasin semuanya" ucap Arka.


Tuan Farel masih menatap Arka tajam dengan penuh pertanyaan. Arka hanya bisa menatap sendu papinya itu.


" Tadinya Arka hanya mengantarkan Kesya ke kamarnya, namun saat Arka ingin pergi, Kesya menahan tangan Arka, dan menangis. Saat itu Kesya mungkin sedang mengigau, jadi dia tidak tau kalau yang di genggamnya adalah tangan Arka. jadi Arka berinisiatif menemaninya saja. dan Arka tidak tau kenapa bisa sampai tidur sambil memeluk Kesya" jelas Arka menceritakan kronologi sebenarnya.


" Jadi di antara kalian tidak ada yang terjadi??" tanya tuan Farel tegas.


" Tidak ada Pi, sungguh, Arka tidak bohong"

__ADS_1


" Baiklah, setidaknya kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu perbuat" ucap tuan Farel


" mm..mmaa..maksudnya??, bertanggung jawab bagaimana??" tanya Kesya gugup.


" Dia sudah tidur dengan kamu, jadi dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya." ucap tuan Farel


" tap.. tapii.. di antara kami tidak terjadi apapun. dan.. dan.. itu hanya ketidaksengajaan, lagian kami masih menggunakan baju lengkap." ucap Kesya gugup namun terlihat frustasi.


" Nak Kesya, Arka sudah melakukan hal yang tidak senonoh dengan tidur memeluk kamu, ya walaupun kalian tidak melakukan apapun, namun ini demi nama baik keluarga" ucap tuan Farel.


" Key gak akan hamil jika hanya di peluk. jadi key rasa tidak ada yang perlu di pertanggung jawabkan." ucap Kesya yang sudah mulai keringat dingin.


" Jadi kamu mau saya hamili??" ucap Arka yang membuat Tante Mega menyentil kepala Arka dan mendapatkan tatapan tajam dari Kesya.


" Baiklah, jika kamu tidak ingin Arka bertanggung jawab akan masalah ini." ucap tuan Farel dengan senyum penuh arti.


Kesya pun menghembuskan nafas lega. Tuan Farel mengajak Arka berbicara 4 mata di dalam kamar.


" Apa kamu mencintai Kesya??" tanya tuan Farel.


" Raja gak tau Pi, tapi jika melihat Kesya, Raja merasa senang, dan jika tidak melihat dia, Raja merasa gelisah" ucap Arka jujur.


" Itu tandanya kau menyukainya. Apa yang terjadi di dalam kamar??" tanya tuan Farel mengintimidasi Arka.


" Benarkah??"


" emm, iya Pi, tidak ada" ucap Arka gugup.


" Baiklah kalau begitu. Papi akan mencari gadis lain untuk mu" ucap tuan Farel sambil menatap Arka.


" hah?? jangan Pi, Arka cuma mau Kesya" ucap Arka yang berlari ke arah papinya dan memegang lengan papinya.


Tuan Farel tersenyum arti mendengar ungkapan perasaan putra kesayangannya.


" Jika kamu suka, seharusnya kamu bisa membuatnya menjadi milik mu" ucap tuan Farel.


" Raja akan membuat dia jatuh cinta" ucap Arka penuh keyakinan.


" Sepertinya akan sulit, kau harus bekerja keras untuk itu. baiklah, papi permisi pulang dulu. nanti mamimu kecarian, karena papi pergi tanpa memberi tahu nya." ucap Tuan Farel yang langsung pergi meninggalkan kamar Arka.


Arka masih membayangkan wajah Kesya saat tertidur. Dan saat dirinya mengecup kening Dea, kemudian beralih ke matanya, lalu turun kebibirnya. ya, semua hanya sebatas kecupan saja. Namun membuat Arka ketagihan untuk mencicipinya lagi.


Jam sudah menunjukkan pukul 7, Kesya sudah permisi pulang ke rumahnya kepada Tante Mega. Mami dan Daddynya juga sudah berada di rumah saat pukul 1 dini hari tadi.

__ADS_1


" Assalamualaikum mi, " ucap Kesya dan mencium punggung tangan maminya.


" walaikumsalam, udah sarapan??"


" key, rindu mami" ucap Kesya sambil memeluk maminya, dan tanpa maminya sadari, Kesya menjatuhkan air matanya. lalu dengan cepat menghapusnya.


" Duh, anak mami baru di tinggal bentar aja udah manja. Gimana kalo udah merit??" canda mami.


Kesya semakin mempererat pelukannya.


" Lepasin dong key, mami susah gerak nih" ucap mami, dan Kesya pun melepaskan pelukannya.


" Ya udah, kamu mandi gih, trus kita sarapan bareng"


" males ah mi, lagian Kesya pagi ini gak ke radio, Kesya mau bikin tesis Kesya dulu."


" ih, anak gadis kok malas mandi pagi"


Kesya pun hanya nyengir kuda dan duduk manis sambil memandang wajah maminya.


Drrtt drtt drtt..


" halo, assalamualaikum"


" walaikumsalam, Key, pagi ini pak Muklis nyuruh kita ke kampus, buat nyerahin tesis." ucap seseorang yang berada di seberang panggilan.


" eh gimana ni, punya gue belum selesai" ucap Kesya.


" ya udah, yang seadanya aja. Karena gue denger pak Muklis mau pindah keluar negri. trus skalian mau di kenalin dengan dosen penggantinya." ucap orang seberang telepon.


" oke, gue siap2 dulu dech, tengkiu yaa infonya"


Kesya pun memutuskan panggilan, dan bergegas menuju kamarnya untuk bersiap ke kampus.


.


.


.


.


jangan lup like ya..

__ADS_1


makasih..


__ADS_2