
Tim oenjemput Empus pun sudah tiba di kediaman rumah Nafi. Untuk mengirim Empus ke hutan pribadinya, Abi harus merogok kantongnya hingga ratusan juta. Tapi itu semua bukanlah hal yang susah bagi Abi, mengingat seberapa kaya nya Abi. Bahkan Abi mampu membeli bintang untuk Quin.
Quin memeluk Empus sambil menangis tersedu-sedu. Seakan merasa jika dirinya akan jauh dari majikannya, Empus pun memeluk tubuh Quin dan juga meneteskan air matanya.
"Empuuuuss ... hiikks ...."
Abi mengelus bahu Quin untuk menenangkannya.
"Kalo kamu begini, maka akan berat bagi Empus di sana." Bisik Abi dengan lembut.
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit, akhirnya Quin melepaskan pelukannya. Quin menciumi Empus dengan sayang.
Abi memeluk Quin dan menenangkannya. Tangis Quin pecah didalam pelukan Abi. Tak hanya Quin, Mama Kesya, Arash, Abash, Shaka,Papa Arka, dan para pelayan serta pengawal yang sudah dekat dengan Empus pun ikut menangis atas kepergian Empus.
"Huaa ... Empuusss ... Huaa ...." Quin menamgis histeris di dalam pelukan Abi.
Quin juga mengeluarkan ingusnya ke tissu yang dipegangnya. Namun Quin tetap saja membersihkan sebagian ingus yang tersisa di baju Abi. Abi sedikit meringi, namun ia melihat pemandangan yang sama dengan Mama Kesya. Mama Kesya juga melakukan hal yang sama, mengeluarkan ingusnya di tissu, namun tetap saja membersihkan sisa nya di baju Papa Arka.
Ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Seharian ini Quin hanya menangis karena mengingat kepergian Empus.
*
"Jadi Empus sudah di jemput?" Tanya Veer dari seberang panggilan."
"Iya, Mas.Tapi Quin masih menangis di kamarnya." Ujar Shaka.
Veer menghela napasnya, Veer sudah menduga jika ini akan terjadi, bahkan bisa Veer pastikan jika Quin akan menangis hingga berhari-hari."
Veer pun mengakhiri panggilannya dengan Shaka.
"Siapa Veer?" Tanya Nafi.
"Shaka, Oh ya, besok kita udah bisa pulang ya."
"Pulang ke mana?"
"Ke rumah Aku. Lagian gak enak juga kalo nyuruh Quin tiap hari ke sini. Walaupun ia gak akan keberatan. Tapi Quin saat ini sedang bersedih."
"Kenapa?"
"kucing kesayangannya harus di kirim ke hutan pribadi mereka yang di belikan Abi untuknya."
__ADS_1
"Kucing? kenapa harus tinggal di hutan pribadi? bukankah kucing itu lebih senang di manja yaa?"
Veer meraih ponselnya dan memperlihatkan foto Quin bersama Empus. Nafi membelalakkan matanya, yang benar saja seorang Quin memelihara seekor singa.
"Quin benar-benar memelihara itu?"
Veer menunjukkan kembali sebuah foto yang memperlihatkan kebersamaan Nafi dan Empus. Nafi menutup mulutnya.
"A-aku megang singa?" Tanya nya tak percaya.
"Hmm, kamu bahkan sudah lumayan akrab dengan Empus."
"Ma-masa sih? aku gak percaya."
Veer kembali memperlihatkan sebuah video di mana Nafi bermain bersama Empus.
Nafi tiba-tiba merasa pusing, ini benar-benar tak masuk di akalnya. Tubuh Nafi tiba-tiba linglung hingga membuat tubuh Nafi terjatuh di sofa dengan tak sadarkan diri.
"Yaa, kemarin pipis celana, ini pingsan." Veer menepuk keningnya.
*
Oma Rosa teringat akan perkataan sang suami, jika anak mereka sedang menjalin hubungan dengan Zein. Oma Rosa yang kepo pun memasuki kamar Kayla dan mencari ponselnya.
"Iya Ma, aku lagi berendam." Terdengar suar teriakan Kayla.
"Masih lama, sayang?"
"Sepertinya Ma, karena aku baru saja masuk kedalam bathup."
"Oh ya sudah, Mama hanya memastikan saja. Mama golek-golek kamar kamu boleh ya."
