KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 89 " Apa salah ku?"


__ADS_3

45 Menit akhir nya Kesya dan Arka sampai di toko milik Kesya. Gilang sudah berada di snaa dengan wajah yang masam.


" Maaf ya nunggu lama" Ujar Kesya sambil tersenyum.


Gilang menaikkan alisnya sebelah, melihat penampilan Kesya yang full make up dan nada bicaranya yang manja dan tidak seperti biasanya.


" Kenapa? Aku cantik kan?" Ujar Kesya sambil tersenyum dan mengibaskan rambutnya.


Arka sudah memicit pelipisnya melihat tingkah Kesya. Melihat tingkah istrinya yang tiba-tiba menjadi genit.


FLASHBACK ON


" Kamu tumben dandan tebal seperti ini?" Tanya Arka saat mereka sudah berada di dalam mobil dan menuju ke toko milik Kesya.


" Kenapa? Jelek ya?"


" Gak, cuma aneh aja. Karena gak biasanya kamu dandan seper___"


"Hikss.."


Terdengar suara tangisan Kesya. Arka langsung panik dan menepikan mobilnya.


"Mas mau bilang aku jelek kan? Hiks.. Mas jahat.. Hiikkss" Ujar kesya sambil menangis.


"Eeh, udah sayang. Jangan nangis lagi. Kamu gak jelek kok. Cantik.. cantik banget. Mas gak maksud bilang kamu jelek. Mas cuma__"


" Cuma apa? Gak suka Aku dandan gini? Hikksk"


" Bukan, bukan gitu.. Mas Suka kok."


" Beneran suka?"


" Iyaa, Mas suka" Ujar Arka terpaksa, dan ajaibnya Kesya langsung berhenti menangis dan tersenyum lebar.


Kesya meraih beberapa lembar tisu yang berada di dashboard mobil, kemudian menghapus air matanya. Kesya meraih bedak di dalam tasnya, dan mulai menepuk-nepuk wajahnya dengan spons.


Arka hanya melongo melihat tingkah Kesya yang tiba-tiba berubah jadi aneh. Setau Arka, Kesya sangat tidak suka menggunakan make up tebal, apalagi menggunakan lipstik terang. Tapi kali ini Kesya memakai lisptik berwarna merah terang. Yang membuat wajahnya semakin terlihat cantik dan menggoda.


FLASHBACK OFF


Itu lah kenapa alasan kenapa mereka bisa lama sampai di toko milik Kesya, perjalanan yang seharusnya menempuh waktu 25 menit, jadi semakin lama karena Kesya menangis.


"Bwaaaahhahahahah" Pecah tawa Gilang melihat Kesya yang sangat aneh.


Belum habis dengan tawanya, Gilang halus menelan kembali tawanya karena melihat Kesya tiba-tiba menangis.


" Eehh, kok nangis ?" Ujar Gilang dan mendekat kearah Kesya.


Arka yang mendengar kata 'Tangis' dengan langkah lebar langsung mendekat ke arah Kesya dan meraih tubuh Kesya.


" Gilang jahaat.. Huaaaa...." Ujar Kesya yang tangisnya semakin pecah.


Arka mengubur Kesya kedalam pelukannya dan membiarkan Kesya menangis di dadanya.


Gilang melongo menatap Kesya tak percaya, apa saat ini Kesya sedang memprovokasi nya? Di tambah tatapan Arka yang menatapnya tajam. Gilang hanya mengangkat kedua tangannya dan mengendikkan bahu. Seakan mengatakan jika dia tidak tau dan melakukan apa pun.

__ADS_1


" Sssttt, udah ya nangisnya. Bilang sama Mas, Gilang kenapa?"


" Gil- hikss.. Gilang ketawain Aku.. Huaaaaa.. Hiikkss"


Bahu Gilang langsung meluruh mendengar ucapan Kesya. Biasanya jika dirinya menertawakannya, Kesya pasti akan menyentil keningnya atau memukul dirinya dengan tas yang di gunakan nya. Tapi ini? Dia menangis seperti anak kecil?


Gantian Gilang yang memicit pelipisnya.


Setelah Kesya tenang, Gilang meminta maaf kepada Kesya. Kesya menyuruh Gilang berjanji untuk tidak mengejeknya lagi. Gilang hanya bisa menganggukkan kepalanya, jika tidak ingin mendapatkan pelototan maut dari Arka.


Kesya sungguh puas dengan hasil kerja Gilang. Toko Cake nya sebentar lagi akan di buka. Tinggal membuka lowongan dan membeli perlengkapan untuk mengisi keseluruhan tokonya.


" Jadi kapan rencana mau di buka?" Tanya Gilang.


" Selepas acara Ayah" Ujar Kesya.


Lagi, Gilang dan Arka saling bertatapan kemudian kembali memandang Kesya. Tak biasanya kesya meminta di belikan eskrim rasa Vanila. Biasanya Kesya akan memesan eskrim rasa melon, coklat, ataupun jagung.


Kesya tampak menikmati setiap suapan yang masuk kedalam mulutnya.


Drrtt... Drrtt...


Gilang meraih ponselnya, dan tersenyum saat melihat nama yang tertera di ponsel. Gilang menjauh untuk mengangkat panggilannya. Tak berapa lama Gilang kembali.


" Siapa?" tanya Kesya langsung saat Gilang kembali. Belum lagi Gilang mendaratkan bokongnya sepenuhnya, tapi Kesya sudah langsung menanyainya.


