Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 109


__ADS_3

Mendengar Airy juga pernah menduduki jok motor Raka, Maureen sangat kesal. Ia paling tidak suka mendapat barang bekas dari siapun juga.


"Maksut kamu apa? Kamu pernah membonceng Raka? Hahaha kapan? Bahkan cowok terkeren di kampus Kak David aja pasti ogah menyapamu! " kesal Maureen, bahkan ia menarik tangan Airy.


"Assalamu'alaikum, kamu Airy Putri kan?" tanya seorang lelaki.


"Wa'alaikumsalam ia, dengan siapa ya?" tanya Airy kembali.


"Aku ada penawaran camping di salah satu tempat indah, ini dia brosurnya. Kamu dari fakultas pertanian kan? Kenalin namaku David, bisa dibilang aku seniormu heheh, " jawab David dengan senyuman ramah.


Maureen ternganga, bahkan David, mahasiswa paling keren pun tertarik dengan Airy. Merasa terhina, Maureen langsung cabut mengajak Sisil pergi, tanpa lupa meraih brosur yang dibawa David.


"Hem, makasih! " ketus Maureen sambil mengambil brosur itu.


"Hah?" kata David heran.


"Aneh tuh cewek emang hahah, balik yuk Rin, aku harus ke perkebunan soalnya." Ajak Airy tanpa menghiraukan David.


"Tunggu! Emm boleh kita saling berkenalan? Namaku......"


"David kan? Seniorku? Tadi kan udah disebut, aku pamit dulu ya, aku fikirkan dulu tentang brosur ini, Assalamu'alaikum." ucapan Airy membuat David semakin tertarik kepadanya.


"Wa'alaikum sallam. " jawab David masih memandang Airy dari jauh.


"Kedip bro, makan yuk! Lapar aku ini, " ajak Ali, teman David.


Sepertinya David menyukai Airy. Jarang ada cewek cuek kepada cowok seperi Airy, bahkan malah terkesan biasa saja. Melihat ketertarikan dimata David, Raka semakin sedih. Airy sudah bersuami saja masih banyak yang suka, tak heran jika Airy memilih untuk menikah muda.


"Airy, andai waktu bisa di putar kembali. Waktu itu, aku tidak akan memintamu untuk pindah sekolah. " ucap Raka dalam hati.


"Pasti aku sudah mendapatkan hatimu duluan daripada suamimu itu. " tungkasnya.

__ADS_1


Karena Rindi harus kembali ke pesantren, terpaksa Airy berangkat ke perkebunan sendirian. Naik ojek, lalu berjalan kaki sebentar. Mencari-cari diamah suaminya berada, namun Airy tidak menemukannya.


"Assalamu'alaikum," salam Adam di telfon.


"Waalaikum sallam, Mas dimana? " tanya Airy.


"Aku disini! " jawab Adam sudah ada dibelakangnya.


Mendengar suara Adam nampak nyata, Airy menoleh kebelakang, ia melihat suaminya sudah ada dibelakang dengan senyuman hangatnya. Seperti biasa dan layaknya suami istri, Airy mencium tangan Adam seraya mengucapkan salam. Adam pun tanpa ragu mencium kening Airy dengan lembut.


"Malu kali, " bisik Airy sambil mencubit perut Adam.


"Aw, nakal ih." kata Adam mencubit pipi Airy.


Tiba-tiba hujan turun tanpa diduga, Adam menarik tangan Airy dan segera membawa ke gudang perkebunan. Untung saja disana ada ruangan khusus untuk mandor beristirahat, kebetulan mandor sedang berada di luar bersama yang lainnya, sedangkan Adam dan Airy ingin menggunakan ruangan itu untuk istirahat.


"Pak, maaf. Ruangannya saya pakai dulu ya, istri saya mau ganti baju, basah kehujanan tadi. " Ucap Adam kepada Pak Mandor.


"Boleh, sekalian aja bikin mie rebus buat semuanya. Sekalian saya dan istri saya boleh? Minta tolong ya, ketuk saja nanti pintunya, " kata Adam dengan ramah.


Siapa yang tidak bahagia jika memiliki Bos yang baik seperti Adam. Mereka pun bergegas membuat kopi dan mie rebus, sedangkan Adam kembali keruangan itu. Kebetulan Airy sudah berganti pakaian, ia sedikit kesulitan menaikkan resleting bajunya. Type resleting baju Airy ada dibagian belakang, jadi ia kesulitan untuk meraihnya. Beruntung Adam masuk dan langsung menaikkan resleting baju tersebut.


