KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 175


__ADS_3

"Ila, ada yang mau kakak katakan sama kamu," ujar Zein.


"Hmm, katakan saja,"


Zein meraih tangan Kayla dan menggenggamnya dengan hangat. "Kalau Kakek meminta kita menikah, apa kamu siap?"


Zein tahu, saat ini Kayla tengah terikat kontrak dengan perusahaan musik untuk bersedia tidak menikah selama dua tahun. Maka dari itu, Zein dan Kayla belum meresmikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan.


Kayla masih diam, gadis itu menundukkan kepalanya menatap tangan Zein yang menggenggam tangannya.


"Jika kamu memikirkan tentang denda, maka aku akan membayar semuanya." azein mengusap pipi Kayla dengan lembut.


Kayla mengangkat wajahnya dan menatap mata Zein. "Kak, bukannya aku gak mau, tapi bagaimana dengan karir aku?" tanya Kayla.


Impian Kayla adalah menjadi guru musik yang terkenal, apa lagi Kayla adalah seorang pemain musik yang handal, terutama pada alat musik Cello.


Kayla sering bermain dengan para orkestra ternama, bahkan dalam beberapa bulan lagi Kayla akan mengadakan konser pertamanya di Inggris. Dalam waktu dekat juga, Kayla akan berangkat ke Inggris untuk latihannya.


Kayla sudah menduga saat Kakek meminta dirinya dan Zein bertemu. Tapi, saat ini impian Kayla sedang berada di depan matanya. Sedikit lagi, Kayla akan mewujudkan mimpinya menjadi seorang pemain Cello terkenal.


"Ila___"


"Kak, kasih Ila waktu, Ila mohon,"


Zein pun menarik tubuh Kayla ke dalam pelukannya. Zein tahu, ini keputusan yang berat bagi Kayla. Zein juga tahu, jika ini adalah impian Kayla sedari dulu. Tak mudah bagi Kayla sampai ketahap ini, banyak perjuangan yang telah Kayla tempuh.


Bukan sekali ini kesempatan itu datang, tetapi, Kayla terpaksa melepaskan kesempatan itu karena tangannya yang cidera. Dan, kali ini kesempatan itu kembali datang, tentu saja Kayla tak akan mudah melepaskan kesempatan itu seperti sebelumnya.


Zein terus mengusap punggung Kayla, tanpa Zein lihat pun, pria yang irit bicara itu sudah tahu jika sang tunangan tengah menangis dalam pelukannya.


*


"Tuan Zein dan Nona Kayla sudah datang," ujar seorang asisten rumah tangga.


Zein dan Kayla pun langsung di suruh menuju ruang keluarga, di mana seluruh keluarga telah berkumpul.


"Duduk Zein, sini, dekat kakek, Kayla!" panggil Kakek Farel dengan suara yang lirih.


Kayla dan Zein pun duduk di setiap sisi Kakek Farel. Kakek mengulurkan tangannya untuk di genggam oleh sang cucu.


"Zein, Kayla, Kakek mau ngomongin hal yang penting. Kakek takut, jika umur kakek tidak akan lama lagi,"


"Kek, jangan bicara begitu," ujar Kayla dengan mata yang sudah di genangi oleh air mata.

__ADS_1


"Zein, Kayla, Kakek ingin kalian segera menikah," ujar Kakek Farel langsung.


Kayla dan Zein pun saling pandang. Apa yang mereka pikirkan benar. Tujuan Kakek Farel memanggil mereka berdua karena untuk mempercepat pernikahan mereka.


Kayla memutuskan pandanganya, dia menunduk dan ingin meminta maaf kepada Kakek Farel, tapi, belum lagi suara Kayla keluar, Zein telah duluan bersuara.


"Zein akan siapkan segalanya, sesuai keinginan kakek," ujar Zein yang tak tega menolak permintaan kakek.


Kayla langsung mengangkat kepalanya dan menatap Zein dengan penuh tanya. Padahal mereka sudah sepakat untuk menolak keinginan sang Kakek.


"Alhamdulillah, kakek senang mendengarnya," seru kakek Farel sambil menarik napasnya panjang.


*


"Ila," panggil Zein.


Kayla tetap melangkahkan kakinya menjauh dari Zein.


"Ila, kita harus bicara" ujar Zein yang sudah berhasil menarik tangan Kayla.


"Kakak egois," desis Kayla dengan mata memerah.


"Aku yang egosi atau kamu?" tanya Zein balik.


"Ini impian aku kak! Sejak dulu, sedari aku mengenal Cello. Aku ingin menjadi pemain Cello terkenal, kakak tau itu. Jauh-jauh aku kuliah musik hanya untuk meraih impian aku, kak. Impianku sudah berada di depan mata. Hanya tinggal 2 bulan lagi, Kak. Dua bulan lagi." geram Kayla.


