
Kesya menggeliat, dan merasakan sesuatu yang berat di atas tubuhnya. Perlahan Kesya membuka matanya, dan yang pertama kali di lihatnya adalah jakun pria. Kesya mengerjap-ngerjapkan matanya sambil memgingat-ingat memorinya. Perlahan Kesya mengangkat pandanganya, di lihatnya wajah tenang Arka yang sedang tertidur dengan napas yang teratur.
Kesya melihat posisi tidurnya. Kaki Kesya yang berada di atas tubuh Arka, seolah sedang memeluk guling. Kesya membuka mulutnya tak percaya dan mengerjap-ngerjapkan kembali matanya, tanpa Kesya ketahui jika Arka sudah terbangun sebelum dirinya.
"Apa kau akan terus memainkan matamu? Bulu mata mu sangat menggelitik ku" Ujar Arka yang membuat Kesya menutup matanya seolah-olah masih tertidur.
Arka membuka matanya dan melihat ke arah kesya yang menutup matanya.
"eeaammnynnymmnymm" Gumam Kesya sambil menurunkan kakinya yang berada di atas paha Arka, dan membalik tubuhnya secara perlahan seolah-olah dirinya masih tertidur.
Arka mengeratkan pelukannya membuat Kesya terpekik tertahan.
"Akting mu buruk" Bisik Arka yang membuat bulu kuduk Kesya merinding.
"Baik lah, lanjutkan tidurnya selagi aku mencumbu mu." Bisik Arka menggoda karena tidak mendapat respon dari Kesya.
Kesya sudah merutuki dirinya yang jika tidur tidak bisa mengontrol keanggunan tidurnya. Padahal sebelum tidur kesya sudah memperingatkan dirinya agar memingat jika ada Arka di sebelahnya.
Kesya meremas kedua tangannya, Saat merasakan sesuatu yang dingin mendarat di ceruk lehernya. Kecupan-kecupan yang di berikan Arka membuat Kesya harus menahan rasa gelinya, terlalu malu bagi Kesya karena ketahuan berbohong dengan masih pura-pura tidur.
Arka terus mengecup dan menggoda Kesya, memberikan gelenyar aneh di dalam dirinya, rasa geli, merinding, dan menggelitik dari hati hingga keperutnya. Saat tangan arka mulai bermain, meraba perut rata Kesya, membelainya, dan perlahan naik, semakin naik, dan mendekati gunung kembar milik Kesya, saat itu Kesya langsung bangkit dan menutup tubuh bagian depannya dengan kedua tangannya. Dan memasang wajah ngambeknya.
Arka terkikik melihat tingkah Kesya yang lucu, jangan lupakan wajah Kesya yang memerah dan menatapnya tajam.
"Bukannya kamu sedang tertidur?" Goda Arka.
" Baik lah.. baiklah, Aku sudah terbangun dari tadi. Puas?" Geram Kesya.
Arka mendekatkan tubuhnya yang mana membuat Kesya juga memundurkan wajahnya. "Aku suka kepura-puraan mu tadi sayang" Bisik Arka yang mana semakin membuat jantung Kesya semakin berdebar tak beraturan dan wajahnya yang sudah Semerah tomat matang.
Cup
Kesya membelalakkan matanya, "Morning kiss" Ujar Arka dan bangkit dari tempat tidur.
Arka meninggalkan Kesya yang masih dalam keterkejutannya. Membersihkan diri dan menidurkan sesuatu yang terbangun kembali karena sentuhan kaki Kesya yang semalaman bergerak di atasnya, membuat si empu nya tidak bisa tidur.
"Dasar jorok" Teriak Kesya.
Arka keluar dari kamar mandi. " Ayo kita solat subuh" Ajak Arka yang melihat Kesya masih bergelut kembali dengan gulingnya.
Kesya bangun dari tidurnya dan membersihkan diri. Setelah selesai, mereka berdua pun solat subuh bersama.
__ADS_1
Setelah solat subuh, Kesya dan Arka bersiap untuk pergi ke hotel, karena acara resepsi pernikahan akan di adakan di Hotel utama milik group Moza.
" Sudah siap? " Tanya Arka kepada Kesya.
" Iya sudah"
Arka dan Kesya pun turun menemui keluarga yang lain.
Yupp, hari ini adalah di mana akan menjadi hari bersejarah kedua bagi Arka dan Kesya. Yang mana resepsi pernikahan mereka akan di adakan dari pagi hingga malam.
Arka dan Kesya, beserta keluarga besarnya akan mengadakan sarapan bersama dengan anak yatim piatu, ada 500 lebih anak yatim piatu yang di undang oleh Arka. Anak yatim yang di undang dari beberapa panti asuhan yang sering di datangi oleh keluarga Moza.
Sesampainya di hotel, Arka dan Kesya langsung di sambut, begitu juga dengan keluarga besar Kesya dan Moza.
Arka dan Kesya memasuki kamar yang sudah di siapkan oleh pihak hotel, yang mana akan di jadikan untuk ruang ganti bagi Arka dan Kesya. Di dalam kamar juga sudah ada MUA terbaik dan Timnya, serta Dewi dan timnya yang siap memakaikan beberapa gaun yang akan di pakaikan hari ini kepada Kesya.
