KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 176 " Kangen Sasa"


__ADS_3

" Gimana ya cara buatnya?" Kesya terlihat bingung di dapur bersama Ara.


" Mau buat apa?" Tanya Mami Shella yang baru saja membersihkan dirinya.


" Oh, Key tiba-tiba pingin buat rujak sirsak Mi"


" Waduh, yang kayak Sasa buat dulu ya?"


Kesya menganggukkan kepalanya. " Mami tau caranya?"


" Gak tau sih, coba cari di gogleng."


Kesya memainkan jari lentiknya di atas layar milik benda pipih yang di pegangnya. Tak berapa lama terdengar suara Bara memberikan salam.


" Baru pulang?" Tanya Mami Shella.


" Iya Mi, banyak yang harus Bara pelajari"


Mami Shella menatap sendu kepada sang putra. Kencan buta yang di rencanakannya waktu itu juga tidak berjalan lancar. Pengaruh Sasa terlalu kuat untuk Bara. Bara mensotir tubuhnya dengan bekerja, hingga melupakan kesehatannya.


Bara mengambil air putih, dan meminumnya. Bara memperhatikan Kesya dan Ara, yang tengah sibuk dengan bahan di hadapannya.


" Mau ngapain?" Tanya Bara yang sudah berdiri di dekat Kesya.


Kesya menatap sang Mami, ragu untuk menjawab pertanyaan Bara.


" Emm, Key kepingin rujak Sirsak."


Bara menghentikan pergerakannya yang ingin kembali meminum air yang berada di tangannya. Sehingga membuat pergerakannya melayang di udara.


Hening sejenak. Mami Shella, Kesya, dan Ara memperhatikan wajah Bara yang terlihat sekali perubahannya menjadi sendu.


" Biar Mas yang buat. Mas mandi dulu"


Bara meletakkan gelasnya dan berjalan memasuki kamar. Mami Shella, Kesya, dan Ara yang tadi menahan napas karena reaksi Bara, perlahan menghembuskan napasnya.


" Hufff, Mi" Ujar Kesya memegang lengan sang Mami.


" Gak pa-pa, semua akan baik-baik saja"


15 menit Bara telah keluar dari kamarnya dan terlihat segar. Kesya langsung memperhatikan mata sang Abang. Tak terlihat jejak air mata di sana. Kesya harus bernapas lega atau semakin was-was, Entah lah. Kesya sendiri tidak tau.


Bara mengeksekusi semua bahan, ingatannya saat bersama Sasa juga terulang kembali di memorinya. Bagaikan film yang diputar ulang. Tak ada ekspresi apa pun yang di tampilkan Bara, Bara hanya fokus ke bahan yang ada di hadapannya.


20 menit berlalu, rujak Sirsak pun telah siap di sajikan. Bara menghidangkannya di hadapan Kesya.


Kesya tersenyum manis, dan mengambil sendok. Dengan segera Kesya mencicipi rujak tersebut.


" Eeemmm, ini enak banget. Persis buatan Sasa" Kesya berujar bahagia, dan melihat kearah Bara.


Namun Kesya langsung menutup mulutnya rapat-rapat saat mendapati Bara dengan kepala tertunduk dan kedua tangannya bertumpu di pinggir meja.


" Mas "

__ADS_1


" Hiks.." Terdengar Isak tangis Bara, Mami Shella langsung saja memeluk sang putra.


Pecahlah tangis Bara di pelukan Mami Shella. Kesya berdiri dan menghampiri Mami Shella dan Bara. Kesya ikut memeluk keduanya.


" Bara kangen Sasa Mi" Ujar Bara di sela Isak tangisnya.


" Iya, Mami juga rindu Sasa. Kita sama-sama berdoa ya, semoga Sasa cepat di temukan dan kembali kekeluarga kita. hikss" Ujar Mami Shella yang juga sudah ikut menangis.


Tidak hanya Kesya dan Mami Shella, Ara juga ikut menangis. Kesedihan Bara seakan juga mereka rasakan. Bara yang ceria, jahil, dan selalu bersemangat dna tersenyum, seolah ikut menghilang dengan kepergian Sasa.


Rujak sirsak, adalah salah satu kenangan Bara dan Sasa. Di mana Sasa membeli buah tersebut dari seorang kakek-kakek. Sasa memborong semua buah tersebut, dan membuat rujak sirsak untuk semua orang.


Kesya menikmati rujak sirsak dengan sesekali meneteskan air matanya. Arka hanya mampu menghela napasnya melihat sang istri yang belum juga berhenti menangis.


" Key" panggil Mami Shella.


Kesya dan Arka menoleh. " Mi"


" Hmm, Kamu jangan nangis lagi. Kalo sedih, nanti baby twins juga ikut sedih loh" Mami Shea menghapus air mata putri bungsunya.


" Mami.. hikss.." Kesya Memeluk Mami Shella dan menangis di dalam pelukannya.


