
Kayla meyakinkan semua orang, jika dirinya tak apa-apa, maka dari itu, Kayla dan Zein akhirnya melanjutkan pemotretan mereka untuk pre weeding.
"Hai ..." sapa seorang wanita kepada Kayla dan Zein.
"Hai," balas Kayla.
Zein sama sekali tak menggubris wanita tersebut, bahkan, memandangnya saja tidak.
"Hai, Kak Zein, lama tidak bertemu," ujar wanita itu.
Zein pun akhirnya memandang gadis itu. Ingat, tak ada senyum atau pun keramahan di wajah Zein. Zein mengajak Kayla pergi dari hadapan wanita itu.
"Kakak kenal?" tanya Kayla akhirnya.
"Tidak," jawab Zein.
"Lalu? Kenapa dia sepertinya mengenal kakak?" tanya Kayla dengan kening mengkerut.
"Entahlah. Mungkin karena aku memang terkenal sampai ngalah-ngalahin artis," ujar Zein dengan sombongnya.
Kayla sampai membuka mulutnya mendengar ucapan dari calon suaminya itu. Benarkah ini Zein yang di kenalnya?
Pemotretan hari ini berjalan dengan lancar. Bahkan, seluruh staf terhibur dengan rayuan Lana untuk Anggel, yang mana tadi Lana hanya tersenyum ramah kepada artisnya yang cantik, tetapi, Anggel malah cemburu dan merajuk.
Bahkan, yang jomblo pun merasa iri melihat pasangan yang sedang merajuk namun terlihat tetap romantis itu.
"Aku baru kali ini lihat Lana begitu, lucu banget." ujar Kayla sambil terkikik geli melihat pasangan sejoli itu.
"Aku bisa lebih romantis dari itu," bisik Zein.
"Iih, Kakak mah bukannya romantis, tapi mesum. Suka banget cium-ciumin aku," ujar Kayla dengan merajuk.
"Kamu suka kan?"
"Kadang-kadang."
"Kadang-kadang? Gimana tuh maksudnya?"
" Au ah gelap," ujar Kayla dengan kesal.
Dan lagi, pemandangan dua sejoli itu pun kembali membuat jomblo semakin jones. Zein dan Lana sama-sama membuat pasangan mereka terlihat begitu bahagia, walaupun para wanitanya sedang merajuk, akan tetapi terlihat rona bahagia di wajah Kayla dan Anggel.
"Sungguh menjijikkan, lihat aja, apa kamu bisa tertawa seperti itu setelah apa yang akan aku lakukan kepadaku," geram seorang gadis yang menatap penuh benci kepada Kayla.
"Oke, bisa kita mulai lagi fotonya?" tanya fotografer.
Zein dan Kayla pun serentak menganggukkan kepalanya. Pria itu membantu sang tunangan untuk berdiri dan menuju ke tempat pemotretan.
Setelah mengambil beberapa gambar dan posisi yang berbeda, fotografer meminta Kayla dan Zein berganti pakaian. Kayla pun menuju ke ruang ganti bersama staf yang di tunjuk oleh fotografer tersebut.
"Mbak, Awaass..." pekik staf tersbeut.
Braaak ....
Bruukk ....
Praang ....
"Aaawww ....." rintih suara seorang wanita.
__ADS_1
"Kayla," pekik Zein, Anggel, dan Lana bersamaan.
"Sayang, jangan lari," ujar Lana mengingatkan sang istri.
Zein sudah berlari dengan kencang untuk melihat kondisi Kayla di ruangan ganti.
"Ilaa," lirih Zein yang melihat sang tunangan sudah terduduk dengan tubuh gemetar.
Zein meraih selimut yang berada di sana dan langsung menutupi tubuh setengah telanjang Kayla.
Ya, saat Kayla sedang berganti pakaian, tiba-tiba saja besi yang di pakai untuk menggantung baju di sana terjatuh kearah Kayla. Jika tak ada staf wanita itu, mungkin saat ini Kayla-lah yang terluka parah.
Staf wanita itu tertimpa oleh besi, sehingga membuat kakinya terluka lumayan parah. Darah segar keluar dari pahanya yang terkena besi.
"Siapkan mobil," pekik Fotografer entah kepada siapa.
"Kak, Ila takut," lirih Kayla.
"Tenang Ila, ada Kakak di sini,"
Tiba-tiba saja tubuh Kayla melemas bersamaan dengan kesadarannya yang menghilang.
"Ilaa," pekik Zein sambil menepuk pelan pipi Kayla.
*
"Zein, gimana keadaan Kayla?" tanya Oma Rosa yang sudah berada di rumah sakit.
"Ila baik-baik saja, Ila hanya shock dan jatuh pingsan, tapi Ila benar-benar baik-baik aja kok, Oma. Ila sedang tidur sekarang," ujar Zein menenangkan calon mertuanya itu.
