
Canggung, malu, itu yang dirasakan oleh Airy dan Adam. Adam segera mengeluarkan kotak hadiah yang ingin diberikan kepada Airy. Kotak putih yang dihiasi putih itu nampak ndah, ada beberapa pita bentuk bunga juga yang tertempel pada kotak itu. Adam memberikannya dengan malu- malu.
"Ini Airy, hadiah kedua dariku, tidak mahal, tapi semoga saja kamu menyukainya ya." ucap Adam.
Airy membuka kotak itu secara pelan-pelan, kotak itu nampak cantik, sayang jika membuka nya tidak sabar. Isisnya membuat Airy tersentuh, satu set gamis syar,i serta hijabnya, dan juga ada kaos kaki dengan motif stroberi bordiran Adam sendiri.
"Masya Allah, bagus banget Ustad, ini kan gamis Syar'i, umm beli dimana Ustad, aku pengen beli, tapi nggak tau mau beli kemana." kata Airy takjub.
"Kamu suka?" tanya Adam.
"Banget," jawab Airy memeluk gamis berwarna cream itu.
"Alhamdulillah kalau kamu suka, aku buat nya tidak sia-sia berarti." tutur Adam.
__ADS_1
"Masya Allah Ustad, ini Ustad yang bikin? Ustad yang jahit? Jahitannya bagus loh, rapi, seperti jahitan Tante Ceasy, aku terhura, makasih loh, suka banget aku," ujar Airy memeluk-meluk gamis itu.
Sifat Airy yang selalu menghargai pemberian orang lain ini patut diacungi jempol, Adam sengaja pergi ke tukang jahit profesional selama lima hari di luar kota, hanya untuk menjahit gamis itu untuk Airy. Ketekunan Adam menjahit, membuahkan hasil, melihat Airy senang menerima hadiahnya, Adam sudah sangat bahagia, apa lagi Airy mau memakainya.
"Kalau belum siap pakai Syar'i, kamu boleh simpan dulu kok Ry, nanti kamu bisa pakai ketika hatimu sudah siap." Kode Adam.
Adam ingin membimbing Airy, agar biasa hijrah secara perlahan. Namun, Airy tau apa maksut Adam memberikan Syar'i itu kepadanya, Airy tersenyum dan berkata jika ia akan memakaianya sore nanti ketika mereka buka puasa diluar. Karena mau memasak pun, Airy tidak pandai dalam memsak.
"Nanti buka di luar saja ya, sekalian mau pakai gamis ini, emm suka baget dah ah." kata Airy.
"Aku nggak bisa masak!" jawab Airy santai.
"Hah?"
__ADS_1
"Kenapa? Nggak usah sok kaget itu deh, Biasa saja lah!" Tutur Airy.
"Tapi kue, puding dan bolu buatanmu sangat enak waktu itu, masa iya tidak bisa memasak sih," sahut Adam.
"Takon opo maido?" jawab Airy.
Adzan dzuhur telah berkumandang, Adam dan Airy bergegas ke masjid untuk melaksanakan sholat dzuhur berjama'ah. Keluarga airy masih di sana, mereka ikut menerima para peziarah, karena masih hari kedua meninggalnya Kyai besar, peziarahnya masih ramai.
Setelah sholat dzuhur, Airy ikut tadarus dengan beberapa santri disana, bahkan Sari dan Ustadzah Ifa dengan Ustadzah lainnya pun juga mengikuti tadarus itu. Sari mulai membuat ulah kepada Airy saat itu, kataya, dirinya ingin mengetes ilmu agama yang Airy miliki.
"Assallamu'alaikum Airy, selamat ya pengantin baru." Ucap Sari.
'Wa'alaikum sallam warohmatullahi wabarrokatuh, terima kasih Mbak, MBak sendiri kapan nyusul?" Goda Airy.
__ADS_1
"Besok kalau nggak kesiangan ya Mbak hahahaha," RIndi menambah hati Sari kebakaran.
Tatapan Sari kepada Airy dan Rindi nyata seperti ingin menerkamnya. Kali ini Sari sudah sangat panas, ia tidak bisa melihat Adam menikah dengan wanita lain, atau ada wanita yang bahagia menikah dengan Adam seperti Airy. Karena Airy terus saja bersenda gurau dengan yang lain sebelum tadarus dimulai.