
Kaget dengan perlakuan Adam, Airy pun terbangun. Ia tersenyum dan membalas pelukan Adam.
"Ada apa ini? Malam berpelukan kah?" tanya Airy polos.
Duar... !!
Suara petir menyambar, Airy kaget dan langsung memeluk Adam. Nampak ia ketakutan sekali, hujan tiba-tiba turun sangat deras. Itu menambah suasana hati Airy menjadi kacau.
"Apa ini! Tiba-tiba hujan, petir. Aku benci sekali hujan malam!" Keluh Airy.
"Astaghfirullah, nggak boleh gitu sayang. Tau doanya kan? Kita berdoa sama-sama yuk," tutur Adam lembut.
"Subhaanalladzii yusabbihur ro'du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih." Ucap Adam dan Airy.
Duar... !!!
Petir kembali menyambar, hati Airy semakin resah.
"Lagi?" teriak Airy.
__ADS_1
Adam berusaha menenangkan Airy dengan sholawat dari suara merdunya. Hati Airy mulai tenang, Airy membuka matanya dengan pelan. Mendengar hujan deras beserta angin kencang, dan di tambah mati listrik.
"Ya Sallam! Mati listrik pula? Allahu Akbar!!" ucap Airy.
"Sttt, udah ya jangan panik. Kan ada bojomu di sini. Istighfar, dan jangan putus berdoa ya." Tutur Adam menepuk-nepuk kepala Airy dengan lembut.
Setelah Airy tenang, Adam menghidupkan lampu senter yang memang ia sediakan untuk berjaga-jaga jika mati listrik lagi.
"Kenapa sih sayang? Kok bisa ketakutan gini dengan hujan malam? Biasanya juga petir sekeras apapun, kamu tetap biasa aja." Tanya Adam.
Kejadiannya sudah lama, dulu saat Airy masih berusia jalan sepuluh tahun. Ia di hukum oleh Ami nya, karena ia mengikat Naira dan memasukkan ke gudang. Naira ini anak dari adik ipar Asiyah, anak dari Keny dan Clara yang saat itu berusia 7 tahun.
Saat di gudang, tiba-tiba mati listrik. Petir menyambar sangat keras, suaranya menggelegar menusuk ke telinga. Awalnya Airy masih biasa saja, ia mencoba melihat keluar melalui jendela di ruangan itu.
"Apa itu?" Desis Airy memandangi sosok di balik batu besar di samping rumah.
Sosok itu bertubuh kecil, semakin lama Airy melihat sosok itu. Sosok itu berubah menjadi besar, lalu menoleh kearah Airy. Dan wajahnya berubah menjadi menyeramkan. Airy berteriak, segala doa ia ucapkan untuk tuk menenangkan hatinya. Sampai doa makan puasa saja ia ucapkan.
Aisyah tidak tega mendengar cerita Airy, lalu membawanya ke kamar. Sejak saat itu, setiap hujan deras di malam hari, apalagi di tambah dengan gemuruh nya petir. Airy selalu ingat kejadian itu. Entah bagaimana bentuk wajah sosok itu, sampai sekarang Airy tidak pernah menceritakan ke siapapun.
__ADS_1
"Dimana?" tanya Adam masih belum percaya.
"Di balik batu Mas. Sekarang batu itu udah nggak ada. Pagi harinya langsung di pindah sama Ami. Karena kata orang sekitar memang terdapat kisah misteri di bawah batu itu." Jelas Airy masih mencengkram lengan Adam karena mengingat masa lalu.
"Oh ya Mas Adam, apakah jin hidup di dunia ini layaknya manusia?" tanya Airy penasaran.
"Qadi Badruddin bin Abdullah as-Syibly, mengungkap fakta menarik dalam kitabnya yang berjudul ‘Ajaib wa Gharaib al-Jin. Melalui kitab yang bercorak hadis tekstual ini, dia menyatakan bahwa aktivitas jin, pada dasarnya serupa dengan manusia. Mereka makan, minum, tidur, dan beranak-pinak. Pernah dengar belum?" tanya Adam.
"Sedikit sih, karena jin dan syetan itu berbeda, iya kan?" Airy mencengkram lengan Adam tambah kuat.
"Iya benar. Jin dan manusia juga banyak memiliki kesamaan. Kesamaan tersebut bukan hanya soal kebutuhan biologis sehari-hari, tetapi soal aspek ritual, pada dasarnya bangsa jin juga mendapat perintah yang sama yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu Wata 'Ala, seperti manusia." Jelas Adam.
"Oh gitu, jadi kita ndak boleh takut ya sama jin?" Tanya Airy.
"Jangan dong, kita hanya boleh takut dengan larangan Allah. Cukup harus perkuat iman kita, dan percaya jika kita dengan mereka ini memang hidup berdampingan." Jelas Adam.
"Sudah ya, kita tidur saya. Nanti pasti listriknya akan kembali nyala kok." Sambungnya.
Mereka pun kembali tidur, hingga menjelang subuh, mereka pun bangun dan melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim yang taat.
__ADS_1
Mohon koreksi jika sedikit ilmu ini ada yang kurang, atau salah ya kakak-kakak. Semoga hidup kita jauh lebih berkah dari hari kemarin☺😇