Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 152


__ADS_3

Namun, aksi Sari itu diketahui oleh Airy. Dengan sengaja Airy pura-pura tidak mengetahuinya. Ia bahkan tersenyum kepada Hafiz saat Sari memotret nya.


"Dapat! Aku harus edit seromantis mungkin. Dengan ini, aku bisa membuat hubungan Adam dan cewek murahan itu hancur." Harap Sari ketinggian.


Sari berlalu, ia tidak jadi meracuni ikan yang baru saja Hafiz beli.


"Kak Ale umur berapa sih? Kenapa belum nikah? Pahala Ustad Zainal dan Mas Adam udah nikah. Dan sejak saat itu, Kak Ale kemana saja? Kenapa juga Kak Ale bisa bertemu denganku di Singapura dulu?" tanya Airy.


"Dasar! Kamu ini ya, banyak banget sih pertanyaannya." Ucapan Hafiz dengan meniup wajah Airy.


"Kalian ngapain disini?" sahut Ustad Zainal dan Adam tentunya.


"Assalamu'alaikum," salam Ustad Zainal dan Adam.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,"

__ADS_1


"Mas Adam, pulang yuk. Aku capek," ucap Airy manja.


Airy sengaja mengajak Adam untuk pulang, karena ia ingin membicarakan masalah Sari yang memotret dirinya dengan Hafiz. Kemudian, menjelaskan kenapa ia bisa bersama Hafiz di kolam lele. Dengan riang gembira, Airy merangkul lengan Adam dengan mesra, dan menciumi tangan Adam terus-menerus. Hal itu membuat Hafiz tidak menyukainya. Iya! dia cemburu.


"Kenapa aku nggak suka lihat Airy manja seperti itu dengan Adam ya. Astaghfirullah, Ya Allah, jangan buat hamba begini Ya Allah," batin Hafiz resah.


"Aku tau, aku paham. Tapi Mas Hafiz harus sadar, Airy itu istri dari Adik Mas Hafiz, ayo aku bantu mengajari lelenya berenang." Sela Ustad Zainal.


"Maksudmu apa? Aku suka gitu dengan Airy? Ya enggak lah!" Elak Hafiz.


"Ngono wae kabeh, dumeh due bojo. Kakangne di nomor duakan. Assalamu'alaikum," Hafiz pergi.


"Mangkane rabi!" teriak Ustad Zainal.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

__ADS_1


Siang itu, Hafiz duduk termenung di samping pekarangan kandang di belakang pesantren. Duduk bersandar di bawah pohon rambutan, ia juga memejamkan matanya.


"Haih Airy, kau begitu polos dan menarik hatiku. Kenapa juga aku tertarik Ya Allah, pantaskah perasaanku ini untuknya? Dia adalah istri dari adikku. Apakah aku harus pergi lagi?" Hafiz bergumam.


Tiba-tiba Sari muncul di sampingnya. Itu bukan hal yang mengejutkan baginya, karena Sari juga tau, jalan pintas mana agar bisa masuk kedalam.


"Cie yang mencintai milik orang. Kita ini sama-sama mencintai orang yang sudah berpunya, kenapa kita nggak kerja sama saja sih? Aku dapat Adam, Mas Hafiz dapat Airy, gimana?" Usul Sari.


"Hm, gila! Astaghfirullah hal'adzim, jauhkan aku dari iblis wanita seperti orang ini Ya Allah." Cetus Hafiz.


"Mending tobat deh kamu Sari, kamu udah melangkah ke neraka terlalu jauh. Aku takut kau malah tak bisa kembali," saran Hafiz.


"Seringlah mengucap Astaghfirullahal Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuumu Wa Atuubu Ilaihi. Semoga kau di beri hidayah, Assalamu'alaikum." Hafiz pergi.


Kesal, marah, dan emosi. Itu yang dirasakan Sari. Cintanya, kakak terbaiknya, semua telah di rebut perhatiannya oleh Sari. Ia pun tanpa ragu mengirim foto Hafiz dan Airy saat mereka berdua, sebelum itu, ia juga sudah mengeditnya dengan pose yang mesra.

__ADS_1


Apakah Adam akan percaya? Atau bahkan Adam akan tertawa karena ia sudah mengetahuinya.


__ADS_2