KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 39 ' Hadiah dari Ayah'


__ADS_3

Hari yang menegangkan bagi Kesya pun tiba. Dengan menggunakan rok panjang berwarna hitam, dan baju kemeja putih. Serta sepatu flat shoes berwarna hitam. Serta rambuy yang di sanggul sendiri oleh Kesya. Kesya siap dengan laptop dan berkas di depannya. Dan siap menyandang gelas Magister-ny di belakang namanya.


Arka sudah mengirimkan pesan untuk menyemangati Kesya. Di hari spesial ini Arka belum bisa pulang, karena dirinya yang masih di sibukkan dengan berbagai pekerjaan yang tidak bisa di tinggal. Karena Arka sedang membuat proyek kerja sama yang akan semakin membesarkan nama Group Moza.


45 menit telah berlalu dengan begitu cepat, Tapi Kesya merasakan waktu tersebut berputar sangat lambat seperti sudah seharian dia melaluinya.


Turut hadir Mami Shella, Daddy Roy, Ayah Nazar, Puput, Dara, dan Dilan yang turut ikut memberikan dukungan kepada Kesya.


Hasil sidang Kesya memuaskan dengan mendapatkan nilai A+. Dan Kesya berhasil mendapatkan gelar Kesya Az-Zahra, M.M.


Semua keluarga turut bahagia dengan keberhasilan Kesya karena mendapatkan predikat terbaik lagi.


Ayah Nazar telah memelikan sebuah hadiah yang tidak terduga untuk Kesya. Setelah acara selamatan Kesya dengan makan-makan di sebuah cafe. Ayah Nazar mengajak Kesya dan keluarga lain menuju sebuah toko yang sudah di siapkan jauh hari oleh Ayah Nazar untuk Kesya. Dan ini adalah saat yang tepat untuk memberikan hadiah tersebut.


Sebuah Toko kue lengkap dengan isinya, Atas nama Kesya sebagai hadiah keberhasilan nya meraih gelas Magister dari Ayah Nazar. Kesya sungguh terharu dan memeluk Ayah Nazar sambil menangis bahagia. Tekad Kesya untuk sembuh semakin kuat. Impiannya membuka Toko kue pun akan segera terwujud.


Kesya hanya perlu menambahkan sedikit sentuhan agar tokonya terlihat sempurna sesuai keinginannya. Toko yang bernuansa cafe mini, untuk setiap pelanggan yang ingin menikmati kue buatannya langsung.


Rasa syukur yang teramat dalam di ucapkan Kesya. Dilan juga memberikan sebuket mawar yang indah untuk Kesya. Dan Dilan juga mengajak Kesya untur dinner, yang pastinya sudah mendapatkan izin dari Ayah Nazar dan Daddy Roy.


Jam sudah menunjukkan pukul 7, Kesya sudah bersiap dengan gaun berwarna hitam yang berlengan panjang, dan panjang selutut. Dengan rambut tergerai yang hanya di sematkan dengan jepit rambut yang berbentuk pita berwarna coklat susu. Terlihat sederhana, tapi sangat Elegan.


Saat Kesya ingin mengambil sepatu di rak sepatunya yang berada di dalam kamarnya. Kesya menatap sepatu pemberian Arka. Sepatu yang indah. Dan Kesya tau bahwa sepatu itu sangat mahal'. Karena di berita sudah di jelaskan secara keseluruhan dengan rinci semua pundi rupiah yang Kesya pakai pada saat malam resepsi pernikahan Vina.


Kesya menghela napasnya pelan. Dia meraih ponselnya, tapi tidak ada satu pesan atau panggilan telpon dari Arka. Mungkin dia sibuk, fikir Kesya.


Kesya pun mengambil sepasang sepatu flat shoes polos berwarna coklat susu yang senada dengan jepit rambutnya. Kesya menuruni tangga, dan mendapatkan Dilan yang sedang menatapnya tanpa berkedip sedang duduk dengan Ayah Nazar.


Sesampainya Kesya di luar rumah, Kesya mendapatkan Vina yang baru sampai dari bulan madunya. Seharusnya Vina pulang seminggu lagi, tapi karena ada urusan mendadak yang harus ditangani oleh suaminya, jadi bulan madu mereka di percepat.


"Mbak Vina?" Pekik Kesya.


Kesya langsung berlari dan memeluk Vina. Tanpa Vina memperhatikan penampilan Kesya, dan Kesya yang tidak memingingat Dilan yang sudah menunggunya di depan mobil. Vina menarik tangan Kesya untuk masuk kedalam rumah Mami Mega.


