
" Mas, fotoin aku dong"
" Cantik banget sih, istri siapa sih.. Seksi lagi.. Tapi jangan umbar di medsos ya.."
" Iya sayang.."
Kesya dan Arka berjalan menyusuri pantai..
" Mas, berdiri di situ deh.. Aku fotoin.."
" Huwaaa... keren banget hasil fotonya.." Ara berteriak histeris saat melihat hasil foto Arka..
" Orang cakep d apain aja tetap cakep yaa.." Tambah Bella..
" Hooh"
Kesya tersenyum manis kepada sang suami. Arka sudah kembali memakai kacamatanya, kemudian menarik pinggang Kesya dan meninggalkan para wanita yang tengah asik berfoto di tempat Arka tadi.
Kesya dan Arka menyiapkan barang mereka, tak terasa waktu liburan mereka sudah berakhir. Semoga di lain mereka bisa kembali berlibur bersama keluarga besar mereka lagi. Tak lupa juga mereka berfoto bersama dengan latar pantai dan hotel yang megah.
Dalam hati Ica, Bella, dan Lena. Kapan lagi bisa foto bareng Tuan Besar dan nona Besar. Bahkan makan di meja yang sama.
" Haaahh.. senangnya.." Ujar Bella saat telah menginjakkan kaki di bandara pribadi Moza.
" Terima kasih Tuan Besar dan Nyonya Besar." Ujar Bella, Ica, dan Lena sambil menundukkan sedikit tubuh mereka.
" Sama-sama "
Papi Farel dan Mami Laura langsung pamit pulang, karena Papi Farel harus bertemu dengan klien yang merangkap sebagai sahabatnya.
" Kalian di antar sana supir ya.." Ujar Kesya kepada Bella, Ica dan Lena.
" Makasih Mbak.."
Perjalanan ke Bali sungguh menyenangkan. Kesya dan Arka beserta Baby twins juga langsung pulang. Begitu pun dengan Bara, Sasa, Mami Shella, Daddy Roy, Mama Rosa, Ayah Nazar, Om Bram dan Mega. Sedangkan Leo dan Anggun mereka memilih untuk mampir ke apartemen Anggun, untuk menyiapkan perlengkapannya. Karena mereka akan melanjutkan perjalanan ke Maldives.
Sudah 5 bulan berlalu dari sejak kepulangan mereka dari Bali. Kehamilan Vina yang sudah membesar dan sering membuat Bara menderita setiap malam pun menjadi satu kebahagian buat Sasa. Yang mana Sasa sudah sangat yakin jika Bara pasti akan lebih memperhatikan dirinya, Sasa tidak sabar menunggu saat itu tiba. Tapi sampai saat ini Sasa belum juga di berikan kepercayaan, sedangkan Anggun saat ini tengah hamil 3 bulan.
Kabar gembira pun datang dari Duda dan Lena. Yang mana Duda di terima sebagai calon suami Lena, pastinya setelah melewati tes membaca Al quran dengan baik dan benar.
Keluarga Duda pun datang setelah sebulan lamaran. Tepatnya saat Duda akan mengucapkan Ijab Qabul. Arka menyuruh supir untuk menjemput keluarga besar Duda, dan menjamu mereka makan di kediaman Moza.
Ami menatap wajah Jodi yang terlihat lebih fresh dan lebih muda. Seakan Jodi melakukan perawatan. Yupps, Jodi memang melakukannya, dan itu ulah dan saran dari Ara, biar Jodi tidak terlihat terlalu tua saat mereka nikah.
" Bang Jodi makin ganteng yaa.." Ami mencoba menyapa Jodi.
" Alhamdulillah, makasih Mi. Ami gimana kabarnya?"
" Alhamdulillah baik bang."
__ADS_1
Ara sudah menatap tajam dari jauh kearah Jodi. Tadi Sasa sempat mengatakan jika Jodi oernah menyukai Ami.
Merasa seperti ada yang mengintai, Jodi mengedarkan pandangannya, hingga berhenti tepat saat matanya bertemu dengan mata Ara yang sudah mengeluarkan lasernya. Ara menatap tajam Jodi, dan memperagakan satu goresan di lehernya. Jodi menelan ludahnya kasar dan bangkit dari duduknya. Padahal sebenarnya dia masih betah ber icara dengan Ami.
Jodi berusaha mengejar Ara yang sudah beranjak dari dapur ke halaman belakang.
" Ara.."
" Apa? Senang yaa datang mantan pujaan hati."
" Dikit" Gumam Jodi yang masih di dengar oleh Ara.
" Ooh, masih ngarep toh rupanya. Yaaiya lah, Kakak itu pintar, cantik, lembut, sopan, anggun, wajar aja Bang Jodi gak bisa move on. Gak kaya Ara yang Bar-bar, bodoh, jelek, terus masih anak-anak di mata Abang."
" Gak gitu sayang." Jodi berusaha meraih tangan Ara.
" Gak usah pegang-pegang." Ara menepis tangan Jodi. Air mata Ara mengalami begitu saja, karena hatinya merasa sakit dan cemburu.
" Maaf yaa sayang. Abang gak maksud gitu. Abang hanya berusaha menjaga silaturahmi."
" Jaga aja terus, gak usah jaga perasaan Ara."
" Sayang, gak boleh gitu.." Jodi memeluk Ara. Walaupun memberontak, Jodi tetap tidak melepaskan pelukannya. Nasib jatuh cinta dengan anak yang masih belum terlalu dewasa ya gini.
