Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 66


__ADS_3

Mendengar suara Adam dan Airy membuat santri yang lewat di depan rumah Adam menjadi salah faham. Bahkan merrka sampai saling menatap wajah satu sama lain.


"Wes to lah, ndak nyangka aku sama Mas Adam, ternyata bisa ku......emm emmm," mulut Raditya langsung di bungkam oleh Raihan.


"Astaghfirullh hal'adzim, lambemu (mulut) lho Dit, ayo semuanya kita lanjut ah, dosa tau!" kata Ustad Zainal malu-malu.


Di dalam kamar, Airy mengganti perban Adam lagi. Sambil menahan sakit, Adam bersholawat dengan suara merdunya. Bahkan, Airy saja ketagihan mendengar suara Adam.


"Ademnya, udah ini selesai. Makanya jangan mesum, karma itu hahahaha," tawa Airy membuat Adam gemas, membuat Adam tidak bis menahan diri untuk mencubit pipi istrinya itu.


"Aw, aw, sakit Ustad. Main cubit aja nih pipi comelku, udah ah, aku udah ngantuk. Jangan lewati batas ini ya," kata Airy sambil menaruh bantal guling di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


Dilain tempat, Raihan sedang membuka ponselnya. Ia menghubungi Clara dan memintanya untuk segera datang esok hari. Sebelum pergi jauh, Raihan ingin memberikan kwajibanyya sebagai seorang kakak untuk Airy.


"Airy itu bukan adik satu-satumu to? Segitune kamu sayang sama dia. Dia udah ada suaminya, tuh si Mas Adam. Mas Adam pasti.bisa melindungi Airy." Tutur Raditya


"Hey, kamu ndak tau sih di keluarga Raihan. Kebersamaan keluarga, hubungan dan keakraban keluarga itu sangat penting. Di keluarga dia nih, sangat menjunjung keharmonisan keluarga," sahut Diaz.


"Ck, nyaut aja sih kamu, mana nggak nyambung lagi, diem lah!" kesal Raditya.


Pertengkaran kecil telah terjadi diantara Diaz dan Raditya. Bukan pertengakaran, mereka malah saling beradu telapak tangan seperti anak kecil.


Malam itu berlalu begitu cepat, bantal yang sejak tadi menjadi pembatas tidur antara Adam dan Raihan, entah lari kemana. Kemungkinan bantal guling itu memiliki kaki, dan malu berada di antra merek.

__ADS_1


Tidak terasa, Adam dan Airy tidur berpelukan, tangannya saling menggenggam. Bahkan, sesekali Airy mencium leher Adam dn cengar cengir sendiri. Dal mimpinya, ia sedang menangkap ikan banyak sekali dan mencium ikan-ikan itu.


Suara adzan subuh berkumandang, mendemgar suara adzan, Adam membuka matanya dan bergegas bangun. Sadar posisi sudah di zona bahaya, Adam berusah melepas pelukan Airy dengan sangat pelan.


"Aa jangan pergi, aku nggak mau sendiri," Airy mengigau.


Adam erus berusaha melepas pelukan Airy. Tetap saja tidak bisa, karen pelukannya terlalu erat. Sehingga Adam melihat wajah manis Airy dari dekat, ia juga menyentuh pipi Airy yang mulus itu.


Peka dengan sentuhan tangan Adam, Airy membuka matanya. Sekali membuka ia melihat wajah Adam, mereka pun saling menatap mesra, dan terdengar suara musik yang romantis.


"Udah natapnya! Ini bukan drama Korea, maupun serial India lepas peluknnya!" jawaban Airy membuat Adam tertawa.

__ADS_1


Melihat Adam tertawa terpingkal-pingkal membuat Airy kesal. Airy pun mendorong Adam hingga Adam terguling ke kasur lantai. Bukannya marah, Adam malah menambah tawanya.


Karena tidak ingin terguling sendiri, Adam pun menarik tangan Airy. Sampai Airy sekarang berada di atas Adam, jantung mereka pun menari bersama, tatapan mata mereka juga begitu dalam.


__ADS_2