Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 106


__ADS_3

Hari yang ditunggu Airy telah tiba. Hari ini pengumuman untuk hasil ujian masuk itu. Memang tidak sepenuhnya geratis, tapi itu lebih ringan biayanya ketimbang yang bukan menggunakan jalur beasiswa.


"Keknya nggak ada deh beasiswa buat kedokteran." tutur Adam.


"Emang nggak ada, aku kan masuk bukan langsung kejuruan, hehehe, aku belum menentukan kepastianku. Boleh dong dari pada nganggur di rumah. " jawab Airy sepele.


"Terserah istriku saja deh, " kata Adam membelai pipi Airy.


Setelah Adam mengantar Airy dan Rindi, ia langsung pulang karena memang harus mengajar anak-anak santri di pesantren.


"Pulang nanti aku jemput ya, jangan lupa telfon aku. " Kata Adam.


"Iya Mas, nanti aku kabari kalau sudah mau pulang. Mas hati-hati di jalan ya, aku masuk dulu, " Airy menggenggam tangan Adam dengan eraterat dan saling menatap.


"Ehem, keuwuan kalian ini menyiksa hati para jomblo termasuk aku tau. Ini tempat umum, ngapain juga kalian pegang-pegangan tangan, bahkan tatap-tatapan. Walaupun kalian suami istri, dosa tau merperlihatkan keromantisan di depan umum! " kesal Rindi.


Adam berpamitan dan berlalu pergi, Airy dan Rindi pun masuk ke kampus. Tak disangka, beasiswa itu berhasil di raih oleh Airy, dengan nilai paling unggul. Tetapi, sementara ia masuk ke Pertanian terlebih dahulu.


"Apa-apaan ini? Pertanian! kok bisa? " protes Airy


"Apa sebelumnya kamu ndak lihat dulu formulirnya? " tanya pihak kampus kepadanya.


Dengan kesal Airy keluar dari ruangan itu. Diluar, Rindi yang sudah menunggunya sejak tadi malah menertawakannya.


"Apa sih kamu! Ketawa teross, males deh kalau kek gini! " kesal Airy.


"Hahah Airy, Airy, akhirnya kita satu kejuruan, Haha otakmu emang cerdas, tapi kamu masuk ke golongan warga plus enam dua yang suka bertindak tanpa memahami dan membaca lebih tuntas dulu hahah, nikmati aja say hahaha, " ketika Rindi tertawa, Airy menyumpal nya dengan tahu isi yang sedari tadi ia bawa.


Musuh baru telah datang, namanya Maureen, ia juga anak fakultas pertanian. Anak semester baru, angkuh dan sombong. Ia adalah anak kepala desa di desanya, dengan sahabatnya yang bernama Sisil. Saat Airy dan Rindi makan di kantin, Rindi tidak sengaja menumpahkan minumannya ke kaki Maureen yang sedang melintas di sampingnya.


Pyukkkk..

__ADS_1


Es teh itu tumpah di kaki Maureen. Maureen kesal, ia langsung menarik hijab Rindi dan memintanya berlutut dan membersihkan kakinya menggunakan tangannya.


"Astaghfirullahal'adzim, maaf ya. Aku nggak sengaja nyenggol minumanku, biar aku antar ke toilet ya, " Rindi meminta maaf sambil mengeluarkan tisu di dalam tasnya.


Tiba-tiba,


"Aw, sakit! " jerit Rindi, jilbabnya di tarik oleh Maureen.


Airy berdiri, ia tidak terima dengan sikap yang ditunjukkan Maureen kepada Rindi itu.


"Lo diem!" gertak Maureen.


"Dan lo harus bersihin kaki gue yang lo siramin pakai air es murahan itu!! Dan meminta maaf ke gue dengan bersujud! Cepat!! " kata Maureen.


"Aku? Bersujud kepadamu? Hahah mimpi! " jawab Rindi.


"Kurang ajar! " Maureen semakin bringas menarik jilbab dan rambut Rindi. Bahkan ia juga menampar pipi Rindi, saat ingin menampar untuk yang kedua kalinya, Airy menahan tangannya.


"Jika kau sentuh saudaraku lagi, aku akan patahkan tanganmu yang mulus kek tangan kuda nil ini! " Kata Airy sambil menggenggam tangan Maureen dengan sangat kencang.


Airy mengajak Rindi untuk tetap melanjutkan makannya. Kesal karena malu dan tidak dihiraukan, Maureen pun pergi dengan menutupi wajahnya.