" Hiikks.. "
Jodi mengecup pucuk kepala Ara. " Makasih ya, udah cemburu. Itu tandanya kamu sayang dan takut kehilangan aku. Aku gak akan berpaling kok. Aku sudah berjanji akan tetap setia dengan kamu, sampai kamu sendiri yang bosan dengan aku."
" Bohong.. hikkss.."
" Hiikkss, alasan aja.. Padahal nikah gak ada hubungannya sama masa depan aku... hiikkss.."
" Ada Ara. Aku gak akan bisa menahan hasrat aku untuk tidak menyentuh kamu. Dan jika aku sudah menyentuh mu, sudah di pastikan jika kamu akan mengandung buah hati kita di sini." Jodi mengelus perut rata Ara.
" Jika kamu hamil, kamu akan mudah kelelahan, dan kamu gak akan fokus dengan kursus kamu sayang. Dan mimpi kamu akan tertunda dalam waktu yang tidak bisa di pastikan."
"Hikkss.."
" Aku janji, aku akan menikahi kamu setelah kamu lulus kursus dan membuat desaign baju yang menjadi modal utama kamu untuk berkarya."
" Hikkss.. Abang janji??"
" Janji Ara. ya udah, sekarang kamu jangan nangis lagi ya.." Jodi menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Ara.
Di dekat mereka, Arka dan Kesya yang mendengar pembicaraan mereka ikut tersenyum. Gak nyangka jika Jodi bisa membujuk Ara seperti itu, dan menahan hasratnya untuk menikahi Ara. Padahal Om Samsul sudah memberikan restu kepada Jodi untuk menikahi Ara. Tapi Jodi mengatakan jika dia akan menikahi Ara setelah Ara menyelesaikan kursus nya.
Papi Farel, Mami Laura, Daddy Roy, dan Mami Shella menyambut keluarga Duda dengan hangat. Keluarga Pak Rojak pun merasa tersanjung disambut sehangat ini oleh keluarga Kesya dan Arka.
Setelah acara makan siang bersama, mereka duduk sambil bercengkrama. Mendengarkan cerita pak Rojak tentang Arka. Di mana Arka manjat pohon dan terjatuh, hingga memakan mie instan mentah di atas pohon, main hujan, masuk angin, dan di kerok oleh Kesya dengan minya dan koin. Serta Arka yang bermain sawah dan hujan-hujanan. Hingga Arka membangun rumah dan membangun sumur dengan pompa air manual.
Papi Farel tertawa terbahak-bahak, hingga mengeluarkan air matanya.
" Ingat umur Pi, ketawanya jangan kelepasan gitu" Ujar Mami Laura.
__ADS_1
" Raja lucu Mi. Ha..ha..ha.."
Arka yang menjadi topik utama pembicaraan pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Lehah gimana? banyak orderan kue nya?" Tanya Kesya.
" Alhamdulillah Mbak, berkat resep yang Mbak ajarin, rame yang pesan. Ara sekarang juga belajar-belajar buat hias kue Mbak. Lumayan, dari kampung sebelah ada yang pesan kue untuk ultah dan Pernikahan."
" Alhamdulillah.. "
" Nak Jodi gimana? Sudah punya pasangan? Duda sebentar lagi akan mengakhiri masa lajangnya lagi." Tanya Buk Siti.
Jodi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Alhamdulillah, Sudah ada Buk."
" Oh yaa, Alhamdulillah.."
Ara meletakkan bolu potong yang baru saja di masak oleh Kesya. Masih hangat dan mengeluarkan asapnya.
" Cantik banget sih, siapa namanya?" Tanya Buk Siti kepada Ara.
" Ara Buk." Ara mencium punggung tangan Buk Siti.
" Perkenalkan Buk, ini calon istri saya. "
Ami langsung menolehkan kepalanya, hatinya merasa perih saat mendengar Jodi memperkenalkan Ara sebagai calon istrinya. Sedangkan Ara, dia sudah tersipu malu dengan pengakuan Jodi.
" Waah, masih muda banget yaa.. Pinter banget Nak Jodi cari istri.. Masih muda, cantik lagi.." puji Buk Siti.
" Kegiatannya apa nih?"
" Saya ikut kursus menjahit buk"
" Waah, bagus itu loh.. Semoga kamu bisa jadi kayak desainer-desainer yang di TV-TV itu yaa.."
" Aamiin.. Makasih buk"
Persiapan pernikahan Duda sudah 99% selesai, tinggal ijab Qabul nya aja. Mereka semua berangkat dari kediaman Moza ke gedung yang memang sengaja Arka persiapkan untuk pernikahan Duda. Tenang aja Jodi, kamu juga bakal di perlakukan sama kok.
Suara lantang Duda menggema di ruangan luas nan besar itu. Di sambut dengan kata Sah dari para saksi. Alhamdulillah, Lena telah sah menjadi istri Duda.
Sebagai hadiah pernikahan, Arka menyiapkan suite room khusus pengantin untuk Duda daj Lena.
Waahh, bakal nyaman nih kayaknya belah duren..
Ami menatap sendu kepada Jodi yang terlihat bahagia bersama Ara.
" Bukan jodoh mu nak." Bisik Buk Siti.
Ami tersenyum lembut kepada sang ibu. Sepertinya Ami akan menerima cintanya Dokter Ridwan. Yang sudah beberapa kali menyatakan cintanya kepada Ami.
Acara pernikahan Duda berjalan dengan lancar. Duda dan Lena langsung memasuki kamar mereka, sedangkan keluarga juga menginap di hotel Yang sama dengan kamar yang berbeda.
** jangan lupa Tap jempolnya yaa..
__ADS_1
Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.
Mari saling berbagi kebahagiaan. Salam KeSar..