Gilang melirik kearah Arka, kemudian kembali menatap Kesya. " Rahasia" Ujar Gilang kemudian memainkan matanya sebelah.


Kesya meletakkan sendok eskrimnya dengan sedikit menggebrak meja.


" Ya udah kalo gak mau kasih tau. " Ujar Kesya dan langsung berdiri meninggalkan dua pria yang tercengang dengan perbuatan Kesya.


Gilang menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat tingkah Kesya yang aneh dan kekanak-kanakan menurutnya. Gilang masih menatap mobil Arka hingga tidak terlihat.


" Kamu kenapa sayang?" Tanya Arka saat sudah berada di dalam mobil.


" Kenapa? aku gak papa kok. Oh ya Mas, nanti kita singgah ke supermarket sebentar yaa, Ada yang mau Aku beli"


Arka melirik kearah Kesya. Tidak ada wajah kesal atau pun marah seperti tadi saat meninggalkan tokonya. Arka pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sesampainya di supermarket, Kesya mengambil mie instan rasa soto, lalu Kesya membeli beberapa Snack yang berwarna hijau, coklat, dan merah. Arka hanya mengekori istrinya dengan membawa keranjang belanjaan.


Arka tak sengaja menabrak seorang wanita seksi yang kebetulan juga sedang berbelanja. Arka tidak melihat wanita tersebut karena Arka sedang fokus dengan ponselnya.


" Maaf " Ujar Arka tanpa ekspresi.


" Gak pa-pa" Ujar wanita itu dengan senyum.


Arka langsung berjalan dan mendekati Kesya. Kesya menatap Arka tajam.


" Kenapa sayang?"


" Dasar Om-om genit" Ujar Kesya dengan mata berkaca-kaca.


Kesya melangkahkan kakinya meninggalkan Arka. Arka mengikuti langkah kesya yang semakin cepat.

__ADS_1


Kesya menghentikan langkahnya di depan kasir, Dan membalikkan tubuhnya menghadap Arka.


" Mana kunci mobil?" Ujar Kesya sambil menengadahkan tangannya meminta kunci.


" Buat apa?"


" Kamu bayar, aku tunggu di mobil." Ujar Kesya.


Arka pun memberikan kunci mobilnya kepada Kesya. Kesya merampasnya dengan kasar membuat Arka terkejut dan heran. Tak biasanya Kesya bersikap seperti itu.


Kesya menunggu Arka di dalam mobil dengan kesal. Entahlah, Kesya kesal melihat tadi Arka genit-genit dengan cewek seksi saat belanja tadi. Kesya melihat sang suami yang baru keluar dari supermarket dengan membawa kantong plastik besar. Rasa kesalnya menguap, Kesya tersenyum karena melihat Arka yang begitu seksi. Tapi senyumnya pudar saat seorang wanita menghampirinya dan memberikan sesuatu kepada Arka. Mereka terlihat berbincang sebentar, kemudian wanita tersebut meninggalkan Arka, begitu pun sebaliknya.


Kesya sudah meremas tali tasnya dengan kuat, menahan air matanya yang ingin terjatuh. Tapi tetap saja, Kesya tidak bisa menahannya dan bulir bening pun terjatuh meluncur manis di pipi Kesya.


Arka membuka pintu mobil bagian supir, setelah memasukkan barang kedalam bagasi mobil, dan melihat Kesya yang membuang wajahnya ke arah jendela, sambil menghapus air matanya dengan kasar.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Arka heran. Perasaan Arka tidak membuat salah.


Kesya tidak menjawab, tetapi Isak tangis yang di tahannya semakin terdengar. Arka menyentuh tangan Kesya.


" Jangan pegang-pegang" Ujar Kesya sambil menepis tangan Arka.


Arka menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


" Sayang, kali ini Mas salah apa?"


" Dasar Buaya." gerutu Kesya yang masih terdengar Arka.


Arka menghembuskan napasnya kasar, dan menatap lurus ke depan. Tak berapa lama Arka menyadari apa yang membuat Kesya marah.


" Sayang, tadi Mas gak sengaja menjatuhkan kartu di kasir. Jadi wanita tadi hanya mengembalikan kartu yang Mas punya"


" Alasan aja. Bilang aja kalo Mas tertarik dengan dia. Seksi, bahenol, dada besar penuh silikon, bokong yang padat hasil dari busa. Bilang aja mas tergiur kan dengan cewek tadi. Muka tebal 5 centi dengan foundation. Bibir penuh lisptik, bilang aja Mas suka sama yang begituan. Dasar Om-om genit" Ujar Kesya dalam satu tarikan napas.


Arka hanya bisa menghela napasnya kasar yang terdengar dengan Kesya.


" Kenapa? Gak senang? Ya udah aku turun" Ujar Kesya sambil membuka pintu mobil.


Untungnya gerakan Arka lebih cepat dari Kesya. Arka langsung mengunci pintu mobil, kemudian menarik kesya yang masih menangis kedalam pelukannya.


" Maafin Mas yaa, Mas salah. Maaf yaa.. Jangan nangis lagi.. Maaf yaa sayang" Ujar Arka sambil mengecup pucuk kepala Kesya, dan membiarkan Kesya menangis di dadanya.


Hari ini baju Arka basah karena air mata Kesya, beserta lendir yang mengalir dari hidung Kesya saat menangis.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.

__ADS_1


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2