"Oh iya, kalau kau mau melaporkan kepada orangtuamu, atau dekan. Sebut namaku, Airy Putri! Yang paling imut, gemesin, ngangenin dan baik hati ini oke? " teriak Airy.


Mendengar nama itu, Maureen baru ingat, bahwa orang yang mengalahkan dirinya di ujian masuk adalah Airy. Ia semakin membenci Airy dan ingin membalas dendam kepadanya.


"Yakin dia nggak akan bikin ulah? " tanya Rindi.


"Emang aku fikirin, dia yang rugi sendiri nanti kalau bikin ulah. Udah lah, lagian kan kita nggak salah, minuman tumpah, udah minta maaf, nawarin tisu juga, itu sudah lebih dari cukup kan? " tutur Airy.


Disisi lain, Sari nekat menemui Adam yang saat itu Adam hendak membeli beberapa buku di toko buku.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Dam! " salam Sari.


"Wa'alaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh, Sari? Kamu ngapain disini? " Adam terkejut saat Sari berada di sampingnya.


"Dam, kamu kenapa sih menghindari aku kayak gini? Kakimu sudah sembuh kan? Aku bener-bener menyesal, aku minta maaf Dam, " Sari mencoba membodohi Adam.


"Maaf, aku tidak mau berurusan lagi dengan orang yang mau melukai istriku, bukan mau lagi. Kau sudah melukai istriku dari tangan anak buahmu kan? Kau juga penyebab kematian Bela adikku, hemm maaf Sari, aku benar-benar belum bisa menerima kenyataan itu. " Adam pun mengalihkan pandangannya dan berusaha pergi.


"Adam, kita ini besar bersama, sejak kecil kita sudah bersama kemana-mana. Kau mencampakanku hanya demi anak kecil yang kau nikahi itu? Hanya karena satu kesalahanku, kau melupakan kenangan kita Adam? " Sari mulai drama dengan air mata palsunya.


"Aku bahkan bisa menjadi lebih dari ini Sari, enyahlah dari kehidupanku, rumah tanggaku, dan jangan lagi menampakkan dirimu dihadapanku. Assallamuallaikum Warohmatulohi wabarakatuh. " Adam berlalu pergi.


Kekecewaan memang tidak lagi bisa di tawar. Mungkin Adam sudah memafkan kesalahan yang dilakukan oleh Sari. Akan tetapi, Sari menyakiti adik dan istrinya, itu bukan suatu hal yang sepele. Apa lagi, Sari juga memiliki rahasia yang memang tidak ingin Adam ingat kembali.


"Kau menghancurkan hatiku untuk kesekian kalinya Dam. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, orang lain juga tidak boleh mendapatkanmu! " kata Sari dalam hati.


Ternyata, Raka juga ada di Fakultas yang sama dengan Airy, entah kenapa juga mereka dipertemukan kembali. Bahkan, Raka juga duduk di belakang Airy, sedangkan Maureen ada di sampingnya.


"Ya Allah, kenapa samping dan belakangku neraka semua sih? Ahh gemes deh," kesal Airy dalam hati.


"Ini saatnya aku mempermalukan cewek ini! " kata Maureen dalam hati.


"Hay guys, kenalin nama aku Maureen Lee, sorry aku orang muslim ya. Nama itu dari Mama ku yang berasal dari Korea sana, dan kebetulan aku masuk ke kampus ini melalui ujian masuk. Bukan beasiswa miskin yaaa! " kata Miskin ia tujukan kepada Airy.


Merasa dirinya tidak miskin, Airy pun menanggapinya biasa saja. Bahkan Airy terkesan cuek dan tidak mau tau.


"Dan perlu kalian tau ya guys, teman kita yang ada didepanku ini juga masuk jalur beasiswa loh, dia diatasku! Hebat ya, tapi tidak apa-apa jika dia diatasku, kasihan orangtuanya pasti orang tidak mampu. " sambung Maureen.


"Kamu kalau ngomong jangan seenaknya ya, dia itu masuk de...... " kata-kata Rindi terpotong.


"Maaf ya, Airy tidak seperti itu. Di gadis yang baik kok, jadi aku yakin, dia masuk ujian itu juga karena dia cerdas, " sahut Raka.

__ADS_1


"Sttt, kalian kenapa brisik banget gini sih? Ganggu konsentrasi orang aja! " ujar Airy santai.


Semua mahasiswa yang ada di dalam ruangan itu mulai berbisik, ada juga yang membela Maureen, ada juga yang mengakui kemampuan Airy yang cerdas itu. Kebalikan dengan Airy yang masih kesal karena masuk di Fakultas Pertanian.


__ADS_2