KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 132 " Ngompol"


__ADS_3

Puput dan Fadil tengah asik makan siang di sebuah resto, namun tiba-tiba saja Ando menghampiri meja mereka.


" Hai, kebetulan sekali yaa. Boleh aku gabung?"


Fadil menaikkan alisnya sebelah, dan belum saja dia mengeluarkan suaranya, Puput lebih dulu mempersilahkan Ando untuk duduk. Jelas sekali jika Fadil tidak senang dengan keputusan Puput. Pasalnya ini adalah lunch mereka yang pertama saat resmi menjadi pasangan. Walaupun hubungan mereka masih di rahasiakan di kantor, dan hanya kerabat dekat yang mengetahuinya.


Ando lebih mendominan untuk mengajak Puput berbicara. Dan sangat terlihat jelas sekali jika Fadil seperti pengganggu di sini.


" Maaf, saya permisi duluan. Ada yang harus saya urus"


Fadil memberikan kode untuk Puput, tapi Ando meminta izin kepada Fadil untuk meminjam waktu Puput sebentar, ada hal yang ingin di bicarakan.


" Hah, ingin bicara hal penting? Dari tadi ngapain aja dia?" Gerutu Fadil sambil berjalan meninggalkan meja yang bersisian Andi dan Puput.


" Emm, kamu kok susa lh di hubungi akhir-akhir ini?"


" Eh, iya.. aku sibuk Dan ponselku sering ketinggalan di kantor." Jawab Puput bohong.


Jelas saja dia menghindar dari Ando, karena saat Ando menghubunginya, Puput sedang bersama dengan Fadil. Puput juga heran, apa salahnya berteman dengan Ando? toh Ando tidak macem-macem sama dia. Lagian mana mungkin Ando suka sama dia. Karena Puput pernah melihat foto seorang wanita di dompet Ando, dan wanita itu sangat cantik. tapi Puput seperti tidak asing dengan wanita itu. Di mana dia pernah liat ya? Ah, Ando kan salah satu pengusaha hebat juga, mungkin dia pernah liat di salah satu majalah bisnis, fikir Puput.


" Begini, di kantorku akan di adakan meeting penting, jadi aku ingin memesan beberapa macem kue basah."


" Kenapa tidak langsung ke toko? Ada Sasa di sana, dia pasti bisa membantu mu"


" Emm, Ini klien penting, jadi aku ingin melayani nya dengan baik. Maka dari itu aku meminta bantuan mu, karena aku percaya pada mu."


Puput terlihat seperti menimbang, karena melihat wajah Ando yang memelas, akhirnya Puput pun bersedia membantunya lagi. Puput meminta Ando untuk bertemu lagi setelah jam kantor, dan Ando pun menyetujuinya.


"Wah, sepertinya senang sekali bertemu dengan mantan gebetan" sindir Fadil yang sudah menunggu Puput di mejanya.


" Ck, sudah berapa kali aku katakan, jika aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Asal kau tau, dia sudah punya kekasih"


" Kekasih? dari mana kamu tau?"


" Waktu itu aku tidak sengaja melihat foto dia bersama wanita di dalam dompetnya. Sangat cantik"


" Kau yakin? Karena setau ku dia tidak pernah dekat dengan wanita"


Puput menatap Fadil bingung. " Masa sih? apa itu foto adiknya?"


" Kamu bisa mencari tau itu di internet sayang. Dan jika memang dia memiliki pacar, sebaiknya kamu jangan terlalu dekat dengannya, aku tidak ingin kamu di sebut pelakor, padahal kamu adalah kekasihku" Ujar Fadil dengan memelankan suaranya dan berbisik di akhir kalimatnya.


Sontak saja wajah Puput memerah, dan kemudian dia kembali menguasai ekspresi wajahnya.


Sepulang dari kantor, Puput langsung menuju ke Toko kue, sedangkan Fadil harus menyelesaikan beberapa pekerjaan.


" Hai Mbak Puput, sepertinya sudah janjian" Goda Sasa.


" Kamu ini, Memang benar kata Fadil, sebaiknya kamu cari pacar sana. Jadi tidak selalu menggoda orang"


Sasa hanya mengangkat kedua bahunya cuek.


Selama Puput merekomendasikan bebrapa kue untuk kudapan saat meeting dengan klien Ando yanh berasal dari London, Ando terus saja menatap wajah Puput, dan itu tidak luput dari perhatian Sasa.


" Jelas banget tu cowok naksir Puput, tapi si puput kok gak nyadar ya. Dari tatapannya aja gue udah risih banget liatnya," Batin Sasa sambil bergidik ngeri.

__ADS_1


" Apa? " Ujar Sasa ketus saat fokusnya sudah kembali ke pelanggan yang sedang berdiri di meja kasir, dan ternyata adalah Bara.


