Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 143


__ADS_3

Pagi itu, Airy berinisiatif untuk mengantar Yusuf kesekolah, karena sudah tidak pernah lagi melihat Yusuf masuk ke gerbang sekolah ketika dirinya sudah menikah. Rifky dan Adam pun melepas tidak masalah jika Airy mengantar adiknya.


Dijalan,


“Kak, tumben jalannya kek keong sawah? Biasanya nggak nyampai 8 menit sudah sampai depan gerbang.” Tanya Yusuf.


“Iya lah, pesan Mas Adam sama Papa tadi, Kakak ndak boleh ngebut, kan Kakak lagi hamil, bahaya tau!” jawab Airy.


“Ishh, iya deh iya,” desis Yusuf.


“Kak, kenapa Kakak nggak tinggal di sini aja? Oh ya Kak, kenapa sih Abang harus pergi ke Kairo, kampus di sini kan juga bagus-bagus, dan iya kak........ "


Airy meminggirkan motornya, ia juga meminta Yusuf untuk turun.


“Turun!” Ucap Airy dengan nada datar.

__ADS_1


“Hah? Kenapa? Masih jauh lah Kak,” jawab Yusuf bingung.


“Kak, kek, kak, kek terus! Brisik tau, sana naik bus sajalah!” kesal Airy.


“Kejam! Assalamu'alaikum, hati-hati pulangnya, jangan keluyuran langsung pulang.” Tutur Yusuf dengan mencium tangan Airy.


Ketika Yusuf berbalik badan, Airy langsung menarik tasnya dan menyuruhnya untuk duduk di belakangn. Ia lebih kesal saat Yusuf memperingatinya untuk tidak keluyuran, Airy pun merogoh saku baju Yusuf dan mengambil uang sakunya. Kebetulan, Yusuf hanya membawa uang saku sepuluh ribu saja, berupa uang lembaran lima ribuan. Itu pun uang miliknya sendiri.


"Jangan dong Kak! Aku cuma punya itu doang," ucap Yusuf kesal karena uangnya diambil lima ribu.


"Kakak mah gitu ah! Males deh," Yusuf pun naik lagi ke motornya Airy.


Dengan senyum nakal, Airy menikmati penderitaan yang adiknya alami. Ia pun mengantar Yusuf sampai ke gerbang sekolah, bahkan ia masih tersenyum jahat, sambil menggibas-gibaskan uang lima ribuan itu.


"Pulang nanti jangan pulang dulu, Kakak jemput,oke? Jangan pacaran!" goda Airy.

__ADS_1


"Siapa juga yang pacaran, dosa tau!" Kesal Yusuf.


Sembari mencium tangan Airy, Airy pun menyelipkan uang lembaran lima ribuan itu kedalam tas bagian samping Yusuf. Airy tetap tidak tega jika adiknya tidak jajan. Meskipun Yusuf sudah membawa bekal, tetapi ia tidak membawa uang saku lebih seperti teman-teman lainnya.


Sehari berlalu di rumah sang Papa, Airy sudah mulai bosan. Ia ingin sekali nangkring di pohon, tetapi takut Adam akan marah, karena ia sedang hamil muda. Ingin sekali mancing di sungai, tetapi ia sadar, bahwa dirinya bukanlah anak kecil lagi. Kebetulan sekali Adam dan Rifky sedang pergi kerumah Ruchan, untuk mengambil berkas penting lainnya.


"Woah jenuhnya, bosan banget Ya Allah, mau ngapain ini!" keluh Airy yang sedang duduk manis di teras rumah.


Ketika ia sedang mendongakkan kepalanya ke atas, ia melihat ada CCTV di bagian ujung tembok garasi. Mulailah ide nakal Airy untuk mencongkel CCTV itu untuk ia bawa pulang.


"Wah, CCTV tuh! Mayan buat taruh di samping gubuk kolam lele, sayang kalau beli baru. Mending ini aja aku copot hahaha, cari tangga dan alat-alat dulu ahhh." Gumam Airy.


Ia pun langsung ke gudang mengambil alat-alat dan tangga untuk melepas CCTV yang pernah Aisyah pasang itu. Dengan cepat, ia pun berhasil membawa tangga dari gudang sampai garasi. Kemudian, segera melepas CCTV itu untuk ia bawa pulang.


Apakah Airy akan ketahuan oleh Adam, Rifky atau Yusuf? Kita lihat seberapa nakalnya anak ini.

__ADS_1


__ADS_2