"Oh yaa, lalu? setelah kita menikah? Apa lagi? Kakak meminta hak kakak sebagai suami, bukan? Lalu? Bagaimana jika aku hamil setelah kita melakukannya? Apa kakak berpikir hingga kesana?" kesal Kayla.


"Kamu pikir aku menikahi kamu, hanya karena untuk melepaskan napsuku? Kamu salah Ila, aku menikahi kamu karena aku yakin, jika hanya kamu yang pantas menjadi istri aku,"


"Dan saat ini aku gak siap jadi istri kakak."


"Ila," lirih Zein dengan suara bergetar.


"Kakak ingin menikah? Silahkan, Kakak bisa cari lain, bukan aku."


Kayla pun berbalik dan meninggalkan Zein yang terpaku dengan kata-katanya. Tanpa mereka sadari, jika Lucas mendengar semua percakapan mereka.


*


"Rooftop?" ajak Lucas yang melihat Zein sedari tadi termenung memandang api unggun yang mereka pasang di halaman rumah Kakek Farel. Malam ini mereka akan menginap di sini.


Zein menggeleng dan kembali menatap api yang tengah berkobar.

__ADS_1


"Gue buaknnya membela Kayla, tapi gue juga gak bilang kalau apa yang Kayla putuskan benar."


Zein langsung menoleh kearah Lucas. Pria itu tersenyum dan kemudian menatap kearah api unggun.


"Lo pernah bilang, demi Kayla, Lo rela menunda pernikahan kalian. Hanya sedikit lagi, Kayla meraih semua usahanya. Lo mau hancurin itu semua?" tanya Lucas.


"Gue hanya gak ingin melihat kakek sedih. Gue cuma ingin mewujudkan impian Kakek. Apa gue salah?" tanya Zein.


"Lo gak salah, Kayla gak salah, kakek gak slaah, tapi waktu saja yang tak berpihak kepada Lo saat ini. Lo lagi di uji dengan waktu."


"Gue cuma ingin menikah, udah, bahkan jika Ila meminta untuk tak menyentuhnya, gue gak akan menyentuhnya sama sekali. Tapi gue rasa, Ila gak akan percaya dan mau mengerti."


"Bukan Kayla yang gak mau mengerti, mungkin saja saat ini Ila juga sedang bingung apa yang sedang kalian hadapi. Saran gue, bicarakan hal ini baik-baik dengan Kayla! Hanya kalian berdua yang bisa menemukan titik terang untuk masalah ini," Lucas menepuk bahu Zein sebelum dia pergi meninggalkan sepupunya itu.


*


"Ma, hiks ... Apa Ila egois? Bukannya Ila gak ingin menikah, tapi Ila ingin mewujudkan cita-cita Ila! Apa Ila salah, Ma?" tanya Kayla kepada sang Mama.


Mama Rosa pun mengusap bahu sang anak dengan lembut. "Ila gak salah, hanya waktu saja yang tidak berpihak kepada kalian saat ini."


"Ila harus apa, Ma? Apa Ila harus mengorbankan kembali mimpi Kayla untuk tampil di atas panggung?"


"Saran Mama, bicarakan hal ini dengan kepala dingin bersama Zein."


"Bagaimana jika Kak Zein masih ngotot ingin menikah?"


"Mama yakin, Zein adalah orang yang pasti bisa mengambil keputusan dengan benar, percayalah kepada Mama."


Kayla menarik napasnya dalam, orang yang mengenal Zein, selalu memberi nilai jika dia adalah pria yang bijak, tapi, Zein sebenarnya adalah orang yang egois. Zein selalu mengambil keputusan tanpa meminta izin dari Kayla. Bahkan, saat mereka di luar negri pun, Zein yang memutuskan hubungan Kayla dengan pacarnya.


Ya, Kayla memiliki pacar, tanpa sepengetahuan Quin, Anggel, dan Raysa. Namun, Zein dengan seenaknya menyuruh Kayla putus dan tak ta boleh berhubungan dengan pria mana pun. Sedangkan, Zein saat itu tak mengatakan jika dia mencintai Kayla, hanya ciuman yang sering Zein berikan di saat Kayla selalu melawan kehendaknya.


Karena ciuman itu, Kayla tak bisa lepas untuk tak mencintai Zein. Dari awal Kayla mengenal yang namanya jatuh cinta, hanya Zein Yanga da di hati Kayla.


Surat cinta untuk Lana? hahaha... itu hanya sesuatu hal untuk mengelabui perasaannya kepada Zein.


** Yukk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2