Hari terus berlalu, Kesya masih menunggu hari kelahirannya.


" Mas, cobain deh. Aku buat cookies pandan."


Arka meraih cookies yang di sodori oleh Kesya.


" Emm, enak. Pandannya terasa."


" Kamu kenapa?"


" Baby Twins lincah banget di dalam" Ujar kesya sambil meringis.


Arka berjongkok dan mengelus perut buncit Kesya. Terlihat perut Kesya bergerak, Arka langsung saja mengelus perut Kesya.


" Sayang, Papa di sini. Anak Papa sehat-sehat terus ya.." Senyum Arka semakin mengembang saat merasakan pergerakan kembali, yang mana kali ini di rasakan di tangannya.


Arka jadi ingat, masa-masa di mana dirinya selalu saja mengajak baby twins nya berbicara. Kesya selalu mengatakan jika anaknya sedang bergerak di dalam sana, akan tetapi setiap Arka menyentuh perut Kesya, baby twins tidak pernah bergerak, namun saat Arka mengangkat tangannya, baby twins langsung bergerak di dalam perut Kesya. Arka kesal, namun juga bercampur bahagia. Perjalanannya untuk menuju proses menjadi seorang Ayah pun terbilang cukup mengharukan dan membahagiakan.


" Sayang, aku gak akan keberatan kalo kita memiliki banyak anak" Ujar Arka dengan memamerkan deretan giginya yang rapi.


Kesya melototkan matanya, " Itu maunya kamu Mas"


Arka terkekeh, namun saat melihat Kesya kembali meringis, Arka langsung mengelus kembali perut buncit Kesya. Seperti ada rasa hangat menjalar di hati Arka saat merasakan pergerakan dari bayi-bayi nya.


" Sayang, kamu gak penasaran gitu kenapa kita bisa memiliki keturunan kembar?" Tanya Arka.


" Kata Ayah, Ibu dulu punya kembaran, namun meninggal saat umur satu bulan. Karena tubuhnya yang terbilang lemah"


" Semoga bayi kita selalu sehat-sehat terus ya"


" Amiinn".

__ADS_1


" Mas Bara gak pulang lagi?" Tanya Kesya kepada Arka.


Memang tadi Arka sempat keperusahaan yang di rintisnya bersama Bara. Mereka membuka usaha jasa titipan kilat. Di mana Bara lah yang menjadi Presdirnya, Arka hanya membantu sedikit modal usaha, dan juga pemasarannya. sudah 2 bulan usaha jasa titipan itu berdiri, Alhamdulillah sudah banyak yang berlangganan. Semuanya berkat link yang di berikan Arka.


" Mas Bara pulang ke apartemen nya Sasa"


" Hmm, Sasa kamu di mana? Akkhh"


" Kenapa sayang?" Tanya Arka sedikit panik, karena Kesya memegang perutnya.


" Sakit Mas."


" Kita ke dokter?"


Kesya menganggukkan kepalanya. Sesampainya di rumah sakit, Anggun sudah menyiapkan timnya. Anggun langsung memeriksa keadaan Kesya.


" Cuma kontraksi palsu Om. Ini biasa terjadi."


" Lalu?"


" Tidak akan ada masalah. Posisi bayi juga bagus, tekanan darah juga normal, kesehatan Tante Kesya juga bagus. Insya Allah Tante Kesya bisa melahirkan secara normal"


" Apa akan segera melahirkan?"


" Tidak om, kontraksi palsu itu hanya menandakan jika hari kelahiran akan semakin dekat"


" Benarkah?, apa harus menginap?"


" Tidak, cukup gerak seperti biasa aja, tetapi jangan terlalu di paksakan. Dan jangan lupa meminum air putih yang banyak"


" Kamu yakin tidak perlu di rawat inap?"


" Mas, Aku gak papa kok, kita pulang aja ya. Lagian cuma kontraksi palsu." Ujar kesya menenangkan Arka yang terlihat sangat panik.


" Tapi sayang, kalo kontraksi itu datang lagi bagaimana?"


" Sayang, Aku lebih nyaman di rumah, di rumah sakit terasa sangat tidak nyaman. "


" Anggun, jika terjadi kontraksi lagi bagaimana?" Tanya Arka.


" Jika terjadi kontraksi lagi, Om hitung berapa lama waktu munculnya kontraksi pertama dan selanjtnya, jika waktunya dekat, dalan artian dalam 5, menit sekali terjadi kontraksi, maka Om bisa membawa Tante kembali kerumah sakit"


" Baiklah, kamu menginap saja di rumah Leo. Jadi kalo ada apa-apa Om bisa langsung suruh kamu datang"


Anggun terkekeh, begitu pun dengan Kesya. Apa Arka saat ini sudah menjadi pelupa?. Leo dan Bram adalah seorang dokter, dan mereka pasti juga paham tentang kehamilan Kesya.


..** Hai readers...


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..

__ADS_1


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...


__ADS_2