Didalam rumah mereka saling melepas rindu, begitu juga dengan Mami Mega. Dilan sudah menunggu Kesya 30 menit untuk keluar dari rumah Vina, namun Kesya tidak kunjung keluar juag. Dilan pun memutuskan untuk kembali kedalam rumah. Sesampainya di dalam rumah, Dilan bertemu dengan Mami Shella, dan menanyakan kenapa Dilan kembali. Setelah Dilan mengatakan bahwa Vina batu saja sampai, dan Vina menarik Kesya kedalam rumahnya, Kesya belum keluar sampai sekarang. Mami Shella merasa tidak enak hati dengan Dilan.

__ADS_1


" Yaa sudah, biar Tante panggil Kesya nya yaa" Ucap Mami Shella.


Dilan hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan Mami Shella. Dilan pun menunggu kepulangan Kesya di ruang tamu.


" Assalamualaikum" Ucap Mami Shella.


" Walaikumsalam salam," Ucap Kesya, Vina, Tante Mega, dan Vano bersamaan.


"Mami??" Teriak Vina, dan berlari memeluk Mami Shella.


" Sini duduk Jeng" Titah Tante Mega.


Mami Shella pun duduk di sebelah Tante Mega. Mereka membongkar sebagian Oleh-oleh yang bisa di makan. Sakin keasyikannya bersenda gurau sambil menikmati oleh - oleh, Mami Shella lupa tujuan utamanya datang ke rumah Tante Mega.


Om Bram yang baru keluar dari ruang belajarnya pun ikut nimbrung menikmati oleh-oleh yang di bawa oleh Vina dan Vano. Seketika mata Om Bram melihat ke arah Kesya yang sudah rapi.


" Kesya baru pulang pesta? " Tanya Om Bram.


Semua mata langsung tertuju kepada Kesya. Kesya masih bingung dan masih mencerna ucapan Om Bram.


Kesya menepuk jidadnya. Bagaimana bisa dia lupa dengan Dilan. Padahal mereka tinggal pergi.


" Ya ampun Mi, Kesya lupa. Ya udah deh Mbak, Tante, Kak Vano, Om Bram, Kesya pamit dulu yaa.." Ucap Kesya.


Kesya pun bergegas keluar dan berlari kecil menuju rumahnya. Saat Kesya masuk, Kesya sudah mendapati Dilan sedang duduk di ruang tamu dengan memainkan Handphone nya.


" Maaf ya Mas Dilan. Kesya kesenangan karena kepulangan Mbak Vina." Ucap Kesya..


" Gak pa-pa Key " Ucap Dilan dengan senyum yang dipaksakan.


" Eemm, kita pergi sekarang?" Tanya Kesya ragu.


" Kamu gak liat sekarang sudah jam berapa?" Tanya Dilan.


Kesya melirik ke jam tangan yang di pakainya. Sudah jam 9 malam ternyata. Dan Kesya benar- benar merasa tidak enak dengan Dilan.

__ADS_1


" Maaf ya Mas. Emm, Mas udah makan? atau Mas mau makan di luar?" Tanya Kesya .


Belum Dilan menjawab, Dara sudah menghampiri keduanya.


" Papa sudah pulang? Papa kita tidur yuuk, Dara ngantuk. Papa bacain buku cerita yang kita beli waktu itu ya" Pinta Dara.


Dilan pun menggendong Dara dan mengajaknya ke kamar. Setelah berpamitan kepada Kesya. Baru beberapa langkah, Dilan kembali menghadap Kesya.


" Besok, mau kan kita jalan-jalan bareng Dara" Ajak Dilan.


Kesya pun tersenyum dan mengangguk tanda setuju.


" Horeee, besok kita jalan-jalan ya Tante." Sorak bahagia Dara.


Kesya pun juga ikut melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Kesya mengganti bajunya dengan baju tidur, dan membersihkan wajahnya. Kesya kembali melihat Handphone nya. Entahlah, Kesya seperti merasa kehilangan sesuatu. Tetapi Kesya sendiri tidak tau apa itu.


.


.


.


.


.


.


Like + Vote + Rate + Komennya di tunggunya..


Salam Hangat dari Arka.


Yang rindu Arka sabar ya... Bab selanjutnya bakal Ada Arka kok. sekalian Author kasih Visualnya.


Siap-siao menghalu nya yaa..

__ADS_1


__ADS_2