Orang tua mana yang bisa tenang dengan begitu mudahnya sebelum melihat kondisi sang anak. Walaupun kondisi Kayla benar-benar baik, tapi, tetap saja ada kekahwatiran di dalam hati Oma Rosa.
Lana melihat orang suruhannya itu menghampiri dirinya. Pria itu langsung memberi kode kepada Zein untuk menjauh dari keluarga.
"Sepertinya ini semua telah di rencanakan, Bos." ujar Pria itu.
"Di rencanakan?" tanya Zein dan Lana hampir bersamaan.
"Iya, Bos. Pertama, cctv bagian pintu masuk kearah ruang ganti rusak, padahal sebelumnya tempat itu tidak pernah bermasalah sebelumnya. Kemudian, cantolan besi tersebut sepertinya ada yang sengaja menggergajinya, maka dari itu sangat mudah sekali untuk besi tersebut terjatuh karena menahan beban yang berat."
Orang suruhan Lana pun memberikan beberapa foto yang di ambilnya.
"Periksa keseluruhan cctv," titah Lana.
Pria itu menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Lana dan Zein.
"Kayla punya musuh?" tanya Lucas yang baru saja tiba.
"Setauku tidak," ujar Zein yang benar-benar shock saat mendapatkan berita jika ada yang ingin mencelakain Kayla.
"Atau lo yang punya masalah sama orang lain?" tebak Zein.
Zein terlihat berpikir. Tiba-tiba saja ingatannya tertuju kepada wanita yang menyapa mereka tadi.
"Tadi, ada seorang wanita yang menyapa kami, aku tak mengenalnya, tapi dia mengenalku." ujar Zein kepada Lucas dan Lana.
"Siapa?" tanya Lana.
"Seingatku dia menggunakan dress berwarna biru dengan rambut yang bergelombang."
__ADS_1
"Dress biru?" gumam Lana.
Lana meraih ponselnya dan menyuruh anak buahnya untuk memerika wanita yang menggunakan dress biru seperti apa yang di katakan oleh Zein.
*
"Kak, gimana nasib gadis yang menyelamatkan aku?" tanya Kayla saat Zein menemaninya. Oma Rosa sudah kembali pulang untuk mengambil keperluan Kayla. Malam ini, Kayak akan menginap di rumah sakit.
"Dia baik-baik saja dan akan segera sembuh," ujar Zein yang tak ingin membuat Kayla khawatir.
"Kakak jangan bohong, gadis itu terluka parah. Aku melihatnya sendiri. Besi itu menancap di pahanya," ujar Kayla dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Kamu tenang ya, semua akan baik-baik saja," ujar Zein sambil menggenggam tangan Kayla.
"Aku ingin melihat keadaannya besok, boleh?"
"Tentu. Sekarang, kamu makan lagi ya jeruknya." Zein memberikan seruas jeruk yang telah di bersihkannya ke dalam mulut Kayla.
*
Zein menanti janjinya, saat ini dia membawa Kayla untuk melihat kondisi staf yang telah menyelamatkannya.
"Nona baik-baik saja, Kan?" tanya staf tersebut dengan nada yang sangat khawatir.
Lihatlah, seharusnya Kayla yang mengatakan hal tersebut, tapi, gadis itu langsung menanyakan keadaan Kayla saat dirinya masuk ke dalam ruangan gadis itu.
"Aku baik-baik aja, kamu gimana?"
"Saya gak papa kok, Non. Yang terpenting Nona selamat," ujar gadis itu dengan tulus.
Kayla tak sanggup menahan air matanya, dia pun menangis dan langsung memeluk tubuh gadis yang terbaring di atas tempat tidur tersebut.
"Maafin aku," lirih Kayla.
"Nona jangan minta maaf, sudah tugas saya untuk menjaga keselamatan Nona," ujar gadis itu sambil mengusap punggung Kayla yang bergetar hebat.
*
"Bagiamana?" tanya Zein kepada orang suruhan Lana.
"Ada tiga wanita yang menggunakan dress berwarna biru dengan rambut yang bergelombang," ujar pria itu sambil memberikan tiga foto dari wanita yang menggunakan dress biru.
"Gimana? apa ada salah satu dari mereka?" tanya Lana.
Zein memperhatikan satu persatu foto tersebut dengan teliti. "Apa kamu yakin hanya tiga orang?" tanya Zein memastikan.
"Iya Bos, kami juga sudah memeriksa hasil cctvnya. Dan juga, tidak ada wanita yang menyapa Bos dalam rekaman tersebut."
Zein dan Lana saling memandang, sepertinya mereka hampir saja kecolongan. Cctv sudah di sabotase oleh si pelaku. Zein langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi adik sepupunya itu.
"Abash, tolong periksa cctv Yanga da di gedung tempat kejadian kemarin," ujar Zein kepada kepada orang yang berada di seberang panggilan.
** Yukk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF