KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 198 " Akhir, tapi belum berakhir"


__ADS_3

Arka memeluk sang istri yang terus menangis karena kesal dengan dirinya.


" Maaf yaa sayang. Aku terlalu sibuk. Tau sendiri kan kerjaan aku gimana. Maaf yaa.."


" Hikkss.."


Arka membawa Kesya kerumah Mami Shella. Kesya menolehkan kepalanya saat mobil Arka sudah terparkir cantik di halaman rumah Mami Shella.


" Ngapain ke sini?"


" Kamu kan mau kejutan, jadi aku masak dulu di rumah, buat kasih kejutan buat kamu."


" Terserah." Kesya turun dari mobil dan masuk dengan tergesa.


Di dalam rumah ternyata sudah ada Baby twins dan Encusnya. Ternyata Arka juga sudah mengungsikan kedua anaknya kerumah Mami nya.


"Mi, titip mereka yaa, Arka mau kerja lagi. Ada kerjaan yang harus di selesaikan."


" Iya, kamu tenang aja. Mereka aman di sini."


Kesya Yang mendengar percakapan Mami dan Suaminya menjadi semakin kesal. Lihatlah, dia sudah masuk kedalam kamar dan menguncinya. Seperti Naka gadis yang tengah merajuk.


Mami Shella dan Arka sudah terkekeh melihat tingkah Kesya.


"Merajuk dia Ar."


" Iyaa Mi "


Arka pun pulang dan melancarkan aksinya. Setelah sore tiba, Arka kembali menjemput Kesya. Arka tersenyum saat Kesya memakai baju yang sudah di siapkannya. Walaupun dandanan Kesya terlihat tipis, tapi tetap saja dia terlihat sangat cantik. sepertinya istrinya itu sengaja tidak berdandan semaksimal mungkin. xixixix....


Mobil Arka sudah terparkir indah di kediaman rumah Moza.


"Mau apa?" Kesya masih kesal dengan Arka.


" Tutup mata kamu sayang. Kan mau kasih kejutan."


Kesya mendengus kesal. Makan malam di rumah aja mesti tutup-tutup mata segala. Tapi Kesya tetap membiarka menutup mata dengan kain.


" Aammpp.." Kesya terkejut saat merasa tubuhnya melayang. Kesya langsung mengalungkan tangannya keleher Arka.


Kesya hanya merasakan pergerakan Arka yang masih setiap menggendongnya ala bridal style. Kesya mengernyitkan keningnya saat merasa Arka tidak menaiki tangga.


" Kita kemana Mas?" tanya Kesya yang sudah penasaran. Pasalnya Kesya merasa Arka berjalan sangat jauh.


" Meja makan. Mas sudah masak makanan yang kamu suka."


Dalam hati, Kesya berfikir mungkin Arka membawanya makan romatis di pinggir kolam renang.


Kesya merasakan jika Arka berhenti melangkah. Perlahan Arka menurunkan Kesya.


" Kamu siap dengan kejutannya?" Bisik Arka.


" Heem, makan malam pinggir kolam aja pun." Gumam Kesya.


Arka mengulum senyumnya. Perlahan Arka membuka kaitan penutup matanya. Kesya mengernyit saat cahaya perlahan masuk menusuk matanya. Kesya membuka pelan matanya dan menatap bangunan yang berkesan sederhana tapi terlihat sangat mewah.


" Mass, Rumah siapa ini?"


" Ini rumah kita." Arka memeluk Kesya dari belakang.


" Ru-rumah...hiiks.. Rumah kita."


" Iyaa sayang, ini rumah kita. Kamu Nyonya satu-satu nya di rumah ini."


Kesya membalikkan tubuhnya menghadap Arka.


" Mass... hiks.."


Arka menghapus air mata Kesya. " Maaf ya, Mas sengaja bikin kamu kesal. Biar feel nya dapet. Kamu senang kan?"

__ADS_1


" Banget Mas. Makasih.. Hikss.. Kesya memeluk tubuh Arka.


" Kita masuk yukk.."


" Aammppp" Kesya terkejut saat Arka kembali menggendongnya.


" Biar serasa pengantin Baru."


Kesya mengalungkan tangannya di leher Arka. Dan mengecup bibir Arka. Kesya tersenyum sangat manis.


Kesya memandang seluruh ruangan.


" Mas sengaja tidak memenuhi semua perabotan. Biar kamu yang memilihnya nanti. Dan kamu yang mengaturnya ingin di susun di mana aja." Ujar Arka seakan tau apa yang di fikirkan oleh Kesya.


Arka menurunkan Kesya di depan meja yang sudah di tata rapi dengan lilin di atas meja dan hidangan yang sudah tersaji.


" Anggur?" Ujar Kesya saat melihat dua gelas sloki yang berisi air kemerahan.


" Bukan, itu teh Mawar. Aku kan udah Janji untuk tidak menyentuh minuman beralkohol sayang."


Arka menarik kursi dan mempersilahkan Kesya duduk.


" Makasih Mas."


Mereka pun makan malam dengan diselingi musik. Sambil bercerita dan tertawa, mengenang masa-masa indah yang pernah mereka lalui.


Selepas makan, Arka mengajak Kesya untuk berdansa. Dengan bergerak kekiri dan kanan, mengikuti alunan musik.


Arka mendekatkan wajahnya dan mencium bibir pink Kesya yang menggodanya. Mereka larut dalam ciuman yang hangat, saling menc***p dan menghisap. Arka menghentikan ciuamnnya saat merasakan kehabisan napas. Di hapusnya jejak Saliva yang tertinggal.


" I love you more. Kesya Az-Zahra."


Arka kembali mencium bibir Kesya. Kali ini dengan penuh napsu, Arka menyelusupkan lidahnya ke mulut Kesya, dan mengabsen semua rongga yang ada di sana.


Tangan Arka tidak yang memeluk pinggang Kesya, sudah mulai menurunkan resleting bagian belakang baju Kesya. Arka mengangkat tubuh Kesya dalam sekali gerakan dan menggendong Kesya seperti anak koala.


 


" Kalian beneran bakal pindah?" Mami Laura bertanya dengan sendu.


" Iya Mi, semua perabot sudah terisi. Mungkin bulan depan kami akan segera pindah."


" Kenapa harus pindah sih.. hikkss.."


" Mi, kita pindahnya kan gak jauh. Lagian Mami bisa setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik jika Mami mau datang berkunjung. Rumah kami kan di sebelah rumah Mami."


" Iyaa Sih, tapi Mami merasa sepi kan di rumah , Hiikss "


" Mi, mereka juga punya privasi" tegur Papi Farel.


Setahun kemudian, Kesya dan keluarga sudah mulai tinggal di rumah baru mereka, yang mana bersebelahan dengan kediaman Moza. Bahkan pagar sampingnya juga sengaja dibuat terhubung.


Kesya mengadakan Acara syukuran di rumah barunya. Kesya juga mengundang teman radio nya beserta seluruh anak buahnya yang ada di toko kue. Ah ya, toko kue Kesya sudah buka cabang di dekat kediaman mereka. Lebih besar dari toko yang pertama kali Kesya miliki.


" Pelan-pelan Mbak jalannya." Kesya membantu Sasa yang tengah hamil tua, dan bisa di bilang sedang menunggu hari kelahirannya.


" Iya Key."


Ara juga tengah hamil muda, seharusnya saat ini Ara sedang berada di Paris, mengadakan acara fashion show nya di sana. Namun Ara meminta Tante Dewi yang menggantikannya, karena Ara merasa tidak sanggup untuk perjalanan jauh. Jodi juga sudah membuka tempat kursus untuk latihan Bella diri. Dan semua pengawal keluarga Moza, pasti akan di seleksi oleh Jodi dan Duda.


Acara syukuran terasa hikmat dengan pembacaan doa dan ayat suci Alquran. Hingga sampai di detik kehebosan Bara dan Mami Shella, yang mana tiba-tiba saja Sasa meringis dan ternyata sudah pecah ketuban.


(Lanjut di novel mereka ya..)


Kesya merasa senang dan sangat bersyukur. Karena semuanya berjalan dengan lancar. Tamu yang hadir juga sangat ramai, dan makanan pun tidak banyak yang terbuang. Mereka makan sampai habis, hanya bersisa tulangnya saja. Kue-kue yang Kesya sediakan juga ludes habis laris manis.


Veer dan Qila juga terlihat sudah tertidur. Mereka banyak bermain lari-lari bersama Lana dan yang lainnya. Kesya sangat bersyukur, masih bisa merasakan nikmat yang tidak bisa di beli dengan uang. Yaitu kebahagiaan dan kebersamaan.


Enam bulan kemudian.

__ADS_1


" Veer... Qila..." Kesya tengah mengawasi kedua buah hatinya itu bermain. Kesya mengelus perutnya yang sudah terlihat besar, padahal kehamilannya baru memasuki bulan ke 5. Namun karena Kesya kembali mengandung bayi kembar, jadi perut Kesya terlihat besar.


Kelahiran bayi ketiga dan keempat Kesya dan Arka berjalan secara normal. Yaa, walaupun Arka meminta Kesya melahirkan secara Caesar, tapi Kesya berhasil melahirkan putra-putra mereka secara normal dan sehat. walaupun satu bayi mereka dengan posisi sungsang. yang mana membuat Kesya kesusahan dalam melahirkan dan banyak mengeluarkan darah, hingga Kesya harus diberi darah tambahan.