Bara juga melihat kearah fokus Sasa tadi. " Apa yang Lo fikirin?"


" Lo enyah dari hadapan gue"


Bara hanya mengangkat bahunya cuek, dan berjalan menuju meja yang dapat memantau gerak gerik Ando.


" Tidak ada yang mencurigakan, hanya saja tatapannya yang terlihat jelas sangat memuja Puput. tapi, saat Puput melihat kearahnya, kenapa tatapan itu berubah?" Batin Bara.


Setelah deal dengan kue apa yang akan di pesan oleh Ando, Ando pun pamit pulang karena sudah berjanji akan menemani ibunya makan malam di rumah. Ando sebenarnya sudha menawari Puput untuk ikut bersamanya, karena ibunya sangat ingin bertemu dengannya, tetapi Puput menolaknya denga. alasan sudah janjian dengan Bara. Sebelum pergi, Ando sempat pamitan kepada Bara.


Saat Ando baru saja masuk kedalam mobil, Ando melihat Fadil yang baru masuk ke dalam toko. Ando menatap ke arah Fadil, dan Ando mengepalkan tangannya saat melihat Fadil mencium pucuk kepala Puput.


Di Kamar yang penuh dengan pernah pernik Doraemon, membuat suasana honeymoon yang identiknya dengan romantis, lebih cenderung ke hiburan. tak Masalah bagi Arka, yang penting Kesya dapat tersenyum bahagia.


" Mas, Kamu tau. Kamu seperti Doraemon di dunia nyata"


" Benarkah?"


" Kamu selalu memberikan aku kejutan,"


" Aku akan selalu menjadi Doraemon bagi mu"


" Terima kasih sayang"


Arka mengusap punggung telanjang sang istri.


" Sayang, lepasin dulu. Aku mau pipis"


" Shayaanngghh" ujar Kesya memanggilnya dengan suara yang mendesah karena ulah Arka.


Bukannya iba, Arka malah semakin menjadi-jadi dan sekarang Arka sudah meraba-raba perut rata Kesya di dalam selimut.


" Shayaanggh akhu gak tahan. Ahh.. Nanti pipis di shiniih" Ujar Kesya yang berusaha menahan tangan sang suami yang bergerilya menjelajah tubuh mulus sang istri.


Kesya gemas karena suaminya tidak mendengarkannya. Akhirnya Kesya menggigit ****** payudara Arka, dan itu sukses membuat Arka menjauhkan tangannya dari tubuh Kesya mengusap dadanya yang baru saja di gigit Kesya.


" sakit sayang"


" Biarin, sapa suruh nakal" Ujar Kesya dan bangkit dari tempat tidur dengan selimut yang melilit tubuhnya, menutupi tubuh polos nya.


Arka menyeringai jahil, tentu saja Arka akan membalas sang istri. Lihat saja, tanpa tetutup sehelai benang di tubuhnya, Arka berjalan mengendap mengikuti sang istri ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Arka langsung menggelitik tubuh Kesya yang masih terbalut dengan selimut.


" Aakhh.. Mas, geli Mas.. Nanti aku pipis di sini" Pekik kesya yang semakin tidak sanggup menahan pipisnya.


Bukannya berhenti, Arka semakin gencar saja menggelitik Kesya.


" Maaaasss" Teriak Kesya. " Kan udah keluar" Ujar Kesya yang mana mampu mengundang tawa Arka.


Selimut yang melilit ditubuh Kesya pun sudah basah karena terkena air pipis Kesya.


Arka menggendong Kesya, dan membawanya ke bawah shower. Di hidupkan nya, dan di bersihkan tubuh Kesya, kemudian Arka kembali mengangkat tubuh Kesya, sontak saja Kesya refleks mengalungkan kakinya di pinggang Arka, dan tangannya melingkar di leher Arka.


Perlahan Arka berjalan ke arah Jacuzzi yang tersedia di dalam kamar mandi hotel tersebut. Dengan Kesya yang sekali-kali memberikan kecupan di bibir, pipi, mata, kening, apapun yang berada di wajah Arka. Kesya juga sudah pintar membuat tanda cinta di tubuh Arka, yang mana membuat Arka menggeram nikmat. Perlahan Arka melangkahkan kaki masuk kedalam kolam mini itu, dan menenggelamkan tubuh mereka berdua di kehangatan air yang membuat mereka semakin rileks dan menikmati percintaan yang akan segera di mulai.

__ADS_1


Di toko kue milik Kesya, Bara sedang menunggu seseorang yang sangat spesial. Sambil memainkan ponselnya, Bara sesekali melirik kearah pintu masuk.


Sasa menyapa seorang wanita cantik yang baru saja masuk.


