
Dua hari berlalu juga dikehidupan Airy, tubuhnya sudah mulai membaik, ujian masuk juga sudah ia lakukan kemarin, kini hanya menunggu kabar baiknya saja.
"Assalamu'alaikum istriku, hayuk sholat subuh dulu. " Adam membangunkan Airy untuk sholat subuh.
"Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur" ucap Airy.
"Amin Allahumma Amin, Alhamdullillahilladzii 'aafaanii fii jasadii, wa rodda alayya ruuhii, wa adzina lii bi dzikri" Ucap Adam seraya mengecup kening Airy.
"Doa apa itu? " tanya Airy.
"Dzikir pagi dong, setelah doa bangun tidur. Itupun nggak tau? " Adam kembali bertanya.
"Lupa hehehe, artinya Mas? " tanya Airy.
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya." jelas Adam sambil melipat selimut.
Mereka pun mengambil air wudhu, lalu pergi ke masjid berdua. Airy juga menceritakan banyak hal ketika berjalan, bahkan ia juga menceritakan perasaan rindunya kepada Abang tercintanya.
"Besok kalau ada rezeki, kita jenguk Abang kesana ya, " tutur Adam.
" Mau kapan Mas? Aku pasti sibuk kuliah setelah ini, Bang Rai juga kan ndak boleh bawa ponsel kalau tidak ada hal yang penting. Ahhhh kangen sekali aku dengannya. " kata Airy.
Beberapa hari lalu, Airy memang sudah merasa tidak enak dengan memikirkan Raihan yang jauh disana. Tetapi ia belum sempat saja untuk mengatakannya kepada Adam. Karena sudah masuk waktu sholat, mereka pun masuk ke shaf nya masing-masing. Airy juga melihat Rindi semakin membaik, beruntung anak buah Sari tidak melecehkan Rindi, jadi ia masih memiliki masa depan yang bagus.
"Mau ke kampus nanti? " bisik Rindi.
"Tentu, kan pengumuman. Mas Adam sudah buat pertukaran jam pelajaran juga buat nemenin aku, " jawab Airy.
"Jadi nggak enak aku, ganggu pasutri baru yang lagi bermesraan. " goda Rindi sambil menyenggol lengan Airy.
__ADS_1
Sholat pun dilaksanakan, seperti biasa setelah sholat, dzikir bersama, setelah itu rutinitas pagi sebelum sekolah. Mengaji, menghafal dan tadarus. Begitu selesai, Airy langsung pamit kepada Adam, jika dirinya ingin keluar sebentar.
"Ngapain keluar sendiri? Bentar ya, aku selesaikan ini dulu, biar aku antar, " kata Adam heboh.
"Astagfirullah, sebentar aja kok. Cuma di depan sana doang, sebentar aja kok ya, aku bawa peluit nih, jika ada apa-apa nanti langsung ku bunyikan oke? " tutur Airy.
"Peluit? Peluit dari mana coba ini? Jangan ngeyel dong sayang, aku antar ya, tunggu sementara saja, " kata Adam.
"Kalau Mas Adam ikut denganku, pasti dua anak itik itu akan ketahuan. Dan penyelidikanku bakal buyar, hasilnya bakal jadi ambyar. No! Aku harus bisa putar akal..! " kata Airy dalam hati.
"Ndak usah Mas, aku sama beberapa santriwati juga kok. Udah sana, udah ditunggu loh sama santri dan Ustad lain, dah sana. Assalamu'alaikum, " Airy langsung pergi begitu saja.
"Wa'alaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh. Bandel banget sih Airy ini. Aku sangat mengkhawatirkannya." Guman Adam.
Dengan sangat tergesa-gesa, Airy keluar dari pesantren, disana sudah di tunggu oleh dua lelaki. Ternyata,...
"Piye mbul? wes mbok golek informasi ne? " (bagaimana? mbul itu julukan yaa, udah di cari informasinya?) " tanya Airy.
"Ck, gampang wes, ku transfer nanti ya. " kata Airy menerima USB itu.
"Iyo, awakmu tuku dewe, terus kirim neng omahku, woke? (iya, kamu beli sendiri, terus kirim ke rumahku, oke?) " sahut yang satunya lagi.
