Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 51


__ADS_3

Ketika semua persyaratan tanda tangan, lalu Ijab Qobul dan juga kata Sah sudah terucap, Ustad Zainal meminta  Adam dan Airy mendekatkan diri. Menyuruh Airy untuk mencium tangan Adam, ketika Airy hendak mecium tangan Adam, ia sangat gugup, hanya bisa memaju mundurkan tanganya kepada Adam.


“Aaaa sedikit aja boleh nggak sih?” Tanya Airy.


Semua yang ada di masjid itu menjadi tertawa.


“Mana ada sih salim sedikit? Kalian kan sudah sah menjadi suami istri, sudah boleh dong untuk kalian bersentuhan!” Ucap Ruchan.


“Em dikit aja ya, kalau enggak ya di wakilkan Bang Rai aja gimana Kung? Boleh ya? Boleh dong seharusnya,” Airy benar-benar gugup.


Airy masih mengepalkan tangannya, ia belum siap untuk bersentuhan kulit dengan Adam. Tetapi, Adam meraih tangan Airy dengan perlahan, Airy tahu jika itu sudah sah, ia berusaha untuk menerima itu. Diciumnya tangan Adam, lalu Adam mengucapkan doa, lalu mencium kening Airy.

__ADS_1


“Udah, kan puasa, nggak boleh lama-lama ciumnya, nanti batal puasaku!” ucap Airy.


“Kamu batalin puasa aja dulu, kan kamu nggak sahur Ry,” tutur Aisyah.


“Rugi Mi, akhir puasa juga kan aku pasti datang bulan kalau nggak pas hari raya.” Jawab Airy.


Airy sedang mengobrol dan bermanja-manjaan dengan Aisyah dan Leah, sementara Ruchan dan Rifky sedang berbicara dengan Adam. Sebelum itu, Syakir dan Akbar juga sedang ada di sana, tetapi kini mereka sedang keluar dari masjid untuk mengajak anak-anak bermain dan keliling pesantren yang di antar oleh Raditya.


“Adam, jaga putriku ya, aku membesarkannya dengan penih kasih sayang. Kamu tau banyak hal sifat buruk Airy bukan? Jika kamu sudah nggak sanggup lagi untuk membimbingnya, jangan kau kasari dia, bicarlah padaku, akanku bawa pulang dan aku sendiri yang mengajarinya menjadi istri yang baik…..selamat ya,” Rifky tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


“Bukan hanya itu Ky! Adam, kau sekarang menantu kami, aku juga akan menganggap kau seperti putra dikeluarga kami, aku titip cucu nakalku itu ya. Walaupun dia memiliki watak yang keras, tetapi ia memiliki rasa sayang yang tulus kepada orag lain.” Ucap Ruchan.

__ADS_1


“Insyaallah, Ustad, Pak Dhe. Adam janji, hanya ada tuntunan dan teguran yang akan Adam jalankan sesuai bimbingan. Hanya akan ada kasih sayang sesuai syariat cinta dalam agama, Insyaallah, Adam bisa menjaga dan membimbing Airy, tetapi juga tidak jauh dengan bimbingan kalian berdua.” Tutur


adam.


“Insyaallah.”


Acara ijab qbul selesai, Ustad Zainal meminta Adam untuk membawa Airy istirahat terlebih dahulu, sambil menunggu adzan dzhur. Sedangkan dirinya dengan yang lain, akan berada di depan rumah Almarhum Kyai Besar, karena dihari kedua meninggalnya beliau masih ada yang datang untuk ziarah.


Saat itu, Airy sedang asyik mengobrol dengan keluarganya, dan juga Rindi disana, Adam memanggil Airy dan memintanya untuk menaruh barang-barang yang sudah di siapkan oleh Rindi untuk di bawa masuk kerumah milik Adam sendiri, seperti kisah Kakung dan Utinya dulu. Hadiah pernikahan yang di berikan Adam adalah rumah untuk mereka singgahi setelah pernikahan.


“Assallamu’alaikum warrohmatullahi wabbarokatuh,” salam Adam.

__ADS_1


“Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabbarokatuh, cie, pengantin baru sudah di jemput.” Goda Balqis.


Airy menelan ludahnya, ia masih bingung setelah ini ia akan berbuat apa, Adam mengajak Airy untuk istirahat dirumah barunya. Hari itu, Airy menjadi sangat penurut, karena ia masih belum percaya, kalau dirinya baru saja menikah, dan menikah di usaia yang masih sangat muda.


__ADS_2