Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 265


__ADS_3

Undangan telah tersebar. Memang terkesan mendadak. Semua juga sudah ada dalam list, untuk acara pernikahan. Tinggal di jalankan saja, sesuai dengan keinginan. Pagi menjelang siang, Laila termenung sendirian di depan kamarnya. Di hampiri oleh salah satu santri yang sudah lama nyantri di sana.


"Assalamu'alaikum, Mbak Laila kok melamun, sih? Mboten ilok, Mbak!" tegur santri itu.


"Apa itu, mboten ilok?" tanya Laila.


"Tidak baik, itu artinya!" jawab santri itu.


"Oo, gitu. Kenapa? Ada acara, kah?" tanya Laila.


Santri itu mengingatkannya untuk melanjutkan hafalan Surah Al-mulk nya, sebelum hati pernikahannya tiba. Dengan sedikit rada malas, Laila tetap melakukan hafalan itu.


Sementara Adam, ia sedang beberes kamar. Ia menemukan saliman sirah An-Naas yang belum terselesaikan oleh Airy ternyata. Trik Airy menyalin sangat bagus, selembar salinan dan selembar setelahnya kosong.


Niatnya hendak menemui Airy dan memintanya untuk melanjutkan salinan itu. Namun, di depan sudah di tunggu oleh Raihan, untuk menemaninya ke rumah Ruchan terlebih dahulu.


"Loh, Abang? Ngagetin aja, deh. Mana nggak ucap salam lagi!" seru Adam mengusap dadanya karena terkejut.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, maaf. Barusan aku heran aja, melihat Airy mengendap-endap keluar dari pintu samping. Kenapa?" tanya Raihan.


"Astaghfirullah astaghfirullah. Dia nggak selesaikan hukuman waktu itu, aku akan menyusulnya!" seru Adam.


"Tunggu dulu! Anterin aku ke rumah kakung, yuk?" ajak Raihan.


"Untuk?" tanya Raihan.


"Udah ikut aja, tutup pintu. Kita berangkat sekarang!"


"Tapi, Airy….."


"Innalillah, Kak Airy!" Gu terjatuh.


"Ya Allah, adek tampanku kejengkang! Ayo sini, aku bantu. Pakai sarung ya nyeretnya," Airy menarik tangan Gu dengan sarung yang ada di bahu, Gu.


Mengingat mereka bukan mahram, jadi mereka masih punya kesadaran masing-masing untuk tidak saling bersentuhan. Dan itu sudah terbiasa meskipun dalam keadaan darurat. Gu menanyakan kepadanya, kenapa ia berlari. Tapi, Airy yang memiliki banyak alasan pun mengeluarkan jurus alasannya.

__ADS_1


"Hahahaha biasa, mau bayar utang! Assalamu'alaikum, baek-baek jangan sampai jengkang lagi," Airy berlari.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sejak kapan dia punya hutang?" gumam Gu.


Airy memang sengaja membohongi Adam agar dirinya cepat tidur malam itu. Jadi, yang di lihat Adam malam itu bukanlah salinan miliknya.



Bagaimana Adam tidak kesal dengan kelakuan Airy. Airy paling susah jika menulis Arab, padahal tulisan tangannya bagus. Sampai malam, Airy belum berani pulang, ia masih di rumah Syakir bersama dengan Rafa.


"Kak, nggak mau pulang nih?" tanya Aminah.


"Iya, kamu kalau salah ya minta maaf. Terus kalau di hukum ya, seharusnya lakukan hukuman itu secara baik-baik!" tegur Syakir.


"Pak Lek, ah! Mas Adam nyuruh aku nyalin surah An-Nas sebanyak 50 lembar. Aku mending menghafal, Pak Lek!" pembelaan Airy.


Diam-diam, Syakir memberi tahu jika Airy sedang di rumahnya kepada, Adam. Setelah selesain urusannya nanti, ia akan segera menemui Airy dan memberi hukuman lainnya.

__ADS_1


Undangan pernikahan Raihan dan Laila sudah jadi. Ruchan menyarankan, agar adik-adiknya lah yang harus memberikan kepada orang-orang yang akan di undang. Berharap, pernikahannya lancar dan tak ada kendala apapun.



__ADS_2