KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 138 " Rencana Ando 2"


__ADS_3

Puput sudah siap dengan pakaian santainya, hati ini dia akan menemani Ando untk keperluan pesta pernikahannya. Puput sudah menghubungi Fadil, untuk mengatakan jika dia pergi menemani Ando hati ini, tetapi ponsel Fadil tidak bisa di hubungi. Puput juga sudah mengirim pesan, namun masih centang satu.


" Udah lama?" Tanya Puput saat melihat Ando sudah berada di ruang tamu rumahnya.


" Baru"


Puput dan Ando berpamitan kepada Mama Lena, mamanya Puput.


" Yah, kok perasaan Mama gak enak ya, Puput berteman sama pria itu?" Ujar Mama Lena dengan Ayah Iqbal, ayahnya Puput.


" Ayah juga merasakan begitu, tetapi pria itu pria baik-baik. Dan dia juga seorang pengusaha terkenal. Mana mungkin dia berani berbuat macem-macem"


" Untuk itu, Mama kok ngerasa gak enak aja gitu"


" Udah, berfikiran positif aja. Lagian keluarga Ando itu dekat dengan mertuanya Kesya"


" Semoga tidak terjadi apa-apa dengan putri kita ya Yah"


" Amiin"


Di sebuah gedung WO, Ando sangat antusias dengan persiapan pernikahannya. Ando meminta Puput memilihkan undangan pernikahannya.


" Yang ini bagus, simpele tapi mewah"


" Oke, saya pilih yang ini ya mbak"


" Baik pak. Kalo untuk Souvenir nya gimana?"


" Emm, yang mana yang bagus menurut kamu?"


" Hah? Kok aku sih, kan kamu yang mau nikah"


Mbak Yuni, pihak WO hanya tersenyum melihat perdebatan kecil antara Ando dan Puput. Dimatanya, mereka adalah pasangan yang sangat serasi dan lucu.


Setelah mengunjungi pihak WO, Ando mengajak Puput makan siang bersama.


" Eh, kamu belum kasih nampak aku foto calon istri kamu"


Uhukk..uhukk.uhukk..


" Aduuh.. aduh. biasa aja, jangan gugup gitu" Ujar Puput dengan tertawa pelan sambil menyodorkan air putih kepada Ando.


" Emm, itu. Sebentar" Ando mengeluarkan dompetnya, dan menunjukkan foto seorang wanita dan dirinya. Wanita yang sangat cantik.


" Wah, cantik sekali. Pantes saja kamu sangat mencintainya" Ujar puput dengan tersenyum tulus


" Ya, dia sangat mencintai ku". Ujar Ando sambil memandang meja dengan tatapan kosong, tapi dengan senyum yang sangat susah di artikan.


" Sangat mencintai seluruh uang dan harta ku, hingga kakek membacakan wasiatnya, jika hanya anak ku yang akan mewarisi seluruh harta ku, akan tetapi aku tidak bisa memiliki anak, karena aku di vonis mandul. Dan seluruh hartaku akan di sumbangkan ke panti asuhan, Hingga wanita yang sangat aku cintai itu, selingkuh dan melahirkan seorang anak. Dan dia berpura-pura hamil darah daging ku" Sambung Ando dalam hati.


" Hai, kok melamun" Ujar Puput sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Ando.


" Ah, maaf. Setiap membahasnya, aku selalu merindukannya."


" Maaf, aku tidak bermaksud__"


" Tidak apa, ayo kita lanjut makan."


Di kediaman keluarga Moza, Arka masih menahan Kesya di dalam selimut.


" Sayang, ini udah siang loh. Mau sampai kapan melum aku terus. Kepala ku sudah pusing karena tidur hampir seharian" Gerutu Kesya.


" Sebentar lagi" Ujar Arka sambil mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Sayang, Aku Laper banget loh"


" Baiklah" Arka bangkit dan menekan interkom untuk menyuruh maid membawakan makanan ke dalam kamar.


Sayang, aku gak enak loh sama Mami."


" Baru kali ini aja, Mami pun maklum. Lagian kan Mami udah pingin banget nimang cucu dari kita" Ujar Arka sambil memberikan kecupan-kecupan kecil di bahu Kesya.


Kesya hanya bisa pasrah, dan kembali menutup matanya.


Arka menyiapkan makanan yang di antar maid ke atas meja. Kesya masih berbalut selimut, karena seharian ini Arka tiada hentinya memeluk dirinya, mereka tidak melakukannya pagi ini, kecuali malam tadi. Arka hanya ingin memeluk tubuh telanjang Kesya, dan menghabiskan waktu seharian di kamar dengan memeluk tubuh telanjang kesya.


" Sayang, aku pakai baju ya"


" Stop, kamu cukup melilitkan selimut itu. Atau kamu cukup berbaring di tempat tidur, dan kita makan bersama di bawah selimut". Ujar Arka dengan tampang menggodanya.


" Hah, ayo lah sayang, hanya sehabis makan. ya..ya.ya.."


"Huuftt, baik lah."


Kesya bergegas menggunakan lingeri nya, dan duduk di sofa yang berada di dalam kamar. Di atas meja sudha tersusun makanan yang sangat mengunggah selera.


" Emm, ini sungguh nikmat"


Kesya menikmati makan pagi menjelang siangnya, yang mana Kesya sangat lahap menghabiskan seluruh menu. Membuat Arka tercengang, kemudian tersenyum.


Kesya bisa menghirup udara sore, setelah Arka seharian benar-benar mengurungnya di kamar, dengan tanpa sehelai benang pun menempel di tubuhnya dan hanya berbagi selimut sambil berpelukan.


