Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 92


__ADS_3

Melihat Adam dan Airy yang saling toel meoel, Ustazah Ifa tertawa dan tersenyum senyum sendiri. Ia malah merasa malu sendiri melihat keharmonisan rumah tangga adik iparnya itu. Ustadzah Ifa juga salut kepada Adam dan Airy, mereka menikah tanpa didasari rasa cinta, bukan seperti dirinya. Memang dirinya menikah dengan perjodohan juga, tetapi Ustad Zainal dan ustadzah Ifa saling mencintai.


"Ya sudahlah hehehe, kalian lucu banget sih, kalau gitu aku pamit aja ya, ini jangan lupa dimakan, karena kalian enggak datang pas tadarusan, makanya aku sisain buat kalian. Untuk Airy semangat ya!" tutur Ustadzah Ifa.


Setelah Ustazah Ifa pamit, Airy langsung menyiapkan makanan tersebut untuk Adam. Kebetulan juga mereka belum makan malam, bukan karena Airy malas memasak, tetapi Adam lah yang melarang Airy untuk memasak di dapur. Adam ingin, ketika dirinya di rumah, Airy tidak melakukan apapun selagi ia masih bisa melakukannya sendiri. Kecuali, kalau memang harus berbagi kegiatan membersihkan rumah.


"Kenapa sih, Ustad sering memanjakan aku? Aku kan udah sering dimanja sama Papa dan Amiku dirumah. Bahkan, aku terus menjadi ratu kan di rumah, karena aku anak perempuan sendiri. Aku nggak ingin menjadi beban Ustad aja, perintahlah aku untuk melakukan sesuatu, jangan memanjakan aku terus Ustad! " ujar Airy.

__ADS_1


" Aku tidak memanjakanmu kok, tapi sebagaimana mungkin aku bisa memuliakanmu. Tugas rumah itu aslinya adalah tugas seorang suami, seorang Istri hanya melengkapi saja, selagi aku masih bisa ngurus sendiri, buat apa aku merepotkan istri nakalku ini. "tutur Adam.


" Lagian, aku sudah terbiasa melakukan apapun sendiri, sejak ada kamu, alhamdulillah semua pekerjaanku menjadi ringan. Jadi, untuk memberimu hadiah, aku akan memuliakanmu, doa istri kan mujarab seperti doa Ibu, berhubung aku sudah tidak ada Ibu, jadi izin kan aku ........ " belum juga Adam melanjutkan pembicaraannya, Airy sudah main peluk saja.


Betapa beruntungnya Airy mendapat suami seperti Adam, Iya bahkan tidak menyangka jika Adam mampu menerima segala kekurangannya. Ia memang belum pandai memasak tapi, ia berjanji ingin berubah menjadi istri yang lebih baik. Adam terharu mendengar semua perkataan Airy itu, ia pun membalas pelukan Airy dengan erat. Tetapi, suasana haru itu dipecah oleh Airy dengan perkataan yang sangat bar-barnya itu.


"Apa itu? Perlahan tapi pasti sayang, " Adam. membelai kepala Airy.

__ADS_1


"Manjat! aku lebih suka makan buat rambutan atau jambu di pohonnya. Besok aku berencana mau panjat pohon kelapa, aku lihat ada kelapa muda di belakang pesantren, Ustad mau? " kata Airy.


" Lailahaillallah muhammadarrasulullah Ya Allahu Ya Robbi , kamu nggak bisa kalau nggak manjat?" tanya Adam.


"Tuh kan, katanya boleh memanjat lagi. Kok sekarang jadi gitu sih. Itu kan hobiku, Ustad kan tahu, "kata Airy dengan manja.


Adam pun tertawa, Iya baru sadar kalau istrinya itu memang masih anak kecil. Dan seusia segitu memang lagi cari jati dirinya sendiri. Adam pun mengiyakan, bahkan ia juga yang akan menunggu Airy di bawah dan menangkap kelapa mudanya. Adam melakukan itu, agar Airy tidak merasa bahwa masa remajanya dikekang karena suatu hubungan pernikahan. Adam tetap ingin membebaskannya, seiring berjalannya waktu secara perlahan Adam akan merubah Airy menjadi yang lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2