"Ngapain aku yang repot? Mana mungkin aku bisa keluar beli DVD itu, ah elah. Pokoknya nanti aku transfer, DVD beli sendiri, kalau enggak mau, yaaaa...... " goda Airy.
"Ya apa? Ah jangan curang dong, sesuai janji ngapa. Kita terakhir ketemu di SMP, sekali ketemu kek gini, " protes lelaki itu.
"Woo lambemu, (bibirmu), gemes aku tuh, yaudah iya, aku belikan DVD nya, udah sana pulang. Makasih yaa, assalamu'alaikum! " Airy langsung masuk ke pesantren lagi, dan dua lelaki itu berjalan pulang.
Dua lelaki itu sahabatnya sejak kecil, namanya Dendi dan Jaka. Mereka juga sangat ringan tangan jika sudah menyangkut Airy. Apapun yang Airy inginkan pasti mereka siap melakukannya dengan ikhlas.
__ADS_1
Sebelum melakukan sesuatu untuk Airy, mereka selalu di janjikan hadiah oleh Airy. Kali ini, yang mereka ingin hanyalah DVD musik dangdut modern yang lengkap😑. Dengan riang, Airy pulang kerumah dengan bersenandung ria.
Senangnya hatiku, turun panas demam. Kini aku bermain dengan riang. Terima kasih ibu turun panas demam ku..... lalalalalalalalala
"Assalamu'alaikum suamiku. Udah pulang ajah, mau di masakin apa? " tanya Airy sudah melihat Adam di depan rumah.
"Wa'alaikumsallam warohmatulohi wabarakatuh, " jawab Adam.
"Kamu girang gini, terus nyanyi sountrack iklan obat demam anak, emang ada hal menggembirakan apa? " tanya Adam sambil menyentuh kening Airy.
"Lagi bahagia aja, kan nanti pengumuman hasil ujian masuk hehe. Harus semangat dong, hayuk ah masuk. Aku akan masakin menu baru. " Airy menarik tangan Adam dan menggenggamnya masuk kerumah.
Adam bahagia jika melihat Airy riang seperti itu. Ia juga membantu Airy memasak untuk sarapan. Bahkan sebelum mereka memasak, Adam main mesra-mesraan dulu dengan Airy.
"Zawjati, " bisik Adam sambil memluk Airy dari belakang.
"Emmm, "
"Emm, kalau kita punya anak nanti, kamu mau anak kita mirip sama siapa? " tanya Adam sambil mengelus-elus perut Airy dengan lembut.
Airy tersenyum, ia pun menggenggam tangan Adam, berbalik kearah Adam, lalu mencium pipi Adam dengan lembut.
"Mirip siapapun anak kita nanti, aku tetap akan bahagia jika sudah punya anak. Tapi aku ingin, jika kita memiliki anak laki-laki, punya mata yang indah seperti Ayahnya, bibir tipis seperti ini (menyentuh bibir Adam), kulit bersih seperti ini, suara bagus seperti Dimas Tedjo hahahah, " lawak Airy.
"Lah, aku kan Ayahnya, mosok suara mirip Dimas Tedjo sih, ndak mau aku. Bikin ulang pokoknya kalau mirip dia, dia kan penyanyi langgam jawa, aku pengen suara dia seperti.... seperti siapa ya?" kata Adam.
"Halah, hamil aja belum!" kata Airy memecahkan imajinasi Adam.
"Kan itu masuk di dalam, dan masa subur juga kan? Siapa tau aja heheh, " goda Adam.
__ADS_1
Tapi dalam benak Adam, ia belum tega jika Airy harus terbebani dengan setatus sebagai seorang ibu. Mengingat usianya yang masih muda, Airy juga baru saja mau melanjutkan belajarnya lagi, ke fakultas kedokteran.
Bukan paksaan dari siapapun, Airy memang masuk ke bidang kedokteran karena memang ia ingin. Bahkan, jika ada waktu, ia juga ingin kuliah diluar negri, dikampus yang sama waktu Aisyah dulu menimba ilmu. Kebetulan sekali juga, tanpa sepengetahuan Airy, ternyata Adam juga sudah memikirkan masa depan Airy di luar negri. Namun, tujuannya berbeda, Adam ingin Airy kuliah di Jepang. Apakah nantinya mereka akan berselisih? Atau Airy akan tetap melanjutkan di dalam negri?