Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 127


__ADS_3

Aku dimana ini? Kenapa tempatnya penuh dengan asap putih?


Rasa dingin menyelimuti tubuh Airy. Ia kemungkinan sedang bermimpi, atau bahkan berada di tempat yang sangat jauh dari dunia ini. Seperti didalam ruangan yang tidak ada ujungnya, seperti dijalan atau di hutan yang tidak tau dimana, tempat itu hanyalah penuh dengan kabut putih. Ia menatap sekeliling, mencari-cari apakah dia hanya seorang diri atau ada seseorang yang mungkin akan bersamanya.


Kini tubuhnya mulai dingin, bibirnya mulai bergemetar, semakin angin menusuk ke tulangnya, ia semakin kedinginan. Ia terus berdzikir kepada Allah, agar dirinya memiliki kekuatan menghadapi segala cobaan di manapun ia berada. Sesekali matanya mencari-cari, terdengar suara yang memanggil Airy. Suara itu terdengar sangat jelas, nada suaranya juga terdengar sangat berat.


"Airy buyutku, kenapa kamu ada disini? kembalilah nak, suami dan calon anakmu masih membutuhkanmu! " ucap seorang laki-laki itu.


"Siapa anda? Kenapa anda mengetahui namaku?" tanya Airy panik.


"Aku adalah Ayah dari kakung mu Airy. Nak, jaga kandungan mu baik-baik ya, lawan orang yang sudah mencelakai mu dengan doa......... " kata-kata itu tiba-tiba menghilang.


"Airy, Airy! " terdengar seseorang memanggil namanya.


Airy terbangun, matanya seperti berat untuk di buka. Namun, ia berusaha untuk tetap membuka matanya, kemudian melihat sekeliling, ternyata dia sudah ada di rumah sakit. disampingnya juga ada Adam yang saat itu menggenggam tangannya dengan erat dengan wajah penuh kegelisahan.

__ADS_1


" Aku di rumah sakit ya? Aku kenapa kok bisa bertamasya kesini? Ohhh, aku jatuh dari motor hahaha Ya Allah, anakku? Anakku nggak papa kan? "


Adam malah melongo mendengar Airy tertawa, dan setelah itu panik sendiri. Untung saja kandungan Airy baik-baik saja, karena kemungkinan saat ia jatuh, dia melindungi perutnya menggunakan tangannya sendiri sampai tangannya penuh luka. Beruntung kepalanya juga baik-baik saja cuma terbentur dan tergores sedikit.


" Alhamdulillah kandunganmu baik-baik saja. Calon anak kita sehat wal'afiat, tadi udah diperiksa dan USG juga." tutur Adam dengan lembut.


"Kamu kan Ninja Hatori, jago naik motor juga. Kok bisa jatuh sih? Kenapa nggak hati-hati banget deh, mana pergi juga nggak bilang-bilang lagi. Maunya gimana? " nada suara Adam sudah berbeda.


Airy hanya menunduk.


"Mas itu khawatir. Mas khawatir itu bukan cuma karena anak kita aja, tapi kamu juga Airy! Mas tuh sayang banget sama kamu, Mas tidak ingin ada hal apapun yang terjadi di keluarga kecil kita." sambungnya dengan membelai pipi Airy.


"Maaf, aku nggak tau kalau aku akan jatuh. Tapi tadi seperti ada yang sengaja menyrempetku Mas, dua orang pakai baju serba item, mungkin habis melayat! " jelas Airy.


"Sekarang kamu bobok ya, istirahat yang cukup. Mas akan menunggumu disini." ucap Adam memaksa Airy untuk tidur.

__ADS_1


"Apaan, mataku baru aja melek, udah disuruh tidur aja. Aku mau nge game!" kata Airy.


Adam pun menggeleng kan kepala, melihat tingkah istrinya yang begitu istimewa. Kemudian, ia memberikan ponselnya agar Airy bisa bermain game.


Di pikiran lain, ia tetap yakin kalau semua itu terjadi karena ulah Sari. Ia berniat untuk menemui Sari setelah pulang dari rumah sakit. Mengakhiri semuanya dan mencegah timbulnya masalah baru.


Saat Airy sibuk bermain game, Adam berpamitan untuk pulang sebentar, kebetulan juga Ustadzah Ifa dan Rindi juga sudah datang untuk giliran berjaga.


"Sayang, Mas pulang dulu ya," pamit Adam.


"Tapi aku masih mau main game loh, " jawab Airy manja.


"Ya udah, kalau gitu ponsel kamu yang Mas bawa ya. Kalau ada apa-apa segera kabari. Sebentar aja kok, tuh Rindi sama Mbak Ifa udah datang, Assalamu'alaikum. " tutur Adam sambil mengecup kening Airy.


Adam juga berpamitan dengan Ustadzah Ifa untuk pulang sebentar. Dan akan kembali secepat mungkin.

__ADS_1


__ADS_2