"Iya Ma, silahkan." Ujar Kayla dengan tampa rasa curiga.
Oma Rosa pun melancarkan aksinya, ia membuka kunci ponsel yang anak. Untungnya Kayla selalu menggunakan nomor yang sama sedari dulu.
Oma Rossa membuka percakapan singkat yang berlogo hijau itu dan mencari nama Zein.
Sayang nya Oma Rossa harus kecewa karena Tak ada satu riwayat pesan pun tertinggal di sana. Merasa sia-sia deh usahanya.
Namun, saat Oma Rosa penasaran dengan galeri ponsel Kayla, di sana Oma Rosa melihat sebuah foto Zein dan Kayla yang tengah bergandengan tangan. Ada juga foto di mana Kayla sedang membaringkan kepalanya di bahu Zein.
Ini sudah cukup menjadi bukti bagi Oma Rosa, bahwa anaknya dan Zein memang memiliki hubungan serius.
__ADS_1
Oma Rosa langsung melancarkan aksi nya untuk menemui Oma Shella dan menanyai pendapat Oma Shella tentang anaknya dan cucunya yang menyembunyikan status percintaan mereka.
*
"Aku sih udah lama curiga dengan Ila dan Zein. Sering banget Sasa bilang melihat Zein dak Ila pulang bareng saat malam. Awalnya sih terlihat wajar, tapi saat Sasa mengatakan jika Zein tiba-tiba memeluk Ila, aku pun mulai memperhatikan mereka berdua. Aku pernah tanya sama Zein, apa Zein punya pacar atau tidak. Namun Zein mengatakan tidak." Jelas Oma Shella.
"Tu dia Mbak, aku juga pernah tanya sama Ila, jawabannya sama dengan Zein."
"Kenapa ya mereka menutup-nutupi hubungan mereka? hah, belum lagi tu si Lana udah kayak Tarzan aja berteriak sambil menyatakan cintanya untuk Anggel."
"Apa terjadi sesuatu dengan mereka? aku juga perhatiin kenapa Lana di larang ya berhubungan dengan Anggel? Ah, mengingat bagaimana Lana ke Quin, ya wajar aja sih kalo Mbak Mega menolak Lana menjadi menantunya. Pasti pemikiran Mbak Mega jika Lana hanya menjadikan Anggel pelarian."
"Anggel bukan pelarian Lana, Ma, Mi." Bunda Sasa datang dengan membawakan minuman dan cemilan untuk para oma berbincang dengan santai.
"Dari mana kamu tahu?" Tanya Oma Shella dan Oma Rosa berbarengan.
"Lana pernah cerita sama Sa, Selain Quin, Lana juga mencintai Anggel. Namun Lana bingung harus memilih siapa? hingga akhirnya Lana memilih mempertahankan Quin karena obsesinya terhadap Quin. Dan tanpa sadar menyakiti hati nya sendiri karena telah mengabaikan perasaan Anggel kepadanya."
"Hmm, kita berdoa saja semoga Lana dan Anggel bisa bersatu, itu jika mereka memang benar saling mencintai." Ujar Oma Shella.
"Amin ...." Jawab Bunda Sasa dan Oma Rosa berbarengan
"Eh, kembali lagi ke laptop." Ujar Oma Rosa. "Jadi Ila dan Zein ini gimana?"
"Nanti coba Sa bicarakan dengan Vina. Karena Vina juga sudah mulai curiga dengan hubungan mereka."
Sebenarnya Mami Vina pernah melihat Zein menarik Kayla dan mencium bibirnya. Di mana saat kejadian itu, Anggel juga melihatnya. Mami Vina sedang mencari tahu tentang hubungan mereka yang sebenarnya seperti apa, hingga akhirnya Mami Vina sampai menyewa seseorang untuk membuntuti Zein.
Jangan di tanya lagi laporan apa saja yang di dapat oleh Mami Vina, tentu saja soal Zein dan Kayla yang berciuman dengan mesra pun juga masuk kedalam laporan tersebut.
Baru saja Bunda Sasa, Oma Shella, dan Oma Rosa menceritakan tentang Mami Vina. Tiba-tiba saja Mami Vina sudah berada di rumah Oma Shella, dan menepuk bahu Oma Rosa.
"Ma, Mau besanan sama aku?"
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
__ADS_1
Salam SULTAN KHILAF