KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 157 " Sempurna"


__ADS_3

Vina sudah menyuruh Sasa mengganti bajunya dengan milik Kesya. Sasa sangat terlihat cnayik dengan gaun yang di kenakannya. Hingga sepasang mata tiada henti-hentinya untuk memandang dirinya.


" Lihat deh Mas, Mas Bara sampai gak berkedip gitu" Bisik Vina.


" Iyaa, ih ya, kamu tau kenapa wajah Mas Bara bisa lebam begitu?"


Vina menggelengkan kepalanya, " Dia gak mau cerita"


Vano mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak berapa lama Arka pun tiba dengan menbawa sebuket bunga besar untuk Mami Shella, dan juga beberapa kado yang telah di bungkus rapi, untuk Daddy Roy dan Mami Shella.


" Udah siap semua?" Tanya Arka.


" Sudah Om"


Sasa dan Kiki menyambut kedatangan Leo, Anggun, Mega, Bram, Tuan Farel, dan Mami Laura. Beserta Baby Zein yang dalam gendongan Mega, dan Baby Anggelina yang berada di gendongan Mami Laura.


Semua persiapan sudah selesai, tinggal menunggu Ratu dan Raja yang sang pemilik acara. Tak berapa lama terdengar suara derum mobil. Duda dengan cepat turun dan membuka pintu untuk Mami Shella dan Kesya. Sedangkan Mobil Daddy Roy, di bawa oleh Jodi.


Arka memerintahkan Jodi dan Duda ikut bergabung di acara anniversary Daddy Roy dan Mami Shella. Dengan senang hati Duda bersedia, dan menarik Jodi ikut kedalam.


Mami Shella dan Daddy Roy merasa ada yang aneh, saat memasuki rumah, mereka sudah mencium wewangian yang berbau asal dari daging. Mami Shella dan Daddy Roy melangkahkan kakinya menuju halaman belakang.


" Happy Anniversary" Teriak Semuanya.


Mami shella sampai menangis karena terharu. Vina dan Bara langsung memeluk dan mencium Mami Shella dan Daddy Roy. Begitu pun dengan Kesya yang memang berjalan di belakang mereka.


" Kalian ini, benar-benar membuat Mami terharu"


" Mami suka?" Tanya Bara.


Mami Shella memasang kembali wajah cemberutnya, tetapi tidak bisa melepas senyum bahagianya.


" Kamu ini, hmm.. Andai Mami tau siapa yang berani-beraninya memukul wajah tampan anak Mami ini_" Ujar Mami shella sambil membelai bekas lebam di bibir Bara.


" Emangnya Mami mau bilang apa ke orang yang memukul Bara?" Tanya Bara penasaran sambil melirik kearah Sasa.


" Mami mau ngucapin makasih ke dia, karena udah memukul anak kesayangan Mami." Ujar Mami shella sambil menjewer kuping Bara.


" Aww...aww... sakit Mi" Rintih Bara.


Sasa sudah menelan ludahnya susah payah, bagaimana tidak ,wajah Bara lebam karena ulahnya.


Jodi dan Duda bertugas memanggang daging, Sasa ikut bergabung bersama mereka, tak berapa lama Bara pun ikut bergabung. Sasa sudah memutar bola matanya jengah, Bara Benar-benar membuatnya kesal, belum lagi dengan kejadian saat dia baru saja selesai mengganti bajunya dengan gaun milik Kesya. Dan Bara langsung menariknya masuk ke dalam kamarnya. Sungguh Bara api sialan, seenak jidatnya saja dia. Apa kurang lebam di wajahnya itu? Hingga Bara mengajukan Izin selama 2 hari agar lebam di wajahnya berkurang.


" Jod, kamu sudah nembak Sasa belum buat jadiin Sasa pacar kamu?" Teriak Vina.


Jodi yang tadinya fokus memanggang, jadi terkena Bara api ditangannya karena mendengar pertanyaan Vina. Jodi hanya bisa tersenyum kikuk.


" Wah, Jodi, kamu harus gercep, jangan keduluan orang" Tambah Kesya.


Bara sudah menatap Kesya tajam, karena kesya tau jika Bara menyukai Sasa. Bisa-bisanya Kesya ikut mengompori Jodi untuk menembak Sasa agar menjadi pacarnya. Ini tidak bisa di biarkan. Mungil, ini semua salah kamu. Batin Bara.


