
Kesya sudah merasa jantungnya berdebar sangat kencang, dan tangannya sudah sedingin es. Kesya terus meremas-remas tangannya demi menghalau kegugupannya.
" Malam itu mungkin keberuntungan sedang berpihak kepada saya, Saat Kesya keluar dari Lift, Kesya langsung menghampiri Leo. Dan itu menjadi satu keuntungan bagus untuk saya, karena bisa mengetahui siapa Kesya dari keponakan saya langsung. Dan tidak sampai di situ saja keberuntungan mungkin sedang menguji saya, memberikan kebahagiaan sekaligus membuat harapan saya hancur dengan bersamaan. Saat saya mengetahui jika Kesya adalah adik Vina, Saya merasa sangat bahagia dan juga sedih, dan saya sempat berharap jika Kesya adalah sepupunya, saya berharap seperti itu karena mereka tidak terlihat mirip sama sekali" Ucap Vano yang di sambut tawa oleh semua.
" Tapi saat Papi memperkenalkan kami bahwa Kesya adalah adik Vina, saya benar-benar merasa hampa. Wanita pertama yang membuat hati saya bergetar, dan saat bersamaan hati saya harus merasakan hampa. Perasaan saya ke Kesya tidak hanya sampai malam itu, melainkan di hari-hari selanjutnya saya selalu terbayang wajah Kesya, hingga kami bertemu lagi di Radio milik sahabat saya. Saya senang bisa bertemu dengannya, apa lagi saat say memakan kue buatan Kesya, perasaan saya kepadanya semakin bertambah. Dan terlintas ide gila saya untuk menikahi Kesya. Memiliki dirinya seutuhnya. Tanpa mencari tahu siapa Kesya, saya sangat yakin jika Kesya adalah wanita yang baik, bahkan sangat baik. Tapi perasaan gundah tetap menghantui saya. Jika tidak teringat akan hubungan Vina dan Kesya, mungkin saya sudah menculik Kesya dan membawanya ke KUA" Ucap Arka dan kembali di sambut tawa oleh semua nya.
" Kegalauan saya tidak hanya sampai di situ, saya sudah berusaha untuk melupakan Kesya, dan menghindar darinya. Tapi kejadian yang sangat indah dan luar biasa, bahkan itu yang pertama buat saya. Membuat saya semakin egosi untuk menginginkannya. " Semua orang mengernyitkan keningnya karena penasaran dengan kejadian yang dimaksud oleh Arka.
Arka tersenyum melihat wajah semua orang, yang seolah-olah bertanya kejadian apa yang baru pertama kali di rasakan oleh Arka.
Dengan wajah yang memerah Kesya membuka kembali suaranya " Saat Kesya menjatuhkan kelopak bunga, dan menabrak saya, lalu Kesya menci__"
" Stop" Potong Kesya dengan wajah yang sudah memerah. Kesya menundukkan wajahnya tidak berani menatap semua orang yang sudah tersenyum geli melihat wajah Arka dan Kesya yang sudah memerah.
Berbeda dengan Dilan yang merasa hatinya panas secara tiba-tiba. Tidak perlu Arka melanjutkan omongannya, cukup sampai di situ aja Dilan tau apa yang terjadi dengan mereka.
" Lanjutkan Om Arka" Ucap Vano dengan menahan tawanya.
" Itu yang pertama buat saya. Saya tidak bisa tidur karena kejadian itu, bahkan sampai berhari-hari tidur saya tidak nyenyak karena Kesya. Tapi sewaktu saya mengetahui jika Kesya bukan adik kandung Vina, seperti mendapatkan cahaya di tengah gelapnya goa. Saya semakin gencar untuk mendekati Kesya, dan berusaha untuk menaklukkan hati nya. Agar Kesya bisa menerima saya." Ucap Arka menatap Kesya Yang sudah menundukkan wajahnya dengan meremas-remas tanganya yang saking bertautan.
" Kesya Az-Zahra" Panggil Arka dan Kesya pun spontan mendongakkan wajahnya dna menatap Arka. tatapan Mata mereka bertemu, tapi Kesya langsung memutuskan tatapan matanya sebelum wajahnya semakin memanas.
" Maukah kamu menerima ku sebagai Imam mu? dan calon suami mu?" Tanya Arka dengan lembut tapi terdengar tegas.
Kesya mengigit bibir bawahnya. Menahan debaran jantung yang semakin berdetak dengan cepat. Hingga suara Vano memecahkan keheningan yang sempat terjadi.
" Kisah cinta yang romantis" Ucap Vano sambil menggoda Arka.
__ADS_1
" Key, ada yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Vano kemudian.