Pagi ini Kesya akan menggunakan gaun terusan berlengan panjang, bermotifkan kain renda, tak lupa Kesya juga menggunakan hijab pagi ini karena akan ada acara pembacaan doa dan mendengarkan ceramah dari salah satu Ustadz yang terkenal gokil, Ustad Das'ad Latif. Gaun yang dikenakan Kesya berwarna Merah maroon, yang mana warna tersebut adalah warna kesukaan Arka. Begitu pun dengan Arka, yang menggunakan Baju semi Koko yang berwarna merah maroon, di padukan dengan celana bahan hitam. Terlihat sederhana memang, tapi kecantikan dan ketampanan mereka membuat pakaian yang mereka kenakan menjadi sangat berkelas.
Di restoran hotel yang sudah di sulap untuk acara sarapan bersama anak yatim pun, sudah tersedia makanan mewah nan lezat. Anak yatim dan keluarga besar sudah berada di restoran tersebut, MC mengumumkan kedatangan Arka dan Kesya saat masuk kedalam restoran, semua orang bertepuk tangan dan pujian pun terdengar di segala penjuru ruangan.
Sarapan pun di mulai dengan pembacaan doa yang di pimpin oleh Ustad. Dengan menyebut Bismillahirrahmanirrahim.
Setiap satu suapan sendok pun mulai masuk kedalam mulut. Arka dan Kesya sengaja tidak duluan makan, karena mereka ingin jika Anak dari panti lah yang duluan menyuapkan nasi kedalam mulut mereka.
Pelayan pun membawa beberapa cemilan dan buah. Dan saat pelayan lain membawa troli berisikan Cake yang indah, Para anak Panti berdecak kagum dengan mata berbinar menatap beberapa Cake raksasa tersebut.
Cake -cake tersebut memang di siapkan untuk di nikmati bersama Anak Panti.
MC memilih 7 Anak Panti sebagai perwakilan untuk menerima Cake pemberian Arka dan Kesya. Kesya dan Arka memegang pisau panjang dan memulai memotong Cake yang berbentuk istana, dan memberikannya kepada 7 anak panti yang terpilih tadi untuk menerima Cake tersebut. Kemudian para pelayan pun mulai memotongi Cake tersebut dan membagikannya kepada anak-anak panti, sesuai dengan cake pilihan mereka.
Setelah Cake selesai di nikmati, MC mempersilahkan kepada Ustad Das'ad Latif untuk memberikan ceramah untuk semua yang hadir, dan memberikan pesan untuk kedua pengantin.
Ceramah pun di mulai, banyak pesan yang di sampaikan oleh ustad, dan banyak juga tawa yang terdengar karena memang ceramah ustad yang lucu dan tidak membosankan. Ceramah selesai dan di tutup oleh pembacaan doa.
Arka mengumumkan kepada Para anak panti, akan memberikan beasiswa ke luar negeri bagi Anak Panti yang memiliki nilai tinggi dalam setiap mata pelajaran. Yang mana di sambut antusias oleh anak-anak panti.
Jam sudah menunjukkan pukul 11, tanpa terasa memang waktu berjalan dengan cepat. Arka dan Kesya pun kembali ke kamar ganti, mereka akan beristirahat sekitar 30 menit sebelum kembali mengganti pakaian.
__ADS_1
" Makasih ya Mas" Ujar Kesya yang saat ini sedang berada di dalam pelukan Arka.
" Makasih juga buat kamu yang udah hadir di kehidupan saya" Ujar Arka yang semakin mengeratkan pelukannya.
Arka melepaskan pelukannya, dan mengjak Kesya untuk berbaring. Menghilangkan penat, mengistirahatkan tubuh untuk acara selanjutnya.
Sudah 45 menit berlalu, Tapi Arka masih enggan untuk memanggil Tim MUA dan Tim Desainer.
" Mas, ini sudah lebih dari 30 menit loh" Ujar Kesya yang mencoba melepaskan pelukan Arka.
" Sebentar lagi" Ujar Arka yang masih meutup matanya.
Arka mulai merasa letih, karena semalaman dirinya memang tidak tidur. Yaa, tau lah kenapa Arka tak tidur, karena pergerakan kaki kesya yang kembali membangunkan juniornya.
Arka memijit sedikit kepalanya, itu juga karena Arka berkali-kali keramas, dan tidur dengan keadaan rambut yang masih setengah basah.
" Mas pusing?" Tanya Kesya yang melihat Arka sudah tidur telentang dang memicit pangkal hidungnya.
" Sedikit, semalam saya gak bisa tidur" Uajr Arka jujur.
" Kenapa?" Tanya Kesya polos.
" kamu semalaman membangunkan junior saya" Ujar Arka sambil menatap Kesya menggoda.
Wajah Kesya langsung berubah memerah saat mengingat dirinya yang tidur dengan meletakkan satu kakinya di atas tubuh Arka.
Kesya melihat Arka yang masih terus memijit keningnya. Kesya pun duduk dan mengambil alih pijitan di kening Arka.
Arka tersenyum bahagia. Karena Kesya memiliki rasa kepedulian terhadapnya. Dan itu salah satu dari rasa cinta Kesya yang masih enggan untuk dia nyatakan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Readers... jangan lupa like dan komen yaa..
Dan jangan ngiler juga liat kue nya. Secara author udah ences-ences ngebayangin makan kuenya.