Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 87


__ADS_3

"Oh ya, ngomong-ngomong tentang kuliah?..."


"Sttt, aku masih berfikir, perlu pertimbangan lagi Ustad, " potong Airy.


"Kok gitu, katanya tadi pas debat sama Papa, kamu mau kuliah. Ahh curang, ngambek akun kalau gitu lah. " kata Adam menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


Sementara Airy malah menepuk-nepuk paha Adam, seperti anak kecil yang sedang di keloni supaya tidur. Ia masih berfikir, ia harus kuliah, karena Adam memang sudah mengizinkannya untuk mengejar cita-cita. Walapun kemungkinan cita-cita itu sulit ia raih, tetapi dengan dukungan Adam, pasti Airy bisa meraih apa yang ia impikan.


Saat Airy kembali merebahkan tubuhnya, Adam langsung memeluknya dari belakang, Lagi-lagi membisikkan kata-kata yang membuat hati Airy meleleh. Sampai akhirnya mereka tertidur. Sebelum subuh, Airy dan Adam segera memanaskan air dan mandi junub, mereka berjalan dengan sangat hati-hati, seperti maling yang hendak mencuri ikan teri.


"Kenapa masak air nya pakai kek gini, kurang tau, ini dikit banget. " bisik Airy.


"Stt, yang penting ada buat bilasan terakhir." jawab Adam juga bisik-bisik.


"Ah mana bisa, pakai yang besar dong ah! " kesal Airy.

__ADS_1


"Ya lama dong Airy, ini aja cukup, " bisik Adam.


"Hadeh, Ustad mah gitu, itu satu siraman aja kurang buat aku. " kesal Airy.


Saat mereka sibuk berdebat, Aisyah terbangun dan melihat keributan lucu dari pasangan anaknya itu. Melihat mereka bertengkar terus, ia pun memukul meja dan mengagetkan dua pasangan unik itu.


"Assalamu'alaikum! " salam Aisyah.


"Wa, wa, wa'alaikumsalam," jawab mereka berdua.


"Kalian berdua ribut apa sih? Brisik banget deh, ini juga apa! Kamu mau minum air anget Dam?" tanya Aisyah.


"Mandi? Jam segini? Ooooo, buat apa kalian manasin air, di shower kan ada air panas, tinggal atur kran ke hot! " Ucap Aisyah dengan nada menggoda.


"Oh iya, aku lupa! Hahaha ku kira ini di rumah Ustad Adam, kalau gitu aku pamit mandi dulu, Assalamu'alaikum, kabur!" Airy langsung Marinir kamar mandi.

__ADS_1


Aisyah heran, jika Airy konyol, itu sudah hal yang biasa. Tetapi, Adam? Haruskah ikut konyol juga? Melepas kecanggungan, Aisyah menawarkan kopi kepada Adam, tetapi, Adam tidak ngopi, jadi ia lebih memilih teh. Melihat menantunya yang gugup, membuat Aisyah tertawa terpingkal-pingkal. Ekspresinya sangat lucu, seperti kucing yang kepergok mencuri ikan asin.


Setelah selesai mandi, Adam segera pergi ke masjid untuk sholat subuh berjam'ah, tidak lupa berangkat bareng Rifky dan Yusuf.


"Mas Adam kenapa dari tadi diam saja? " tanya Yusuf.


"Iya nih, biasanya udah denger Tausiyahnya ye kan Suf, kenapa kamu Dam? " timpa Rifky.


"Aihh, posisiku sangat tidak tepat seperti ini. Harusnya aku tahan sampai nanti pulang kerumah yang di Jatim, kepergok mertua mau mandi junub, Ya Allah bikin malu aja! " batin Adam.


"Dam! Adam! "


"Ah iya Pa, maaf, saya lagi berfikir heheh iya berfikir." jawab Adam gugup.


"Berfikir apa? " tanya Rifky dan Yusuf bersamaan.

__ADS_1


"Nah loh, berfikir apa Dam, masa iya aku berfikir kalau kepergok Ibu mertua"


Adam pun mengalihkan pembicaraan, ia menceritakan tentang Airy yang akhirnya mau melanjutkan pendidikannya. Tetapi, Airy lebih memilih kuliah di dalam negri, bukan di luar negri lagi.


__ADS_2