
Disisi lain, Raihan sedang mengantar Amin ya ke supermarket, tanpa sengaja ia bertemu dengan wanita yang dulu pernah menyukai Raihan sejak Tk sampai SD.
"Assalamu'alaikum ketua kelas, " salam gadis itu.
"Wa'alaikum sallam, siapa ya? " tanya Raihan
"Halah jan, udah ndak inget lagi to ma aku? Kita dulu 8 tahun sekelas terus kok, dari TK kecil sampai lulus SD, masa udah lupa." jelas gadis itu.
Pakaian gadis itu membuat mata Raihan ternodai, segera Raihan mengalihkan pandangannya. Ia benar-benar tidak mengingat siapa gadis itu.
"Ck, kamu masih sama ya seperti dulu. Aku si kopi pait." tegasnya.
Mengingat kaya kopi pahit, ia langsung teringat. Kenapa Raihan menyebutnya kopi pahit, karena waktu masih sekolah bersama dia berkulit gelap, dan selalu bilang pahit, pahit. Waktu itu di mengirim surat cinta untuk Raihan, tetapi di tolak mentah-mentah oleh nya.
"Ohh kamu, aku masuk dulu." kata Raihan masuk ke supermarket.
"Kamu masih sama, cuek begitu sih. Aku kan hanya menyapa woy! " teriak gadis itu.
__ADS_1
Dari dalam supermarket, Raihan melihat gadis itu sebentar, lalu mengalihkan perhatiannya lagi. Ia baru sadar jika yang dulu ia sebut dengan kopi pahit, sekarang menjadi gula pasir yang manis. Ya iyalah gula manis, masa asin.
"Assalamu'alaikum, lihat apa sih Bang, kok senyum-senyum gitu? " tanya Aisyah mengagetkan Raihan.
"Wa'alaikumsalam sallam, Ami ngagetin aja deh, nggak baik tau," Raihan langsung keluar.
"Lah kan cuma nanya, salah Ami dimana?"
Malam lebaran telah tiba. Ini kali pertama malam lebaran Airy dengan setatus yang berbeda. Setelah selesai membantu Aisyah memasak, Airy langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci.
Raihan, Yusuf dan Adam baru saja pulang dari masjid, mereka semua juga ingin langsung istirahat. Melihat Airy tidak ada di kamar, Adam menggunakan kesempatan itu untuk tidur lebih awal, karena ia tidak bisa memejamkan mata jika ada Airy yang terus menggodanya.
Aisyah kaget melihat Airy yang sedang duduk di pinggir kamar mandi mengucek cucian.
"Astaghfirullahalazim Airy!! kamu ngapain disitu sih? Bikin kaget Ami aja deh, " kata Aisyah mengusap-usap dadanya.
"Lagi nyangkul, " jawab Airy dengan wajah datar.
__ADS_1
"Lagian ada mesin ngapain nggak pakai mesin? " tanya Aisyah.
"Nggak bersih kalau pakai mesin, udah deh Ami sana ah, ngapain lihatin aku gitu," kata Airy dengan wajah memerah.
Aisyah terus menggodanya, Airy jarang sekali main mencuci menggunakan metode lama, ia paling suka mencuci menggunakan mesin, itu mengapa Rifky menyediakan mesin dirumah.
Ok, karena ini sudah bukan scene, lebaran, aku skip yaaaa.....
Tak terasa, sudah 9 hari lebaran, semua berjalan dengan lancar, lebaran pertama Airy bersama suami adalah hal yang paling menyenangkan untuknya. Dari hal yang memalukan sampai hal yang romantis di antara mereka.
Sore itu, Airy melihat Raihan menyiapkan beberapa kebutuhan yang akan ia bawa ke Kairo bersama dengan dua ajudannya yakni, Raditya dan Diaz. Sore itu juga mereka berdua sudah sampai dirumah dan menginap disana.
"Wah jan, anakku wes gede eh, rep neng Kairo, terhura aku ki, " tutur Farhan.
"Lebay deh," sahut Airy.
"Loh nduk, kamu belum jadi orangtua, makanya belum tau rasanya anak mau berangkat seperti ini. " jawab Farhan dengan logat medoknya.
__ADS_1
Hati Airy sangat berat akan terpisah dengan Raihan, tapi ia sadar, ia sudah menjadi milik suaminya, ia juga harus berada dimana suaminya berada. Airy langsung masuk ke kamarnya dan duduk di ujung sudut kamar.