Kesya menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Berulang kali Kesya melakukannya demi menghalau kegugupan yang melandanya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu"
" walaikumsalam warahmatullahi wabarakatu"
" Terima kasih kepada Keluarga Mas Dilan, dan Keluarga Om Arka yang Sudi kiranya mau hadir ke rumah kami yang sederhana ini."
" Terima kasih juga untuk Om Arka dan Mas Dilan karena telah memberikan tempat untuk Kesya di hati kalian berdua. Kesya bersyukur masih dapat merasakan cinta yang luar biasa dari keluarga Kesya, dan semua orang yang berada di sini yang Kesya yakin juga menyayangi Kesya dengan penuh sayang." Kesya menatap kearah Ayahnya.
" Kesya berharap Almarhumah Ibu juga bahagia disana, melihat begitu banyak keajaiban cinta yang Kesya dapatkan. Memiliki Ayah yang kuat dan setia, walaupun banyak ungkapan yang tidak mengenakkan di luar sana, namun Ayah tetap kuat demi Kesya. Walaupun Ayah tidak selalu bersama Kesya, tapi Ayah selalu menyempatkan waktunya untuk memberikan pesan, bahkan menelpon Kesya setiap hari. Demi berbagi cerita kami. Kesya bangga dengan Ayah" ucap Kesya sambil menatap wajah Ayah nya dengan berkaca-kaca.
Sedangkan Ayah Nazar tanpa sadar sudah meneteskan air matanya. Daddy Roy mengelus punggung Ayah Nazar menyalurkan kekuatan.
" Mami dan Daddy juga orang terhebat bagi Kesya, dan Kesya juga bangga memilik kalian. Kesya sungguh beruntung dan Kesya harus bersyukur untuk itu. Tidak hanya memiliki keluarga yang lengkap, tapi Kesya juga di berikan seorang kakak yang sungguh tulus menyayangi Kesya, dan seorang Abang yang selalu menjaga Kesya. Kesya sayang Mbak Vina dan Mas Bara" Ucap Kesya Yang sudah tidak sanggup menahan air matanya.
Vina memeluk Kesya, begitupun dengan Mami Shella. Menangis bersama dalam pelukan, dan saling mengungkapkan kata cinta masing-masing.
" Mami sayang Kesya" Bisik Mami Shella.
" Mbak juga sayang kamu Key, kamu adalah adik Mbak satu-satunya, yang lucu, jahil, dan ngangenin" lirih Vina yang hanya di dengar oleh Mami Shella dan Kesya.
Setelah puas menangis, Kesya, Mami Shella, dan Vina melerai pelukan mereka. Kesya mengambil napas dan membuangnya. Berkali-kali diulang oleh Kesya, agar mendapatkan masukan oksigen yang banyak dan menenangkan emosi jiwa yang sempat bergejolak di dalam dada.
" Kesya mau ngucapin terima kasih kepada Om Arka."
__ADS_1
Arka langsung tegang, dan mendengarkan baik-baik setiap kata yang akan di ucapkan oleh Kesya.
" Terima kasih karena Om Arka sudah mencintai Kesya, melindungi Kesya selama ini, dan menempatkan Kesya di tempat yang sangat spesial di hati Om Arka. Dari pandangan Kesya, Om Arka tidak memiliki sedikitpun kekurangan, Om Arka sudah sungguh sangat sempurna di mata Kesya. Kesya lah yang banyak memiliki kekurangan. " Ucap Kesya yang membuat jantung Arka semakin berdetak lebih cepat dan merasa sedikit pusing. Karena takut jika Kesya menolaknya.
" Dan Mas Dilan, terima kasih juga sudah meminta Kesya untuk menjadi pelengkap dalam kehidupan Mas. Dan mengangap Kesya layak untuk menjadi seorang ibu." Ucap Kesya yang membuat Dilan tersenyum.
" Jadi, apa Kesya sudah memilik jawaban untuk menerima lamaran dari Om Arka atau Dilan?" Tanya Vano sebagai wakil dari kedua keluarga.
Kesya menarik napasnya, memejamkan matanya, dan tersenyum. Dilihatnya wajah Dilan dan Arka secara bergantian, lalu melemparkan senyum kepada kedua pria yang sedang berdebar dan menanti jawaban Kesya. Tidak Dilan dan Arka, melainkan seluruh orang yang berada dalam ruang. tersebut.
" Kesya harap, dengan keputusan Kesya ini. Tidak menjadikan jurang pemisah di antara keluarga kita." Ucap Kesya.
Kesya kembali menarik napasnya dan menghembuskannya secara perlahan.
" Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah, dan mengharapkan Ridho nya. Kesya memilih____"
.
.
.
.
.
" Nungguin yaaa ðŸ¤ðŸ¤, nantikan jawaban di Bab selanjutnya ya.. Akan ada hati yang kecawa.
__ADS_1
Jangan lupa LIKE + VOTE + RATE + KOMENTARNYA..