
Hari yang membosankan bagi Airy dirumah, puasa tinggal 6 hari lagi, ia hanya bisa menikmati hari-hari nya di kamar saja, sendirian sampai Yusuf pulang sekolah. Iseng-iseng mengirim pesan kepada Adam, karena Airy tahu, Adam dan Raihan naik menggunakan tranportasi umum. Karena tidak mungkin orangtua Raihan mengizinkan Raihan menyetir mobil hanya berdua dengan Adam sampai keluar kota.
“Assallamu’alaikum Ustad, sudah sampai mana?”
“Wa’alaikum sallam warahmatullahi wabbarokatuh, Alhamdulillah sudah keluar dari Jogja Airy, ada apa?”
“Ah enggak kok, aku hanya bosan di kamar, mau nyuri jambu, jambunya nggak ada yang mateng Ustad,nggak mateng seperti Ustad gitu hehehe”
Melihat pesan Airy membuat Adam semakin salah tingkah, Airy ini hanyalah menggoda dan menambah dosa Adam saja. Ia bercerita kepada Raihan tentang pesan itu.
“Adikmu itu Han, Han. Sering buat aku salah tingkah tau nggak sih Han!” Seru Adam.
“Kok bisa? Memangnya adikku melakukan apa padamu Ustad?” Tanya Raihan.
__ADS_1
Adam memberitahu isi pesan dari Airy, Raihan merasa sangat malu dengan tingkah Airy itu. Tetapi, Adam malah tersenyum dengan raut wajah Raihan.
“Emmm kalian kan satu minggu lagi ujian akhir, berarti kan pertengahan puasa sudah kelulusan dong ya. Bisa nggak di waktu itu saya dan Airy menikah?” Tanya Adam.
“Heh? Kenapa Tanya aku Ustad, menikah itu kan rencana kalian. Aku mana tau, coba deh, setelah kita pulang nanti, Ustad bicara langsung saja dengan Airy secara baik-baik. Aku yakin dia setuju Ustad.” Ucap Raihan.
“Aku takut ditolak Raihan,” kata Adam merebahkan badannya di kursi bus, sambil menghela nafas panjang.
“Ustad pun takut di tolak?” Raihan heran.
Raihan mengucap syukur, akhirnya ada seorang pangeran yang mampu menerima semua kekurangan adiknya yang sangat bandel itu. Mendengar kata-kata Adam yang selalu mengatakan jika Airy itu istimewa, Raihan yakin jika Airy dan Adam akan menjadi pasangan yang serasi, lebih tepatnya bisa membimbing Airy ke jalan yang benar.
Karena bosan, Airy berencana untuk keluar jalan-jalan, karena sering keluar masuk sekolah berbeda, Airy menjadi jarang memiliki seorang teman, malahan musuhnya sering banyak.
__ADS_1
Terik matahari siang membuat otak Airy semakin kumat, ia mangejak bebrapa anak-anak kecil di desanya untuk bersama mandi di sungai. Tentu saja Airy menjaga tubuhnya, ia memakai baju yang longgar dan jilbab menutupi dada agar nanti, jika baju dan jilbabnya basah tidak nampak lekuk tubuhnya.
“Assallamu’alaikum, lagi pada ngapain nih?” Tanya Airy.
“Wa’alaikum sallam, biasa main lah, ada pantauan bagus kak?” Tanya Davi, salah satu soib kecil Airy.
“Nggak ada, libur mantau, lagi kesel pohon kesayangan di tebang. Sungai yuk, udah bawa bumbu aku ini,” ajak Airy kepada 3 anak kecil disana.
“Wah mantap itu Kak, gaskeun lah yuk ah.” Anak-anak itu semngat sekali.
Airy sangat akrab dengan anak-anak desa disana, dibandingkan dengan remaja seusianya. Airy lebih bisa bebas dengan anak-anak itu. Memancing,bermain di sungai juga salah satu kegiatan Airy dikampungnya.
“Wiss, pakai ini aja, bisa buat ambil udangnya nanti. Kamu sebelah sana, nanti semua kece nya kamu taruh di wadah ini ya!” perintah Airy.
__ADS_1
Selesai mandi sungai dan memancing ikan, mereka membakar ikannya di pesisir sungai. Menikmati
indahnya sore hari di sungai. Banyak juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang pulang dari sawah dan bersih-bersih di sungai.