"Wangi banget sih kamu, udah sholat ashar? " tanya Adam kepada Airy, seraya mencium leher Airy.


"Mas, jangan gini dong. Nanti ada yang lihat gimana? Tadi aku udah sholat di jalan sebelum kesini. " jawab Airy.


Adam membalikkan badan Airy, kini mereka saling berhadapan, diajak lah Airy duduk di tempat istirahat itu. Perlahan Adam mengangkat dagu Airy, ia juga me_elumat (sengaja) bibir Airy dengan lembut. Airy terkejut dengan yang dilakukan Adam, begitu agresif nya Adam kepadanya. Karena tidak ingin Adam kecewa, Airy pun membalas permainan Adam itu, malah kini Airy makin lincah.


"Kenapa? " tanya Airy kepada Adam yang tiba-tiba melepas ciumannya dan langsung tertunduk.


"Astaghfirullah, seharusnya aku tak se nafsu itu. Maafkan aku Airy, maafkan aku!" ucap Adam.

__ADS_1


Airy memandang Adam, ia tidak tahu, akhir-akhir ini Adam seperti berhati-hati dalam bersikap. Sejujurnya itu membuat hati Airy terluka, tapi Airy tidak ingin suudzon terlebih dahulu, ia pun memeluk Adam dengan penuh kasih sayang.


"Katakan yang ingin Mas katakan! Aku akan mendengarkan dengan baik, maupun itu hal buruk sekalipun, InsyaAllah aku akan baik-baik saja. " Ucapan Airy sambil merebahkan kepalanya di pelukan Adam.


"Jujur saja Mas, ada apa? " tanya Airy sekali lagi.


"Aku sungguh minta maaf Airy, " ucap Adam ragu.


"Untuk? " Tanya Airy.


"Aku sudah suudzon kepadamu! " jawab Adam mantap.


" Tentang? " tanya Airy masih santai.


"Aku suudzon jika kamu bakal jatuh cinta dengan pria lain, aku takut kamu meninggalkan aku Airy. Aku sungguh mencintaimu, entah kenapa fikiranKu bisa sekitar itu, maafkan aku! " ucap Adam memberanikan diri.


"Ohhhh.... Apa! " kata Airy terkejut.


"Maaf, " ucap Adam lirih.


Airy tertawa, ia bahkan sampai terkentut saat tertawa. Membuat Adam malah heran dengan respon Airy itu. Bahkan, orang-orang diluar sampai dengar saat Airy tertawa, mengalahkan suara derasnya air hujan. Semua orang malah ikut tertawa, karena suara tertawa Airy sangat lucu.


"Kamu nggak marah aku sudah su'udzon gitu? " tanya Adam.


"Haha lucu asli, lucu banget. Mas Adam ku sayang, aku jatuh cinta sama Mas aja masih dalam tahab, bagaimana bisa aku mencintai pria lain hahahaha ada-ada aja deh." jawaban Airy malah membuat Adam semakin tidak mengerti.


"Tapi Airy, aku sudah tua, dan kamu masih muda. Di kampus pasti banyak mahasiswa seusiamh yang masih lajang, aku takut mereka merebut cintamu dari ku," ucap Adam.


"Hahaha bucinnya suamiku ini Ya Allah, aduhhh sakit perut ku. Oh perutku yang malang, Ustad pun bisa seperti ini? Aku hanya milikmu oke? Aku sudah milikmu seutuhnya, buat apa cari lelaki lain, didepanku sudah ada yang jauh lebih perfect dari semua Mahasiswa di kampus hahahah asli ngakak! " Kata Airy tak henti-hentinya tertawa.


"Dengar ya, ya zauji. Aku istrimu, milikmu, hakmu sepenuhnya. Aku hanya menyayangimu, bu hormati semua keputusanmu, kamulah suamiku. Untuk apa aku mencari kebahagiaan lain, jika seorang suami di depanku saja sudah ku anggap seperti malaikat dihidupku? " tungkasnya.

__ADS_1


Ucapan Airy tidak dibuat-buat, ia sangat serius. Saat ini, yang ada dihatinya adalah Adam. Mungkin Airy belum menyadari cintanya, tetapi yakin, bahwa Airy juga mencintai Adam dengan sepenuh hati.


__ADS_2