Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 200


__ADS_3

Sudah seminggu Adam di rumah sakit, tak kunjung juga ia tersadar. Selama itu, Airy bahkan tak pernah absen untuk menemani suaminya itu.


"Mas, seberapa kerasnya sih kamu terbentur? Ako kangen kamu, kangen setengah mati, eh." gumam Airy.


"Urep kok koyo ngene, ibarat rondo ora, tapi due bojo wae ora kesanding, mung iso nyawang. (Hidup kok seperti ini, ibarat janda bukan, tapi punya suami aja tidak bisa bersama, hanya bisa memandang)" keluh nya.


"Airy, Airy," Adam mengigau.


"Mas, Mas Adam ini aku, Airy. Bojomu paling ayu dewe, loh Mas. (istrimu paling cantik sendiri)"


Airy pun memanggil dokter untuk segera memeriksa keadaan Adam. Kabar baik, kondisinya semakin membaik, bahkan ia juga kerap memanggil nama Airy di dalam dunia bawah sadarnya.


Matanya terbuka, melihat sekeliling. Ia menanyakan, dimana Airy. Kemudian, Airy pun mendekat, memastikan bahwa ingatan suaminya sudah pulih atau belum.


"Mas Adam," lirih Airy.

__ADS_1


"Ingat ya, Bu. Masih perlu waktu, jangan buat...," dokter memberi pengarahan untuk Airy lagi, agar dirinya bisa bersabar sebentar lagi.


Ia duduk di samping Adam. Membelai wajahnya, tanpa ia rasakan, air matanya menetes. Sudah sangat lama, ia tidak membelai wajah suami tercinta. Bahkan, ia juga mengusap kening Adam.


"Bu Calista?" Adam membuka matanya.


Adam juga menyeka air mata Airy dengan lembut. Bukan berhenti menangis, Airy malah semakin histeris. Ia memeluk tubuh Adam yang saat ini memang sudah menerima kebenaran jika dirinya adalah suaminya.


"Maafkan saya," ucap Adam dengan lirih.


"Jangan di paksakan. Kamu sudah mau menerima jika aku ini istrimu saja, aku sudah sangat bahagia, aku sangat bersyukur." Kembali Airy tak bisa menahan air matanya.


Mendengar namanya di sebut, Airy langsung memeluk Adam lagi, suasana semakin hangat ketika Adam juga membalas pelukan dari sang istri, bahkan ia juga membelai kepala istrinya itu. Raihan dan Lulu sangat terharu melihat Adam dan Airy bersama kembali.


"Saya jadi nangis, tapi bahagia. Akhirnya, Adnan, eh Adam bisa berkumpul kembali bersama keluarganya. Tapi ingatan Adam ini kuat loh dengan Airy, segitu besarnya cintanya kepada istrinya, hanya nama Airy yang ia ingat." celetuk Lulu.

__ADS_1


"Kalau Dokter tau kisah mereka, pasti semakin tidak percaya. Apalagi, mereka di satukan karena memiliki sifat yang bertolak belakang, hahaha aku sebagai Abangnya saja, bahagia melihat mereka. Apalagi orang lain." Timpal Raihan.


Meskipun Adam sudah membaik, namun ia belum boleh pulang sampai benar-benar pulih. Airy harus sering bolak balik ke kantor dan rumah sakit. Memastikan, Adam tidak melupakannya lagi. Bahkan, Hafiz juga sering menemani Adam ketika ia senggang, mereka juga sudah semakin akrab, walau awalnya ada kecanggungan di antara mereka.


"Bu Calista, ini ada beberapa berkas yang harus di tandatangani. Karena, Pak Raihan sedang ada rapat di luar kota." ucap Nina.


"Ini apa?" tanya Airy dengan arsip yang bertuliskan nama Hans.


"Oh, sebenarnya hari ini juga ada kunjungan dari Pak Hans, bisakah Ibu menemuinya? Menggantikan Pak Raihan?" ucap Nina.


Mau tidak mau, Airy harus mau. Ia juga harus profesional dalam bekerja. Sebelum ke rumah sakit, ia menemui Hans dulu di ruangan Abangnya.


"Selamat siang," sapa Airy.


"Siang," jawab Hans.

__ADS_1


Ketika Hans ingin menyalami Airy, Airy menyatukan tangannya, tanda jika dirinya tidak melakukan salaman bersentuhan itu. Kemudian mempersilahkan Hans duduk kembali dan memulai apa yang ingin di sampaikan oleh Hans.


Capek pelakor, sekali kali main pebinor-pebinoran yuk😁


__ADS_2