" Siapa namanya Raja?" Tanya Papi Farel.


" Arash Mahaputra Moza dan Abash Mahaputra Moza."


" Nama yang bagus.." Seru semuanya.


 


Waktu terus berjalan, tak terasa umur Arash dan Abash sudah menginjak 4 tahun. Sedangkan Veer dan Quin. Quin? Yaa, Qila sekrang di panggil Quin. Veer lah yang pertama kali memanggilnya Quin. Karena Qila satu-satunya putri di rumah kediaman Raja. Veer dan Quin sudah berumur Tujuh Tahun. Mereka sekolah ditempay yang sama. Bersama dengan Lana. Pria bermata biru dengan kulit yang sedikit kecoklatan.


Dua tahun kemudian, Kesya kembali hamil dan mengandung seorang bayi laki-laki lagi. Tapi kali ini tidak kembar. Bayi yang mirip sekali dengan Kesya. Ah, akhirnya dari keempat bayinya, yang kelima ini Kesya akhirnya kebagian wajahnya. Bayi laki-laki tersebut di beri nama Shaka Mahaputra Moza.


Kesya merasa kehidupannya begitu sempurna. Memiliki suami yang sangat mencintainya, mertua yang sayang padanya, orang tua yang menyayanginya, dan anak-anak yang Soleh.. yaaa, walaupun mereka sangat aktif.


seperti saat ini, Quin dan Veer malah sedang memanjat pohon yang ada di belakang rumah Opa Roy.


"Ya Allah Quin.. Anak cewek kok hobinya manjat pohon sih.." Bara sudah memicit keningnya.


"Sayang, ingat. Kamu juga punya anak perempuan"


Bara menoleh kearah putri nya dan anak-anak Kesya yang lain, yang sedang memainkan mainanan yang sudah berserakan di lantai. Bahkan susu mereka pun juga sudah bertumpahan.


"Hah, Ayoo..Ayoo... Ikut Daddy, kita mandi di kolam karet.."


Bara menyiapkan kolam yang sudah di pompanya tadi, dan mengisi air serta bola-bola warna warni di dalamnya. Anak-anak langsung menyerbu kearah Bara. Ada yang berjalan dengan tertatih, ada yang merangkak, dan bahkan berlari dan memeluk kaki Bara yang jenjang. Sasa tersenyum melihat pemandangan indah itu. Rumah Mami Shella sudah bagaikan playgroup bagi anak-anak Kesya, Vina, dan Bara. Bahkan Anggelina juga akrab dengan Sasa dan Bara, Bahkan memanggil mereka dengan panggilan Bunda dan Daddy. Tidak hanya Anggelina, anak-anak dari Kesya dan Vina pun juga memanggil dengan sebutan yang sama.


"Maaf ya Mbak, Udah ngerepotin. Gimana kehamilan anak ketiganya Mbak?" Kesya mengelus perut Sasa yang masih rata.


" Alhamdulillah, tidak ada mual-mual seperti kehamilan sebelumnya".


Kesya dan Sasa pun berbincang seputaran kehamilan Sasa dan anak-anak mereka. Hingga Vina datang dan ikut bergabung bersama mereka.


 


Kesya meneteskan air matanya. Putra pertamanya saat ini sudah menduduki jabatan sebagai Direktur. Hari ini adalah hari perkenalan Veer sebagai Direktur yang Baru. Perjuangan Veer akan di mulai di sini, untuk menunjukkan jika dia pantas menyandang status sebagai CEO.


" Ma."


Kesya menoleh kearah putri cantiknya. " Quin."


"Mas Veer pasti mampu membuktikan jika dirinya pantas. Mama tenang aja. Percaya sama Veer."


" Mama percaya. Mama percaya kepada anak-anak Mama."


Nama Kesya di panggil ke atas panggung untuk mendampingi Arka dan Veer. Quin memakai maskernya kembali, sebelum ada wartawan yang melihat wajahnya.


Yaa, Quin sengaja menutupi wajah dan statusnya sebagai seorang keturunan Moza. Quin tidak ingin perasaannya di manfaatkan oleh orang-orang yang ingin mendekatinya karena harta dan kedudukan. Quin tidak butuh orang-orang penjilat seperti itu.


Ini akhir dari kisah perjalanan cinta Kesya, tapi bukan akhir dari kehidupan mereka. Masih ada kisah Veer, Quin, Anggelina, Dan Lana.


Sampai ketemu di " Sultan Khilaf"


Hah, Alhamdulillah.. Akhirnya selesai juga Kesya dan Arka.


Terima kasih para readers sejati..


love u.. 💗💗💗💗💗💗


Ig: Rira Syaqila


** jangan lupa Tap jempolnya yaa..


Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.


Mari saling berbagi kebahagiaan. Salam KeSar..

__ADS_1


__ADS_2