Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 124


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, Airy sudah mulai beraktifitas seperti biasanya, bahkan ia juga sudah mulai masuk ke kampus. Dan berkah dari Allah, kandungan Airy semakin kuat, kini memasuki usia ke tiga bulan.


"Kamu yakin mau berangkat sendiri? Kok Mas khawatir ya? " tanya Adam menggenggam tangan Airy.


"Santai aja Mas, lagian kan kampus nggak jauh-jauh amat. Udah terbiasa juga kan mengendarai motor, percoyo kalian kulo Kang Mas (percaya sama aku Kang Mas) " Airy menyakinkan Adam.


"Tapi....... "


"Assallamu'allaikum Ya Zauji," salam Airy terburu-buru.


Ia langsung mengendarai motornya, di depan sudah ada Rindi yang menunggunya. Mereka pun berangkat, ada rasa kekhawatiran yang melanda Adam saat itu. Entah kenapa, ia terpikirkan dengan kehadiran Sari yang pasti akan menjadi membuat masalah untuk Airy.


"Astaghfirullah hal'azim, semoga saja fikiran kotorku ini tidak menjadi nyata. Airy bisa menjaga dirinya sendiri, bahkan di sana sudah ada sahabat-sahabat nya juga, aku khawatirkan apa? " Gumam Adam.


Saat dijalan, Airy dan Rindi mengalami kesialan. Bahan bakar motornya kehabisan. Untung saja mereka tidak terburu-buru.


"Ya Allah, Lah, mati e, ngopo yo? " gumam Airy.


"Wes tak omongi to, awakmu ki kakean dosa. Dadi motor wae wegah ditumpakki awakmu! (Sudah aku bilangin, kamu itu kebanyakan dosa. Jadi motor saja nggak mau dinaiki kamu!) " seru Rindi.


"Ra usah kakean ukoro, ndang surungo! Iki kentekan bensin! (Nggak usah kebanyakan masalah, cepat didorong! Ini kehabisan bensin!) " kesal Airy.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pun mendorong motornya. Sambil bercanda ria, mereka saling melontarkan beberapa candaan dengan menggunakan bahasa Jawa.


"Heh, nek ngene iki carane. Awak dewe koyo pasangan romantis, " ucap Airy.


"Pasangan romantis dapuranmu! Nek sampean karo Mas Adam ok, ok wae. Lah aku kan jomblo! " ketus Rindi.


"Cepat dapat jodoh, segera menikah! Ehh jangan dulu, kamu harus buat Mama mu bangga dulu lah, ajak dia kembali ke dalam negri, lalu buka usaha di rumah, kalian berdua hidup bahagia deh, setelah itu baru mikirin jodoh. Ehh tapi jodoh itu kan ndak ada yang tau kapan datang, " gumam Airy.


"Wes karepmu lah Ry, aku aminin aja doa dari bumil ini. Kasihan banget bumil harus dorong motor. " tungkas Rindi.


Tidak jauh dari tempat mogok, mereka sudah menemukan warung yang ada pom mininya. Dengan bergegas, Airy dan Rindi pun mendorong lebih cepat agar segera bisa berangkat ke kampus. Tapi dijalan, ka dihadang oleh Sari yang tiba-tiba mendorong Airy hingga terjatuh.


"Aw, sakit tau! " kesal Airy.


Merasa kesakitan yang tak tertahankan, Airy pun langsung mencekik Sari dengan sangat keras. Lalu meminta Rindi menghubungi siapa saja yang bisa datang ke lokasi.


"Airy! Sakit! Lepaskan a-aku, uhuk-uhuk! " cengkraman Airy masih ada dileher Sari.


"Kamu akan membuatku kehilangan anakku kan? Mari aku bantu dengan membawamu bersama anakku bersama! " ucap Airy sambil menahan sakit di perutnya.


Rindi masih terus menghubungi Adam, dan kebetulan sekali Adam pun langsung mengangkat telepon darinya. Beruntung, Raka dan Maureen sedang lewat dijalan itu, ia langsung memisahkan Airy dan Sari. Airy terus saja mengeluh kesakitan di perutnya, dengan sangat cemas, Raka meminta Maureen dan Rindi untuk segera membawa Sari ke kantor polisi, lalu ia akan membawa Airy ke rumah sakit dan menghubungi Adam untuk menyusulnya nanti.

__ADS_1


"Rindi! Kamu berani bawa aku kekantor polisi hah! " kesal Sari.


"Maaf Mbak, tapi apa yang dilakukan dengan Mbak Sari ini udah keterlaluan, Mbak Sari akan membuat Airy keguguran kan? " tanya Rindi.


"Ck, lama! Taxi!" ucap Maureen. Ia langsung membawa masuk Sari dan Rindi. Untung saya badan Maureen tidak kalah besar dari Sari, hingga ia gampang sekali mendorong dan menarik Sari kedalam taxi.


Beruntung kandungan Airy tidak ada masalah sedikitpun, karena kebetulan yang Sari memukul bukan bagian rahimnya, melainkan di bagian lambungnya. Dokter memberikan saran untuk Airy, agar dirinya istirahat terlebih dahulu sampai kandungannya benar-benar kuat untuk beraktivitas seperti sedia kala.


" Kita duduk aja dulu di sini, pasti suami kamu akan segera datang kok, aku udah telepon dia tadi. " ucap Raka dengan penuh perhatian.


Gini amat ya mencintai istri orang. Kenapa juga sampai saat ini aku masih mencintai kamu Airy. Entah kenapa aku hanya bisa mencintaimu, bahkan Maureen dan Rindi sekalipun yang mungkin juga gadis baik sepertimu, aku belum bisa menyadari mereka. Aku sadar jika kamu sekarang bukan seorang gadis lagi, dan mungkin perasaan terlarangku ini sulit akan hilang. Tapi aku benar-benar mencintaimu Airy, bahkan aku rela melakukan apapun untukmu. " ucap Raka salam hati.


"Kenapa diem? " tanya Airy.


"Nggak papa, cewek tadi siapa? Kenapa dia memukul perutmu, apakah dia tidak tau jika kamu sedang hamil? " tanya Raka kembali.


"Kalau dia tidak tau aku hamil, mana mungkin dia akan memukulku. Hahaha adalah perempuan yang pernah menyukai suamiku, belum bisa move on aja dia," ucap Airy santai.


"Tapi suamimu tahu tentang perempuan itu?Ah maksud aku dia tahu kalau, perempuan itu belum move on dari suamimu? "tanya Raka gugup.


" Ceritanya panjang, cukup kamu mengetahui jika aku dan dia tidak akur gitu aja." jelas Airy.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, Adam pun datang. Adam langsung memeluk Airy, ia sangat khawatir kepada istri nakalnya itu. Perhatian yang diberikan Adam kepada Airy membuat Raka semakin cemburu. Ia ingin kesal, marah, tapi dia siapa? Dia bukan siapa-siapa untuk Airy, dia sadar diri posisinya itu. Melihat Airy bahagia, itu sudah cukup baginya.


__ADS_2