Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 1


__ADS_3

Subuh adalah waktu dimana semua isi pesantren melakukan kewajiban berjama'ah, bukan hanya anak santri saja. Seluruh umat muslim di dunia juga akan menunaikan sholat fardhu dua rakaat itu.


Mereka melakukan rutinitas dan menunaikan kwajibannya sebagai seorang muslim dan muslimah. Namun, subuh itu menjadi subuh yang menegangkan bagi seorang Ibu dari seorang gadis yang super bandel. Sebut saja Airy Calista Putri Handika (18), putri dari Aisyah Putri Handika dan Rifky Pratama. Kisah sebelumnya bisa di baca di "Gambaran Hati".


Subuh itu, Rifky mendapat telfon dari pesantren, diamana Airy nyantri. Pengurus pesantren mengatakan bahwa Airy lagi-lagi kabur untuk kesekian kalinya selama nyatri di pesantren itu. Dan dengan terpaksa, Airy akan di keluarkan dari pesantren.


Tidak lama setelah mendengar telfon dari pesantren, suara pintu kamar terbuka. Aisyah dan Rifky yakin jika itu adalah anak perempuan satu-satunya, yang baru saja kabur dari pesantren. Aksi Airy langsung tertangkap basah oleh sang saudara kembarnya, yakni Raihan Jazeera Kenzo Pratama, sebut saja Raihan.


Airy dan Raihan ini adalah saudara kembar, Raihanlah yang lahir terlebih dahulu. Walaupun mereka kembar, tetapi mereka memiliki sifat dan sikap yang berbeda jauh. Airy sangat cerdas aktiv, bawel, dan bandel, sedangkan Raihan, ia manis, pendiam, pintar dan rajin. Walaupun begitu, Raihan adalah kakak yang paling Airy takuti, entah karena apa, tapi Airy tidak pernah bisa membantah apa yang dikatakan oleh Raihan.


Mereka juga masih memiliki seorang adik laki-laki berusia 11 tahun, bernama Yusuf. Yusuf juga memiliki sifat dan sikap yang sama dengan Raihan. Raihan baru saja pulang dari pesantren di daerah timur, maka dari itu, Airy terkejut melihat Raihan ada dirumah.


"Abang? Kapan pulang?" Bisik Airy.

__ADS_1


"Assallamualaikum warrahmatullahi wabbarokatu." Salam Raihan sambil memegangi lengan Airy.


"Waalaikum sallam, Abang kapan pulang?" Bisik Airy.


"Kabur lagi?" Tanya Raihan.


"Alah Abang tau lah, lepasin aku ya. Nanti ku kasih nomor ukhty-ukhty cantik dari pesantren sebelumnya. Ok! Abang ku yang tampan rupawan, ya, ya." Pinta Airy.


Klik....


"Lepas Raihan, biar kami yang menanganinya!" Seru Aisyah.


"Baiklah, Raihan mau sholat dulu ya. Kabari Raihan kalau Airy kabur, Assallamualaikum warrahmatullahi wabbarokatuh." Salam Raihan pergi.

__ADS_1


"Abang!!" Panggil Airy dengan suara mulai meredup.


Rifky dan Aisyah meminta Airy sholat subuh berjama'ah dulu dirumah bersama Aisyah dan Rifky. Mereka akan menguntrogasinya setelah sholat subuh. Ponsel Airy berdering, Aisyah langsung merebutnya dan membanting ponsel miliknya itu.


"Ya Allah Ya Rabbi, Ya Allahu Ya kariim, Ami itu kan ponsel aku Mi. Namanya pemborosan itu, main banting aja ah Ami!" Kesal Airy merengek seperti bayi.


"Wudhu! Cepat siap-siap jama'ah sama Papa, Ami dan Yusuf! Cepat!" Ucap Aisyah tegas.


Apa boleh buat, Airy mungkin bisa membantah kata-kata Aisyah, tapi tidak di depan Yusuf. Ia takut, jika Yusuf akan mencontoh sikap buruknya itu. Bagaimanapun juga, Airy masih mencontohkan hal yang baik bagi Yusuf yang baru akan menginjak masa remaja itu.


------___-------


Pagi hari, Aisyah masih saja mendiamkan Airy. Ia kesal dengan Airy karena sering kabur dari pesantren dimana ia nyantri. Sambil menunggu Rifky dan Raihan pulang dari masjid, Airy membantu Aisyah memasak dan menyiapkan sarapan untuk Yusuf yang akan pergi kesekolah.

__ADS_1


"Mi, Yusuf berangkat sekolah dulu ya. Assall'amualaikum, dadah Kak Airy," Ujar Yusuf sambil mencium tangan Aisyah dan Airy.


Aisyah hanya melirik Airy saja, ia masih kesal melihat tingkah anak perempuannya yang sangat tomboy itu. Airy sama sekali tidak mecerminkan gadis keturunan ulama, walaupun ia sangat pandai mengaji dan sudah bayak hafalan, tetap saja ia belum bisa memakai aqidah akhlak yang selama ini sudah di terapkan oleh kedua orang tuannya.


__ADS_2