
"Tapi usia kita?" ucap Adam.
"Usia kita hanya terpaut sedikit, tahun ini aku mau 19 tahun kan? Mas Adam kan baru 25, tua dari mana? " goda Airy.
Mendengar pernyataan yang dilontarkan Airy, membuat Adam sangat bersyukur. Airy bahkan tidak pernah mempermasalahkan tentang selisih usia mereka. Sore itu, mie rebus campur telurnya sudah jadi di buatkan oleh Pak Mandor. Dengan sangat lahap, Airy menghabiskan sampai hanya sisa mangkuk dan sendoknya saja.
"Wah Bu Bos makannya cepet juga ya? hebat deh, hehehe humoris lagi, wahhh bikin semangat kerjanya kalau Bu Bosnya seperti ini! " ucap Pak Mandor dengan penuh semangat.
"Saya? Hahaha santai aja Pak Mandor! Kita nikmati saja alurnya hahah, " kata Airy sambil mengambil semangkuk mie lagi.
Melihat Airy yang bisa makan tiga mangkuk mie rebus, semua orang malah tertawa bahagia. Cara makan Airy juga menyenangkan, dia terlihat sangat menikmati mie rebus buatan Pak Mandor itu.
"Alhamdulillah habis, hehehe maaf ya semua hanya satu mangkuk, aku tiga mangkuk. " ucap Airy dengan mengelap bibirnya menggunakan kain baju lengannya.
Adam menahanya, ia mengelap bibir Airy menggunakan sapu tangannya dengan lembut. Membuat Ibu-ibu dan Bapak-bapak menjadi baper dengan kemesraan mereka.
Hujan reda, langit juga sudah mulai gelap. Karena tidak mungkin Adam dan Airy langsung pulang, mereka pun menunggu maghrib di masjid terdekat disana. Untung saja, dimobil Adam dan Airy selalu membawa keperluan lain, contoh baju ganti, peralatan mandi, dan peralatan sholat.
Selesai sholat, mereka berdua dijamu dulu oleh Pak Mandor. Kebetulan rumahnya dekat sekali dengan masjid itu. Pak Mandor sudah mengabari istrinya jika Airy dan Adam akan mampir. Istri Pak Mandor juga sengaja memasak banyak untuk tamu mereka. Pak Mandor ini memiliki dua anak yang masih kecil-kecil, anak-anak beliau masih sekolah dasar, dan yang bungsu masih duduk di PAUD.
"Wah Pak, kenapa jadi repot-repot gini sih? Saya kan jadi enak hehehe, " ucap Adam sambil memainkan tasbihnya.
"Ah Pak Bos ini, ndak repot kok. Saya malah yang ndak enak ini, menerima tamu seperti Pak Bos, rumah saya berantakan seperti ini. Maaf ya Pak Bos, Bu Bos. " kata Pak Mandor.
"Berantakan darimana? Untuk Bapak dengan dua anak yang masih kecil-kecil, ini sudah termasuk rapi loh, " sahut Airy.
__ADS_1
Setelah jamuan selesai, Adam mengajak Airy untuk pamit pulang. Karena mereka sudah hampir kemalaman pulangnya. Untung saja mereka sudah sekalian sholat Isyak, jadi tidak risau lagi jika nanti sampai dirumah langsung tidur.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai rumah juga. Aku langsung bersih-bersih diri dulu aja ya Mas." ucap Airy sambil membuka pintu.
"Buatin kopi dong kalau nggak capek. Tolong ya, buat temen begadang, " pinta Adam.
"Oh, siap bosku! Aku masuk dulu ya, Assallamualaikum. " Airy membuka pintu dan langsung bersih-bersih diri.
Sedangkan Adam masih harus mampir dulu kerumah Ustad Zainal untuk memberikan bibit titipannya. Entah bibit apa yang di pesan oleh Ustad Zainal, Adam pun juga tidak tahu. Karena berada dalam kotak kardus, yang di lakban.
Sementara itu, Airy menunggunya sambil menonton TV. Sekali-kali ia melirik ke brosur yang diberikan David siang tadi. Tak lama setelah itu, Adam pulang dan langsung duduk disamping Airy.
"Assalamu'alaikum ya zawjati, " salam Adam sambil mengecup kening Airy.
"Wa'alaikumsalam, udah ngasih bibitnya? Ustad Zainal belum tidur? " tanya Airy seraya mencium tangan Adam.
"Sinetron ikan terbang, bikin mewek katanya. Jadi penasaran aku, " jawab Airy santai.
"Apa itu? " tanya Adam melihat brosur dari David siang tadi.
"Brosur! " jawab Airy singkat.
"Iya aku tau, maksudku brosur apa? " tanya Adam.
"Camping! " jawab Airy singkat lagi.
__ADS_1
"Kemana? Kapan?" tanya Adam.
"Astaghfirullah hal'adzim, udah dong pertanyaannya. Nggak bisa mewek aku kalau nggak konsen. Hah, bikin penasaran aja filmnya, kok ya viral gitu loh! " ucap Airy sedikit kesal.
Melihat istrinya yang kesal seperti itu, Adam terus saja menggodanya. Bisa-bisa nya Airy terkecoh dengan sinetron di tv, dia jarang sekali nonton hal seperti itu. Tontonan Airy setiap harinya hanyalah kartun dan kartun saja.
"Airy, " panggil Adam.
"Iya Zauji, ada apa? " tanya Airy sambil mengusap-usap rambut Adam. (sebelumya harus minta maaf ya jika mau menyentuh kepala suami).
"Bobok yuk! Ngantuk nih, " ajak Adam.
"Hayuk, aku nggak bisa nangis-nangis dari tadi. Bikin kesel aja, peran wanita utamanya terlalu lemah. Yo wis ayo mapan Mas!!! " ucap Airy.
Mereka pun masuk ke kamar, Adam memeluk Airy dengan erat, lalu bersholawat dengan suara merdunya.
"Katanya mau begadang? " tanya Airy menyandarkan kepalanya ke dada Adam, lalu ia menguap.
"Eh kok kayak ngantuk gitu sih? Kamu mau ikut camp kapan? " tanya Adam masih ingin tahu.
"Memang Mas Adam izinin aku ikut? " tanya Airy.
"Kan itu kegiatan kampus, ya boleh dong. Pergilah! tapi ingat, selalu pertahankan setatus kamu oke?" tutut Adam.
"Oh ya, aku dengar dari Rindi, kamu ada musuh di kampus? Kok bisa? " sambungnya.
__ADS_1
"Musuh? Yang mana? Wanita se imut aku gini ada musuh? Hahahhaa, ada sih yang nggak suka sama aku. Tapi dia masih tahap wajar sih, nggak kek Sari, jadi B ajah! " jawab Airy yang tadinya tertawa menjadi wajah kejutek an.
Kemudian, Airy menceritakan tentang Maureen dan Raka. Airy tidak merasa terganggu akan mereka, hanya saja Airy suka kesal dengan ke brisik an Maureen yang selalu ingin unggul dari dirinya. Adam pun menasehati Airy, agar dia tidak terpengaruh oleh Maureen, biasanya orang seperti Maureen itulah yang selalu kurang perhatian dari orang tuanya/keluarganya.