
"Ustad," kata Airy.
"Dalem Zawjati," jawab Adam lembut.
"Ustad nggak marah?" tanya Airy.
"Enggak dong, tapi lain kali nggak boleh itu, aku bilang aja kalau aku nggak tau." turu Airy.
"Emm itu, aku belum siap. B-bagai mana dengan mu?" tanya Adam gugup.
Adam melepaskan pelukannya, dan langsung menarik selimut. Ia juga menutupi seluruh badannya menggunakan selimut itu. Airy heran, kenapa juga harus malu. Bukannya mereka sudah suami istri.
Malam itu menjadi malam panjang bagi Adam dan Airy, mereka masih membahas seputar malam pertama. Dengan polosnya, Airy mengatakan jika malam itu sudah malam ke 2 minggu mereka.
"Ustad, jangan tidur dulu dong. Masih banyak pertanyaan ini, tadi kan Ustad udah tanya tentang guru glambreh itu. Sekarang giliran dong." Kata Airy menggoncangkan tubuh Adam.
"Tanya nya besok aja ya," jawab Adam.
"Sekarang, kalau enggak, aku ngambek." kesal Airy.
__ADS_1
"Jangan dong, iya mau tanya apa?" Adam membuka selimutnya, lalu duduk mendekat Airy.
Airy tertawa melihat ekspresi wajah Adam yang panik itu. Segitunya jika Airy ngambek, dia bakal susah sendiri.
"Tanya apa?" tanya Adam.
"Kita kan udah melewati malam hampir 3 mingguan, ya belum hampir sih. Kok orang lain masih bilang kalau aku dan Ustad belum malam pertama, haih aku bingung." kata Airy polos.
"Yakin kamu se polos ini?" tanya Adam.
"Pertanyaan macam apa ini!" kesal Airy.
Karena Airy merasa haus, ia beranjak dari tempat tidur dan ke dapur. Di cegah oleh Adam, dengan menahan tangannya, di tarik tangan Airy sampai terhempas di atas tubuh Adam. Sengaja Adam lakukan, lalu menutupinya dengan selimut, kini mereka ada di dalam selimut itu.
"Sumpek Ustad, aku susah nafas kalau begini," bisik Airy.
"Sttt, kalau mau tau harus diam dan tenang." Bisik Adam dan mencium kening Airy.
Airy terkejut. Seperti ada sengatan listrik saat Adam mencium kening Airy, jantungnya berdebar hebat, sampai Adam bisa mendengarnya. Keringat dingin mulai mengalir, Airy takut jika Adam melakukan adegan itu.
__ADS_1
"Ustad, a-a-apa yang Ustad lakukan," kata Airy gugup.
Saat Airy hendak mengangkat tubuhnya, tangan Adam menahannya, Adam memeluk Airy dengan erat.
"Katanya mau tau malam pertama itu apa, ya begini, kita lakukan...... "bisik Adam.
" Nggak! Aku nggak mau ah, lepasin aku!" teriak Airy langsung melepaskan diri dari pelukan Adam.
Airy langsung lari keluar, sebenarnya Adam juga sudah menginginkan moment itu, tetapi, dirinya juga masih belum siap atau belum bisa memaksakan kehendak Airy.
Ketika berlari, Airy tidak sengaja bertemu dengan Raihan yang saat itu berjalan sendirian. Melihat Airy panik, Raihan malah ikutan menjadi panik.
"Ada apa Airy, kenapa kamu lagi seperti itu?" tanya Raihan panik.
"Sstt, aku mau cari pohon, Bang Rai bilang ke Ustad Adam sana, aku belum siap!" jawaban Airy malah semakin membuat Raihan bingung.
"Lah, Airy tunggu!" teriak Raihan.
"Bilang aja gitu sama Ustad Adam, cepat sebelum dia kejar aku!" kata Airy.
__ADS_1
"Belum siap apa sih? Nggak tau akutuh!" gumam Raihan.
Akhirnya Airy menemukan pohon yang cocok untuk nangkring. Saat Airy memanjat, ia masih gugup, hingga berkali-kali kakinya terpeleset, sehingga siku dan kakinya lecet-lecet.