
Satu minggu berlalu, ini waktunya Airy ikut camp selama dua hari 1 malam. Kebetulan, pagi itu Airy mendapat surat dari Raihan yang dikirim lewat pos.
"Udah siap? " tanya Adam.
"Udah sih Mas, lengkap disini! " jawab Airy dengan senyuman.
"Itu apa? " tanya Adam.
"Mana? Oh yang ini, baju Mas Adam, aku takut malam nggak bisa tidur, jadi aku bawa bajunya Mas Adam deh hehehe, " Airy membawa kaos yang sudah dipakai Adam sebelumnya.
Sudah kebiasaan dia tidur dengan Adam, jadi harus membawa baju/kaos yang sudah dipakai oleh Adam sebelumnya. Dulu, waktu Airy belum menikah, ia tidak bisa tidur sebelum ngemil terlebih dulu, sekarang berbeda, ia tidak bisa tidur jika tidak ada Adam disampingnya. Hati Adam berbunga-bunga ketika mendengar itu, ia langsung memeluk Airy dengan erat. Bahkan sarapan pagi dengan sebuah ciuman hangat di bibir mereka. Ketika sedang panas-panasnya berciuman, ada seseorang yang mengetuk pintu dan mengucapkan Alam.
"Assalamu'alaikum, Ustad Adam, Mbak Airy! " panggil lelaki itu.
Ciuman itu terganggu......
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, tunggu! " seru Adam.
__ADS_1
"Ganggu aja deh, siapa sih? " kesal Adam.
Adam membuka pintu, santri itu membawa surat buat Airy dari Kairo. Mendengar dari Kairo, Airy langsung keluar lalu membukanya. Sudah lama tidak mendengar kabar Raihan, melihat tulisan Raihan di nama pengirim dan penerima saja sudah membuat Airy meneteskan air mata.
Assalamu'alaikum Airy, adik Abang yang paling bandel. Lagi apa? Abang disini baik-baik saja, Abang kangen banget sama kamu. Tau nggak, ada seseorang yang ingetin Abang sama kamu dan Ami, ahhh wanita itu sangat malang. Oh ya, gimana? udah isi belum? 4 tahun lagi kan Abang pulang, harus sudah ada Airy/Ustad Adam junior yaaa. Gimana dengan kuliahmu? jurusan apa yang kau ambil? Abang kangen banget sama kamu Ry, dua minggu lagi ponsel Abang kembali, stay di rumah ya, Abang pengen telfon.
Dan masih banyak lagi yang dikatakan Raihan, yang ditanyakana hanya Airy saja, bahkan ia tidak sempat menceritakan tentangnya. Selain surat, ternyata Raihan juga memberikan sebuah liontin cantik berbentuk kupu-kupu dengan warna biru. Air mata Airy menetes deras, ia juga sama merindukan kakakanya.
"Sudah ya, simpan suratnya. Kamu harus fit untuk ikut camping, biar aku bawain tasnya. " kata Adam menyeka air mata Airy.
Hari itu Rindi berangkat sendiri dan sudah menunggunya di kampus, dikarenakan ia harus ke kantor pos lebih awal. Ibunya mengirim sesuatu dari luar negri.
" Dimana saudara kamu yang omonganya bikin takut itu? " tanya Maureen dengan melirik ke sana kesini.
"Kenapa? kangen sama dia? " tanya Rindi kembali.
Tiba-tiba Raka mendekat juga dan menanyakan keberadaan Airy, bukan hanya Raka, bahkan David juga menanyakan Airy kepada Rindi.
__ADS_1
"Kalian bertiga kangen sama Airy? Sebentar lagi pasti datang kok, tenang aja. " ucap Rindi sambil merapikan jilbabnya.
Tidak lama setelah itu, mobil Airy sudah tiba di tempat berkumpulnya anak-anak. Saat Airy hendak mengajak Adam turun, Adam tidak mau, ia takut jika teman-temannya mengetahui setatus Airy.
"Kenapa nggak mau turun? Tas aku berat Mas, " rengek Airy.
"Nanti temen-temen kamu tau kalau kamu udah nikah gimana?" tanya Adam.
"Ya biarin lah, kan emang aku udah nikah. Ish Mas Adam ini, ayo bantu aku bawa tas kesana, sekalian mau mengenalkan Mas Adam ke yang lain. " Airy tetap memaksa Asam untuk turun bersamanya.
Akhirnya Adam mau juga turun dan membawakan tasnya, bahkan tangan yang satunya lagi nampak bergandengan tangan dengan Airy dan berjalan saling tersenyum satu sama lain.
Bagaimana ekspresi Maureen dan David? hanya mereka yang belum tau tentang Adam.
Maaf dikit, nanti up lagi kok..
Aku habis jatuh, jadi kaki dan tanganku sakit...
__ADS_1