Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 67


__ADS_3

Assolatuhoiruminannaum, Assolatuhoiruminannaum


Mereka juga belum selesai bertatap-tatapan. Sadar adzan sudah mau selesai, Aiery segera bangun dan duduk di samping Adam, kecanggunagan itu seperti membunuhnya. Ditambah lagi, ini kali pertama mereka tidur di kamar berdua, karena sebelumnya di kamar pasien. Adam terus saja tersenyum melihat tingkah Airy itu.


"Udah jangan ketawa, ini bukan komedi!" kesal Airy.


"Siapa juga yang ketawa, lucu banget sih kamu, mana rambut acak-acakan gini, jadi makin imut deh hahaha. Emang kalau tidur, ciputnya bisa ilang sendiri ya hahaha," tawa Adam membuat Airy kesal, hanya datu cara membuat Adam berhenti tertawa. Airy mencium pipi Adam dan menatapnya dari dekat.


Adam langsung terdiam ketika bibir Airy lepas landas di pipinya. Jantungnya berdegup kencang, Adam langsung lari begitu saja ke kamar mandi tanpa berkata apapun.


"Ha Ya Allah, bibirku ternodai, haih bibirku udah nggak perawan. Haduuuh, nyosor aja sih, malu aku, ini masuk dalam berzina nggak ya, terus mandi besar apa yaa... Lebih baik aku langsung ikut jama'ah aja deh, wudhu di sana." Airy sendiri malah ketakutan setelah mencium Adam.


Ia langsung berganti pakain, mengambil mukenannya, dan segera lari ke masjid, sampai ia lupa untuk izin ke Adam. Sedangkan Adam sendiri, ia masih deg deg ser saat dicium oleh Airy tadi, bukan hanya pipinya, waktu tidurpun Airy juga mencium lehernya juga.

__ADS_1


"Allohumma inni a'udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a'maali wal ahwaa. Ya Allah, aku malah doa apa ini, Astaghfirullah hal'adzim." Ucap Adam sambil membasuh wajahnya.


Saat Adam keluar, ia sudah tidak mendapati Airy di kamar. Melihat baju yang sebelumnya Airy kenakan ada di tempat baju kotor, Adam yakin jika Aiey sudah kemasjid lebih dulu. Adampun segera berganti pakaian dan pergi ke masjid.


Dimasjid, Airy yang biasanya banyak bicara dan usil, kini ia terlihat diam dan anteng-anteng saja. Di sana juga Sari dan Zahra sudah tidak terlihat lagi, karena semalam sudah dibawa oleh polisi untuk di tahan.


"Assallamu'alaikum," salam Rindi.


Saking mikir kerasnya, Airy sampai tidak mendengar salama dari Rindi. Rindi heran dengan Airy, ia pun mengucapkan salam lagi di telinga Airy.


"Wa'alaikum sallam, sakit tau nih telinga, kan bisa salam dengan baik dan anggun, dosa lo!" kesal Airy.


"Lah?" Rindi malah kena semprot subuh-subuh oleh Airy.

__ADS_1


Selayaknya santri lain, Airy masih mengikuti beberapa kegiatan di pesantren. Karena memang Airy belum lulus beberapa tahap pelajaran di pesantren. Pagi ini ia masih mengaji, lain dengan setor hafalan, ia harus setor kepada Adam.


"Ayo Airy, giliran kamu." Ustadzah Nurul memanggil.


Airy maju dan mengaji dengan Ustadzah Nurul, Airy sendiri yang tidak ingin di bedakan dengan santri lain. Setatusnya kini memang istri Adam, tapi ilmu agama nya masih dibawah para Ustadzah-ustadzah lain yang ada di oesantren itu. Jadi, Airy tetap menghormati mereka sebagai gurunya.


"Udah hafal?" tanya Rindi, ia memastikan jika pelajaran pesantren tidak membuat Airy kacau.


"Masib ada yang salah, aku harus belajar lebih giat lagi, ahhh pusing banget jadi santri." Keluh Airy.


"Nggak boleh ngeluh lah, nanti kita belajar bareng ya. Aku maju dulu, semangat!" kata Rindi.


Selesai mengaji, Airy langsung kembali ke rumahnya. Sebelumnya ia salah jalan, seingatnya, dia masih tinggal di asrama santri putri.

__ADS_1


"Eh, Ya Allah, aku dimana? Siapa aku? Kenapa aku ada disini? Tempat apa ini? Hahahaha lupa kalau udah nikah, putar haluan hahaha" Kata Airy geli sendiri.


__ADS_2