
"Assalamu'alaikum,"
Suara yang tidak asing di telinga Airy. Dengan secepat kilat, ia membuka pintu dan melihat suaminya yang sudah ada di depan pintu. Langsung saja memeluk sang suami tanpa melihat ada Falih di sampingnya.
"Astaghfirullah, ingat! Di sini ada remaja yang baru tumbuh!" tegur Falih.
"Lagian, cuma sehari nggak ketemu aja udah sok kangen-kangenan. Lebay!" sindirnya.
Falih pun meninggalkan dua pasangan yang sedang melepas rindu itu, dengan senyuman kecut di wajahnya. Melihat Airy yang tidak bisa bicara, Adam mulai panik.
"Kamu kenapa?"
"Dimana?"
"Suaramu hilang, Yank?"
"Astaghfirullah, kamu kenapa sih?"
Adam semakin tidak mengerti dengan apa yang Airy lakukan dengan bahasa isyarat nya itu. Karena sangat gemas kepada suaminya uang tidak mengerti apa yang ia katakan, Airy pun mencium pipinya.
__ADS_1
"Ya Allah, tadi itu mau ini?" tanya Adam, masih menyentuh pipi yang Airy cium.
"Gini amat jadi orang yang nggak bisa bicara. Ya Allah, maafkan hambamu ini yang tidak pernah bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan," batin Airy.
"Tapi, lelaki yang aku cintai ini kenapa nggak ngerti juga, sih!" kesalnya.
Malam itu, Adam dan Airy perdana bermalam di Jepang, dengan status yang sudah menjadi suami istri. Akbar dan Fatim mengerti akan pasangan unik ini, mereka pun menyewakan apartemen milik Niki kepada Adam dan Airy. Untuk bisa menikmati liburannya.
"Apa ini nggak terlalu berlebihan, Om? Maksudnya, kenapa kami harus tidur di apartemen. Bukan di rumah ini saja, gitu?" tanya Adam.
Airy mengangguk.
"Halah, kalian di suruh ke apartemen, karena rumah ini nggak ada kamar lagi buat kalian tidur. Makanya di pinjemin apartemen dari Tante Niki, dah sana berangkat. Aku malas melihat ke uwu-an kalian berdua," sahut Falih.
Mawar pun menginjak kaki kakaknya itu dengan amat keras, hingga Falih menjerit. Falih ini persis seperti Kabir yang usil, berbalik dengan Hamdan yang anak dari Kabir malah mirip tingkahnya dengan Akbar yang sedikit bawel tapi tegas. Sampai sekarang, belum ada yang mirip dengan Aisyah, tegas, baik hati, penyayang dan paket komplit menurut semua adik-adiknya. Karena sifat Airy sama a seperti Uti nya.
Sampai di apartemen,
"Kamarnya cuma satu. Pasti yang memiliki jomblo!" ucap Adam.
__ADS_1
"Sejak kapan suamiku pikirannya gini? Ini emang sejak jatuh ke laut, pikiran suamiku memang rada-rada, deh." batin Airy.
"Sayang, kamu mau mandi dulu nggak? Kalau iya, aku mau siapin camilan dulu buat kamu tidur. 'Kan kamu belum bisa tidur kalau belum ngemil," tutur Adam.
Airy memeluk suaminya yang sangat perhatian itu. Yang di katakan Akbar sebelumnya, sementara mereka akan tinggal di sana selama 3 hari, menunggu semua surat miliki Airy lolos dari Kejaksaan, dan selesai urusannya dengan Hans. Karena Akbar mengatakan, Hans sudah tertangkap dan sedang dalam proses pengembalian ke tanah air.
Di Jogja, Rifky terus menanyakan kenapa Zahra menangis tiada henti. Aminah dan Mayshita sudah kewalahan menangani Zahra yang terus memanggil nama Airy.
"Itu Zahra kenapa? Abi sama Mama nya kemana?" tanya Rifky, yang saat itu mengunjungi cucu-cucunya.
"Itu, masa Pak Dhe nggak tau, sih! 'Kan Kak Airy di cu...... " hampir saja Aminah keceplosan, untung saja ada Mayshita yang langsung menyela pembicaraannya.
"Kak Airy di Jepang, Pak Dhe. Ada urusan mendadak sama Mas Adam, makanya mereka di tinggal," sahut Mayshita.
"Comel banget mulut kau, Min!" bisik Raihan.
"Sudah sering aku bilang, panggil aku Minah kalau mau simple, jangan Min! Abang kira aku Paimin? Tukimin dan Parmin, hah?" kesal Aminah.
Namun, perasaan Rifky tidak mengatakan percaya ketika mendengar alasan dari Mayshita. Ia merasa, jika ada sesuatu yang terjadi kepada putri kesayangannya itu.
__ADS_1