
Jenang Sagu,
Jenang sagu mutiara Airy sudah sampai. Bahkan Adam juga sudah membelikan pesanan yang di inginkan Airy, yakni martabak manis/terang bulan. Airy langsung melahap apa yang ia inginkan itu. Tetapi beberapa menit lalu,
"Mas Zainal nggak bohong kan?" tanya Adam belum percaya.
"Buat apa Mas bohong Dam! Mas Hafiz sendiri yang memberitahu, kalau Mas Hafiz akan segera pulang dalam waktu dua hari lagi." Ucap Ustad Zainal sangat gembira.
Ya! Hafiz akan kembali, entah itu lusa, atau bahkan besok Adam tidak tahu. Ia bahagia dengan kepulangan kakaknya itu, tetapi, ia juga merasa gelisah di hatinya. Entah rasa apa yang ia rasakan, tetapi itu sangat tidak menyenangkan hatinya.
Bahkan, sampai di dalam ruangan Airy pun ia masih terdiam. Ia terus mengamati Airy makan, tetapi pandangan matanya seperti kosong.
"Assalamu'alaikum Mas, Mas Adam! Mas, Mas Adam!" beberapa kali Airy memanggil namanya, Adam tetap diam saja dan memandang Airy dengan tatapan kosong.
"Mas! " teriak Airy.
__ADS_1
"Ya Allah Airy, kenapa harus teriak-teriak sih, nggak sopan sayang," Adam tersadar.
"Astaghfirullah hal'adzim, kenapa juga Mas Adam bengong gitu! Kan jadi horor." Ucap Airy sambil menikmati jenang sagu nya.
"Nggak papa kok, Mas cuma cepek saja. Hari ini harus mondar mandir kesana kesini. Mas istirahat dulu ya, minggir!" Adam mendorong badan Airy sedikit, karena ia ingin tidur bersama istrinya di tempat tidur pasien.
Adam memeluk tubuh Airy yang masih duduk dan menikmati jenang sagu nya. Dengan menyembunyikan wajahnya kedalam pelukan, Adam bisa merahasiakan terlebih dahulu tentang hadirnya Kakaknya itu. Karena ini bukan waktu yang tepat untuk Airy mengetahui soal Hafiz lebih dalam.
"Aku makan sendiri ini?" tanya Airy.
"Emmm," jawab Adam sambil mengusap-usap perut Airy.
"Apaa ini? Katanya nggak habis, tinggal mangkuk sama sendoknya doang gini. Alhamdulillah, sekarang minum vitamin terus bobok yuk." Tutur Adam.
Dengan memeluk istrinya, Adam pun bisa tertidur lelap. Begitu juga dengan Airy, perut kenyang hati pun senang. Tidur pun menjadi tenang.
Adzan subuh berkumandang, hujan juga sudah reda pagi itu. Suasana tiba-tiba menjadi dingin hingga menusuk sampai tulang. Airy dan Adam bergegas untuk mengambil air wudhu dan melakukan sholat berjamaah di ruangan itu. Kebetulan, ruangannya hanya untuk satu pasien saja, sehingga mereka pun bisa leluasa menggunakan ruangan itu.
__ADS_1
Seperti biasa, setelah sholat subuh, Airy setor hafalan kepada suaminya. Walaupun sakit ataupun sedang hamil, itu tidak akan pernah menjadi halangan untuk Airy menyelesaikan hafalannya.
Hafalan pun telah usai, Adam pun pamitan kepada Airy untuk membeli sarapan dulu untuk dirinya dan untuk diri sendiri. Karena hari ini Airy sudah bisa pulang, Adam juga meminta Rindi untuk membawa pulang beberapa pakaian yang dari rumah sakit terlebih dahulu.
"Mas beli sarapan dulu ya, nanti Rindi akan kesini sebelum berangkat ke kampus. Tolong suruh dia bawa yang di tas hijau itu aja ya, Assallamuallaikum bidadariku," ucap Adam sambil mengecup kening Airy.
"Wa'alaikumsalam, cepat kembali ya. Takut kangen!" goda Airy.
Sementara itu, Di Kairo.
Raihan mendapat tambahan beasiswa kelas bahasa untuk pertukaran pelajar ke Jerman (Aupair). Ia masih bingung saja mau menerima beasiswa itu apa tidak. karena yang ia tahu, di Gerakan sulit untuk mendapatkan keluarga angkat yang se iman dengannya.
Apakah Raihan akan tetap berangkat?
Apakah Sari akan tetap mengejar cinta Adam dan membuat Airy celaka? Atau ia akan bertaubat?
Kakak boleh aku minta vote, like dan komentar yang panjang. Atau saran tentang salah satu tokoh di Perfect Paradise?
__ADS_1
Jangan lupa beri dukungannya ya kakak😍🥰🥰🥰