Duda hanya menatap Jodi dengan tatapan menggoda seperti biasa, bagaimana tidak, Duda masih ingat saat mereka latihan bela diri, dan Sasa juga ikut. Tiba-tiba saja Bara datang dan menantang Jodi.


Jodi menelan ludahnya susah payah, saat mendapati tatapan Berbara dari Bara. Sungguh malang nasibnya, padahal dia tidak memiliki perasaan apapun dengan Sasa, dan Sasa tau siapa wanita yang di sukai oleh Jodi, karena Jodi sering curhat dengan Sasa.


Jreeengg..


Petikan gitar dari Leo membuat semua mata tertuju kepada Leo.


" Kayak kurang pas nadanya" Gumam Leo, dan mengutak-atik gitar kayu tersebut.


Sasa berjalan kearah Leo dan meminta gitar tersebut. Dengan kelentikan tangan Sasa, akhirnya nada gitar pun sempurna. Tak berapa lama Gilang dan Mili pun tiba, bersama Baby Fatih yang berada dalam gendongan Gilang.

__ADS_1


" Wah, udah pada ngumpul nich, maaf ya telat." Ujar Gilang dan menyalami Papi Farel dan Mami Laura. Serta menyalami Bram dan Mega, begitupun dengan Mili.


" Mami mana?" Tanya Gilang kepada Kesya.


" Masih di kamar, ganti baju"


Tak berapa lama yang di tunggu pun keluar. Mami Shella tampak begitu anggun dnwgan gaun hitam yang di belikan oleh Arka, dan sudah di letakkan di dalam kamar oleh Vina sebagai kejutan, begitu pun dengan Daddy Roy.


Sasa dan Leo masih sibuk dengan alat musik. Vina menghampiri Sasa, kemudian membisikkan sesuatu kepada Sasa.


"Mbak yakin aku yang nyanyi?" Tanya Sasa ragu.


" Hmm, Aku pernah dengar kamu nyanyi saat di toko."


" Tapi Mbak___ !??"


" Udah, kamu nyanyi aja yaa"


Sasa menatap kearah Leo, Leo menganggukkan kepalanya, seolah mengatakan kalo apa yang di Kanakan Vina benar. Sasa menarik napasnya, kemudian dia hembuskan dengan pelan. Ini pertama kalinya dia bernyanyi di depan umum. Biasanya dia hanya bermain gitar aja.


Jreeng....


Sasa mulai memetik gitar, Sedangkan Leo mulai memukul-mukul cajon. Semua orang sudah berkumpul mendekati Leo dan Sasa yang tengah bermain musik.


Kau begitu sempurna


Dimataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu


(Dari lirik ini, Daddy Roy mulai memegang Mic yang di berikan Vina, dan melanjutkan nyanyiannya. Yang lain ikut bernyanyi, sambil memeluk erat pasangan mereka masing-masing. Yang gak punya pasangan, mohon bersabar, ini ujian)


Disetiap langkahku


Kukan s'lalu memikirkan dirimu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semuaa


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua

__ADS_1


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Kau adalah darahku (darahhku)


Kau adalah jantungku (jantungku)


Kau adalah hidupku (hidupku)


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Tepuk tangan langsung terdengar bergemuruh. Kiki tiba-tiba saja mengambil setangkai bunga di atas meja, dan berlutut di hadapan Sasa.


" Kak Sasa yang cantiknya luar binasa"


" Biasa" Vano membetukkan ucapan Kiki"


" Iya, itu maksudnya. Mau kah menjadi kekasih mu?"


Terdengar suara tawa dari semuanya. Sasa Inging menerima Bunga pemberian Kiki, namun gerakannya kalah cepat dari Bara.


" Sekolah dulu yang bener, Baru mikirin cewek" Ujar Bara sambil menjewer telinga Kiki.


" Sirik aja yang baru jomblo" Ujar Kiki sambil mengelus telinganya yang panas karena ulah Bara.


Sontak semuanya tertawa melihat tingkah Bara yang sangat jelas sekali menyukai Sasa, Tapi tidak berani terang-terangan.. Mami Shella dan Daddy Roy tersenyum melihat Bara yang menatap Sasa penuh cinta.


..** Hai readers...


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


Terima kasih. Salam KesAr.


.


__ADS_2