Keesokan harinya, Fadil masih di sibukkan dengan Distro nya. Sebuah perusahaan Management perfilman memesan baju dari distro milik Fadil, tapi saat di perjalanan, mobil yang di kendarai oleh orang kepercayaan Fadil untuk mengelola distro, terjun bebas ke dalam kali. Dan membuat seluruh baju baru tersebut kotor dan berbau busuk. Pihak Manajemen perfilman itu meminta ganti rugi karena pengiriman terlambat, dan membuang waktu berharga mereka. Fadil lagi-lagi di buat pusing dengan masalah yang semakin bertambah. Bahkan masalah di Greenday saja belum selesai.


Fadil kekantor dengan wajah yang terlihat lelah. Puput membuat coklat hangat untuk Fadil.


Tok..tok..tok..


"Masuk"


" Ya ampun sayang, makasih banyak nya"


" Iya sayang, kamu terlihat sangat lelah"


suara telepon mengganggu keharmonisan Fadil dan Puput di pagi ini.


" Ya"


" Maaf Pak, Tuan Arka sepertinya tidak enak badan. Saya mendengar beliau kembali muntah-muntah" Ujar Sarah di seberang panggilan telepon.


" Baiklah, panggilkan dokter, saya akan kesana sekarang"


" Kenapa?" Tanya Puput.


" Arka muntah-muntah, tidak biasanya dia sepeti itu. Padahal dia sering bekerja hingga tidka tidur, tapi kondisi tubuhnya baik-baik saja" Curhat Fadil. " Baiklah sayang, kamu tolong buat laporan ini ya, Aku mau liat Arka dulu"


Setelah menghabiskan coklat hangatnya, Fadil berdiri dan mendaratkan kecupan di kening Puput, sebelum meninggalkan Puput.


" Kenapa Lo?" Tanya Fadil saat melihat Arka sudah melepas dasi dan Jasnya, serta merebahkan tubuhnya di sofa.


" Gak tau, mual aja gue tiba-tiba"


Tak berapa lama dokter Herman datang, dan memeriksa keadaan Arka.


" Gimana dok?"


" Tidak ada yang salah, semua normal"

__ADS_1


" Lalu kenapa sudah 2 hari ini saya mual terus?"


" Bagaiaman jika cek secara keseluruhan?"


" Baiklah, akan saya atur jadwalnya" Ujar Fadil, dan mengantar Dokter Herman hingga pintu.


" Halo sayang, Kamu ke sini ya. Aku rindu" Ujar Arka yang sudah bertelpon ria dengan sang istri.


" Lebay" Gerutu Fadil.


Setelah mematikan panggilannya, Arka terlihat lesu, karena Kesya menolak datang ke kantor. Kesya sedang melayani seorang tamu yang sedang memesan kue untuk acara pertunangan putrinya.


Gerakan Arka yang tiba-tiba membuat Fadil terkejut, dan menatap iba kepada Arka, karena Arka tiba-tiba kembali muntah, padahal yang di keluarkannya hanya cairan saja.


" Sarah, tolong kamu buatkan teh hangat" Perintah Fadil dari telepon.


Fadil mengirimkan pesan, dan video Arka yang sedang muntah. Kesya yang mendapatkan pesan dari Fadil, langsung bergerak gelisah, untung saja Kesya sudah selesai merekomendasikan kue terbaik di tokonya. Tinggal membahas urusan pembayaran saja, tanggal, dan waktu pengirimannya.


Setelah selesai, Kesya langsung menyuruh Sasa untuk menghandle semuanya, sedangkan Kesya langsung bergegas menuju kantor Arka. Untung saja Jodi setia menemani Kesya.


" Gimana keadaanya?" Tanya Kesya kepada Fadil.


Arka saat ini tengah berbaring di sofa, dengan wajah pucatnya.


" Sudah 5 kali bolak balik kamar mandi."


" Sudah panggil dokter?"


" Sudah, tapi gak ada masalah, besok jadwal cek up keseluruhan. Aku udah jadwal untuk besok"


Kesya menghembuskan napas dengan kasar. Berlutut dekat sang suami, dan membelai wajah pucat sang suami. Perlahan mata Arka terbuka, dan langsung melihat keberadaan Kesya. Seluruh rasa muak dan pusingnya mendadak lenyap begitu saja.


" Sayang, kamu di sini?" Ujar Arka dan menarik Kesya kedalam pelukannya.


" Mas, Lepasin.. malu ada Kak Fadil" Bisik Kesya yang masih di dengar Fadil.


Fadil hanya tersenyum miring, dan meninggalkan dua sejoli itu.


" Udah enakan?" Tanya Kesya saat Arka mengurai pelukannya.


" Benar-benar obat ajaib, Dengan menghirup aroma kamu saja sudah membuat aku tenang, dan baikan" Uajr Arka.


" Hmm, kita pulang ya?"


" Jangan, aku udah baikan kok, kamu di sini aja ya, aku siapin beberapa berkas lagi. Lalu kita pulang"


" Biar kak Fadil aja yang kerjain"


" Jangan sayang, dia sedang sibuk, dan ada masalah dengan usahanya. Sebentar aja, gak lama. Kamu duduk manis di situ ya"


Kesya menghembuskan napas pelan, dan kemudian menganggukkan kepalanya. Arka kembali melanjutkan pekerjaannya, yang katanya sebentar, ternyata menghabiskan waktu hingga berjam-jam. Hingga Kesya bosan menunggu dan tertidur di sofa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai readers...


Jempol.. jangan lupa jempolnya ya..


__ADS_2