
Tidak terasa puasa sudah berjalan selama seminggu, hari ini juga semua siswa MA kelas tiga mengikuti ujian akhir semester selama empat hari. Tidak seperti siswa lain yang sedang belejar giat, Airy malah nongkrongi empang lele yang ada disamping pesantren.
"Siang bolong gini enaknya mancing dah ah. Hahaha, aku tuh tipe orang yang ndak bisa belajar di saat menjelang ujian. Bisa ambyar malahan otakku, lebih baik gini, mancing, sore nanti on the way mamam lele goreng hahaha," keluar tanduk nakal Airy.
Tiga ekor lele sudah Airy dapatkan, umpan yang ia cari di sawah juga masih banyak. Entah kapan Airy bisa keluar dari pesantren, lalu ke sawah mencari cacing. Tiba-tiba, Adam menegurnya dari belakang, karena ternyata Lele itu adalah peliharaannya Adam.
"Assallamu'alaikum, ukhty kenapa disini? Tidak belajar, ngaji atau melakukan kegiatan santri lain kah? Dan ini ikan, punya saya, saya mo........" belum juga Adam meneruskan ketegasannya, mendengar suara jawaban salam Airy, dan Airy menoleh saja sudah terdiam.
"Wa'alaikum sallam," wajah tanpa dosa Airy.
"Airy? Kamu to, aku fikir siapa tadi." Kata Adam gugup.
"Jangan bedain aku sama santri atau muridmu yang lain Ustad. Setatusku memang tunanganmu, tapi aku tidak suka jika di istimewakan, aku ambil ini aja. Besok aku ganti. Assallamu'alaikum!" Airy tergesa-gesa meninggalkan Adam.
"Tunggu! Kenapa kamu menjauhi aku? Apa karena lamaran itu? Setidaknya kamu dengarkan penjelasanku dulu Airy, aku tidak akan memaksa, tetapi tolong dengarkan aku dulu." Ucap Adam.
__ADS_1
Airy meletakkan ember yang berisikan lele hasil pancinganya. Duduk di kursi yang memang sudah ada disana, dengan senyuman, Airy mempersilahkan Adam duduk.
"Sebenarnya, aku nggak ada masalah jika menikah muda, hanya saja. Ustad harus tau, aku belum bisa menjadi seorang istri yang cocok untuk Ustad, masak saja aku nggak bisa, bersih-bersih rumah juga nggak cepet. Aku hanya pintar membuat onar saja, aku takut jika aku hanya mempermalukan keluargaku." Tutur Airy.
"Sebaliknya begitu Airy, kita harus bisa saling melengkapi. Aku ingin seminggu lagi kita menikah, karena aku tidak ingin Sari datang dan mengharap aku lagi." Kata Adam menundukan kepalanya.
"Sari? Siapa dia? Dan mengharapkan Ustad, karena apa?" Tanya Airy.
Sari adalah cinta pertama Adam yang dahulu juga pernah di jodohkan oleh almahrumah Uminya. Sari ini anak dari sahabat Uminya, mereka juga sempat jatuh cinta saat usia masih belasan tahun. Karena kemungkinan belum berjodoh, Adam dan Sari terpisah dengan menempuh pendidikannya masing-masing.
"Aku ini dulu sama sepertimu Airy, nakal, sering buat masalah, maka dari itu Abi mengirimku keluar negri, itu masa laluku yang kelam Airy, karena dulu aku juga pernah mabuk, apa kamu akan berubah fikiran tentang hubungan kita?" Tanya Adam.
"Tapi aku tidak ingin, hubungan ini gagal Airy," timpa Adam.
"Ustad, santai aja, semua juga memiliki masa lalu kan? Jika aku saja bisa mencintai Allah yang tanpa terlihat dan tanpa bisa kusentuh, bagaimana mungkin aku tidak bisa mencintai hamba Allah yang bisa aku lihat, dan suatu saat nanti bisa aku sentuh." kata Airy dengan senyum khasnya.
__ADS_1
"Kamu nggak marah dengan masa laluku?" Tanya Adam.
"Buat apa marah? Lebih baik pernah nakal dari pada menjadi mantan orang baik." Jawab Airy.
"Alhamdulillah hirobbil'alaimin, Ya Allah aku senang banget degernya Airy, makasih ya." kata Adam bahagia.
"Soal Sari itu, emm." Kata Airy gugup.
"Sari hanya masa laluku, Insyaallah kamulah masa depanku," tutur Adam.
"Besok pagi, aku akan jawab keputusanku. Emm Ustad," Airy semakin gugup.
"Iya Airy?" tanya Adam.
"Bisa gorengin leleku nggak hehehe, aku nggak bisa masak lele, goreng aja bisanya. Tolong, bisa kan? Dan, sepertinya hatiku mulai menerima kehadiranmu, Assallamua'alaikum!" Airy langsung berlari setelah memberikan ember lele nya kepada Adam.
__ADS_1
Merasa malu, telah mengungkapkan isi hatinya, begitupun dengan Adam yang lega mendengar penerimaan dirinya di hati Airy. Kini tinggal Adam berusaha lebih giat lagi, agar Airy bisa hidup nyaman denganya di kemudian hari.