" Ada yang bisa di bantu?" Ujar Sasa ramah.


" Saya sudah janjian dengan seseorang"


Tak berapa lama dari arah belakang Sasa muncul seorang pria yang memang sudah janjian dengan wanita cantik ini.


" Sayang, maaf ya aku telat" Ujar wanita itu dan langsung mencium pipi sang Pria yang ternyata adalah Bara.


Sasa melototkan matanya, melihat takjub kepada wanita cantik yang Sasa tebak adalah tunangan Bara. Siapa sangka, jika wanita cantik ini adalah tunangan Bara. Beruntung sekali Bara mendapatkam wanita cantik seperti bidadari. Tidak mau ambil pusing, Sasa melanjutkan lagi pekerjaannya. Tapi fikiran Sasa masih tertuju kepada wajah dari tunangan Bara itu, seperti pernah melihatnya, tapi di mana ya?


Bara sangat manis memperlakukan sang tunangan, dan semua itu tak luput dari pandangan Sasa. Ya, bagaimana tidak, Sasa yang berdiri di meja kasir, dan memang selalu memasang kearah pelanggannya, mana tau ada pelanggan yang memerlukan bantuannya.


Tak berapa lama Puput dan Fadil datang, satu lagi pasangan kekasih yang membuatnya jengah. Bagaimana tidak, Fadil selalu saja meledeknya jomblo. Hei.. Jomblo is freedom. Bebas, terserah, gak ada yang kekang. Apalagi Sasa paling tidak suka jika hidupnya di atur, kecuali oleh suaminya.


" Eh, Mbak Lia?" Ujar Puput dan bercipika cipiki kepada Lia, yang ternyata adalah tunangan Bara.


Fadil dan Puput pun bergabung dengan Bara dan Lia, mereka berbincang dengan sangat seru. Bara yang jahil, dan jutek. Sangat berubah menjadi lembut dan sangat perhatian. Hah, bukan seperti diri nya sendiri.


Sasa melihat kearah luar, namun Sasa melihat pria yang mencurigakan. Sasa langsung saja berlari keluar untuk menangkap pria mencurigakan itu. Semua gerak gerik Sasa yang buru-buru tak luput dari pandangan Bara, dan Bara langsung menyusul Sasa tanpa permisi kepada Lia, Fadil, dan Puput. Yang mana membuat mereka tercenung dan heran.


Tak berapa lama terdengar suara gaduh dari luar, membuat semua orang yang berada di cafe cake itu melihat kearah jendela kaca. Dan betapa terkejutnya Fadil, Puput dan Lia, melihat Sasa dan Bara yang tengah berkelahi melawan 3 orang pria berbadan besar. Fadil langsung melindungi Puput, sedangkan Lia menghubungi rekan kerjanya yang juga bertugas dengan Bara. Ya, Lia juga seorang polwan. Seprofesi dengan Bara. Tapi Lia tidak pintar bela diri, Lia biasanya hanya bekerja di bagian administrasi di kantor lama mereka bersama Bara dulu.


Bara mencoba melindungi Sasa, hingga lengan Bara tergores pisau. " Dasar bodoh" Maki Sasa. Dan menghantam kepala pria yang menggores lengan Bara dengan menggunakan helm yang berada di atas motor yang terparkir.


Tak berapa lama polisi datang, dan menahan 2 dari 3 pria berbadan besar tersebut. 1 berhasil melarikan diri. Sasa yang melihat sudah banyak polisi, langsung saja menarik Bara kembali kedalam toko, dan membawanya keruangan peristirahatan karyawan. Sasa mengambil kotak P3K, Bara membuka jaket yang digunakannya, untung saja jaket kulit yang digunakan oleh Bara tebal, jadi lengannya yang terkena pisau tidak terlalu parah.


Sasa yang melihat Bara kesusahan, membantunya, hingga wajah mereka sangatlah dekat.


Deg.


Sasa mendengus kesal, karena ternyata Bara menggunakan Baju kemeja lengan panjang, tidak mau ambil pusing, Sasa langsung saja merobek lengan baju Bara agar dia bisa mengobatinya. Semua gerak gerik Sasa tidak luput dari pandangan Bara. Lia yang tadinya ingin melihat keadaan Bara, melangkah mundur karena mendapati tatapan Bara yang berbeda kearah wanita mungil dan manis di hadapan Bara saat ini.


.


.


.


.


.


Hai readers..


Pliiss jempolnya yaa.. Hanya jempol, gak minta lebih kok.. Karena dengan menglike setiap Bab, kamu sudah memberikan dukungan yang sangat berarti loh bagi aku.


Hanya like, cukup di like...


Aku kasih kamu cerita menarik, kamu kasih aku like.


cukup adil kan.

__ADS_1


Love u readers..


__ADS_2