Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 42


__ADS_3

Adam berlari dan berhenti tepat di depan Airy. Melihat Adam ada di depannya, membuat Airy terkejut, disusulah oleh Sari di belakang mereka.


"Kenapa sih Dam? Lari-larian gitu deh?" tanya Sari.


"Airy, kamu mau kemana?" tanya Adam mencueki Sari.


"Cari makan!" jawab Airy.


"Lele yang ku kirim lewat Ustadzah Ifa belum sampai kah?" Tanya Adam.


"Adam!" panggil Sari.


"Sebantar ya," kata Adam kepada Sari.


"Aku balikin, tiba-tiba aku nggak selera makan lele, karena yang masak nggak nepati janji. Jadi males aku nya, minggir!" kesal Airy.


"Adam dia siapa sih? Kok kamu seperti ngejar dia gitu, ini bukan kamu loh Dam, aku yakin kamu sudah berubah, tapi tidak mungkin kamu mengejar perempuan seperti ini, mana ceweknya bocil lagi!" kata Sari.


Mendengar kata bocil, Airy menjadi kesal, ia bahkan memarahi Sari dan hampir ingin mencekiknya. Tetapi Adam dengan sigap menjelaskan hubungan Adam dengan Airy kepada Sari.

__ADS_1


"Airy jangan!" Adam menahan tangan Airy, emm tangan nya terbalut baju ya kakak-kakak.


"Sari, dia Airy, calon istriku, dan Insyaallah kami akan segera menikah di minggu-minggu ini, iya kan?" Kata Adam menatap Airy.


Airy mengangguk.


"Sekarang kita kembali, kita makan di pesantren saja ya. Ayo!" ajak Adam.


Saat adam berjalan terlebih dahulu, Sari dengan sok dewasa, dan sok benar memperingatkan Airy untuk mengurungkan niat nya untuk menikah dengan Adam. Cara yang berbeda dengan yang dilakukan Rindi, jika Rindi sering kasar dulu, Sari lebih mrmilih dengan cara halus, agar bisa mempertahankan harga dirinya.


"Kamu dengar ya, aku adalah cinta pertamanya, aku yakin jika Adam masih sayang sama aku, sebaiknya kamu mundur," kata Sari mencengkram lengan Airy.


"Kita lihat saja nanti." Airy menepis tangan Sari dengan santai.


"Lihat?" tanya Airy.


"Dengar ya, wanita yang dia mau itu adalah yang mengerti agama, bukan sepertimu. Aku yakin kamu baru kan di pesantren ini heh." Kata Sari.


"Ohh, setahu aku, wanita yang pandai dalam beragama tidak akan pernah mendambakan seorang laki-laki yang bukan mahramnya. Upss sorry!" Airy berlari menyusul Adam.

__ADS_1


"Awas saja kamu Airy!" Sari bergumam.


Makan ala anak pesantren memang selalu bersama-sama. Dari samping, Sari merasa iri melihat keakraban Airy dan Adam, padahal ditengah-tengah mereka juga ada Raihan saat itu. Rindi melihat tatapan Sari menjadi khawatir dengan Airy.


Karena tidak ingin hal yang pernah dialami terjadi pada Airy, setelah selesai makan, Rindi, Nadia dan Siti menunggu Airy di depan kamar Airy.


"Assallamu'alaikum, kenapa kalian duduk disini?" tanya Airy.


"Wa'alaikum sallam, Airy. Kita nunggu kamu lah, siapa lagi yang kita tunggu, Ustad Adam?" Kata Rindi.


"Masuk ke kamar lah, ngapain nunggu di luar. Kalau Ustadzah Ifa tau, kalian bisa kena skors." kata Airy.


Rindi duduk mendekat dengan Airy, menanyakan hal apa yang membuat Sari marah kepadanya. Rindi juga menceritakan jika Sari pernah menyakiti dirinya, karena Sari tahu, jika Rindi menaruh hati kepada Sari.


"Dia melakukan apa kepadamu?" tanya Airy.


"Salah satu rumah makan keluarga angkatku bangkrut Ry. Aku nggak tau kenapa dan bagaimana itu terjadi, tapi kata Mbak Sari, ini adalah ulahnya. Saat dia keluar kota, aku sangat senang sekali, akhirnya hambatanku untuk mendapatkan Mas Adam pergi," jelas Rindi.


"Tapi aku hadir hahahha, tenang aja lah. Aku akan jaga diri kok, dia kan manusia, buat apa aku takut padanya, takut itu jika tiba-tiba Allah nggak ngasih ujian lagi ke kita, itu tandanya Allah udah nggak sayang kita, jika kita nggak di beri ujian. Santai lah, tapi makasih ya udah diingetin." kata Airy.

__ADS_1


"Airy, peluk?" Kata Rindi merentangkan tangan.


Mereka berempat pun berpelukan, Rindi berfikir jika dirinya sangat bodoh jika bersaing dengan Airy dulu. Rindi berjanji, jika ia akan selalu memberi dukungan kepada Airy. Karena dari keluarga Airy lah, akhirnya Rindi bisa menemukan keberadaan orangtua kandungnya, walaupun masih menjadi TKW di luar negri.


__ADS_2