Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 7


__ADS_3

"Aw sakit tau!" Jerit Dila.


"Itu baru tidak seberapa, jika lo cari masalah dengan gue lagi. Gue pastiin lo pulang dengan kaki pincang" Kata Airy duduk.


"Wah nggak nyangka ya, dia berani loh nglawan Dila, sampai saat ini padahal belum ada yang berani melawannya" Bisik salah satu siswa di kelas itu.


Setelah kelas usai, Airy tergesa-gesa mencari jilbabnya, namun ia tidak melihat jilbabnya jatuh dimanapun juga. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk sholat dzuhur di mushola terlebih dahulu, walaupun bandel, Airy tidak melupakan kwajibannya. Saat ia sholat, Dila yang bajunya masih bau kuah soto itu pun mengambil salah satu sepetu Airy dan membuangnya di tempat sampah.


"****** lo, siapa suruh ngancam gue. Ayo cabut" Kata Dila mengajak Rani.


Selesai sholat, Airy masih mengenakan mukena untuk mengagantikan jilabnya, ia keluar dengan harapan dapat menemukan jilbabnya. Mengetahui sepatunya hilang sebelah....


"Astaghfirullah, ini pasti kerjaan si pengikut dajjal itu deh. Hah, alamat nyeker ini mah, wes to lah. Kudung ilang, sepatu ilang. Saiki opo neh? Dadi wong apik ki banyak banget musuhnya, coba aku nakal kek dulu, awas aja si Dila, besok aku balas" Kesal Airy.


Tiba-tiba ada seseorang yang memberinya sandal untuk Airy, ia adalah seorang laki-laki yang sama yang menemukan jilbab Airy di saat mereka bertabrakan sebelumnya.


"Kamu" Kata Airy.


"Assallamualaikum" Salam Raka.


"Waalaikum sallam, ini sandal........?" Tanya Airy.


"Aku lihat sepatumu yang satu ada di tong sampah, dan sudah kotor, jadi aku maaukin ke kresek, kamu pulang pakai sandalku aja, dari pada bau kan? Dan ini jilbabmu tadi jatuh waktu kita nggak sengaja bertabrakan" Kata Raka menyodorkan jilbab Airy.


"Terima kasih, aku pinjam dulu sandalnya, dan jilbab ini sudahb kotor karena jatuh, jadi aku tetap akan memakai mukena ini sampai pulang. Assallamualaikum" Salam Airy langsung pergi.


Sepertinya Raka menyukai Airy, ia terus memandang Airy hingga sampai ke gerbang sekolah. Dijalan,bukan Airy namanya jika tidak mengomel tidak jelas.


"Aku yakin ini kerjaan si titisan mak lampir itu deh, main buang aja nih sepatu? Ini sepatu Uti yang beliin, awas aja besok" Gerutu Airy.


Saat di jalan, ia melihat beberapa anak kecil sedang berusaha memetik jambu. Airy pun mendekati anak-anak kecil itu.


"Assallamualaikum brother, lagi apa nih?" Tanya Airy.


"Waalaikum sallam, eh kak! Kalau mau sholat di masjid sana hahaha" Tawa salah satu anak itu dan di ikuti teman-temannya.

__ADS_1


"Kalian mengejekku? Aku tidak akan membantu kalian petik jambu itu, sedangkan yang mateng ada di atas sana" Tantang Airy.


"Kakak bisa manjat?" Tanya anak kecil itu.


"Jangan panggil aku Airy kalau aku tidak bisa memetik jambu itu untuk kalian. Awas minggir, tunggu dibawah Ok! Kalau ada pemiliknya kabari aku, biar kita nggak tertangkap, kalau Kakak tertangkap kalian juga harus ikut tertangkap" Kata Airy memanjat pohon jambu itu.


Raka yang sedari tadi mengikuti Airy pun tersenyum dibuatnya. Terlihat Airy sangat lincah naik di atas pohon. Satu persatu anak-anak kecil itu mendapat jambu yang mereka inginkan, begitu juga Airy yang memakannya langsung di atas pohon. Sampai sang pemilik berteriak dan Airy pun langsung lompat, berlari bersama anak-anak kecil itu. Lalu, Raka pun mengikutinya, ia mengendarai sepeda motor.


-_-_-


Disisi lain, Raihan telah selesai sholat dzuhur berjama'ah, ia bertemu dengan Ustadzah Ifa dan menanyakan Airy.


"Assallamualaikum, baru selesai sholat ya?" Tanya Ustadzah Ifa.


"Waalaikum sallam Ustadzah, alhamdulillah baru saja selesai. Apakah Airy sudah pulang?" Tanya Raihan.


"Yang saya tau belum sih, coba nanti tak tanyain ke pengurus lainnya." Jawab Ustadzah Ifa.


Tiba-tiba dari brlakang datanglah Ustad Zainal, semua orang tahu jika Ustad Zainal dan Ustadzah Ifa memiliki hubungan spesial, yang mungkin dalam waktu dekat mereka akan menikah.


"Waalaikum sallam"


"Kalau begitu saya pamit dulu ya Raihan, Ustad, Assallamualaikum" Salam Ustadzah Ifa langsung pergi setelah kedatangan Ustad Zainal.


"Han, kamu itu harus bilang kesemua santri, penghuni pesantren ini, jika kamu dengan Airy itu bersaudara, takutnya mereka yang belum tahu akan salah faham" Kata Ustad Zainal.


"Insyaallah, setelah makan malam nanti, Raihan akan bilang kok Ustad, kalau begitu saya pamit dulu ya Ustad, masih harus mencari anak nakal itu" Kata Raihan.


"Nakal yo adikmu to Han" Ujar Ustad Zainal.


"Calon adik ipar Ustad juga kan?" Tanya Raihan.


"Woo iyo, hahahha, yo wis sana. Kau juga harus lanjut ke kelas lain nih, Assallamualaikum" Salam Ustad Zainal pergi.


"Waalaikum sallam"

__ADS_1


Raihan kembali ke kamarnya, Raihan hanya sekamar dengan Salim, mereka juga satu kelas, bahkan sebangku sejak masuk pertama kali masuk kepesantren itu.


Airy lari semakin kencang, bahkan diikuti anak-anak kecil itu juga. Akhirnya mereka berhenti di pinggir sawah dan tertawa bersama.


"Wah Kakak hebat deh larinya kuenceng bener kek jepitan rambut Syahrini, mantul dah ah. Kenalin namaku Deni, kita bisa menjadi sahabat nggak Kak?" Kata Deni dengan nafas terengah-engah.


"Boleh lah Bro, panggil aku Airy hahaha. Haus nih, jajan dimana?" Tanya Airy.


"Nih, aku ada air minum" Kata Raka yang sedari tadi sudah mengikutinya.


"Kamu? Kamu mengikutiku?" Tanya Airy kaget.


Raka pun memeberikan jilbab yang baru saja ia beli untuk di pakai Airy, karena tidak mungkin Airy pulang masih mengenakan mukena itu. Deni dan kawan-kawannya pun pulang terlebih dulu, meninggalkan Airy dan Raka berdua.


"Kamu pulang kemana?" Tanya Raka.


"Kenapa? Mau ngantar? Nggak usah repot-repot" Jawab Airy dengan santai.


"Siapa tau aja searah kan? Daripada kamu jalan kaki" Tawaran Raka.


"Pesantren Al-Ikhlas" Ujar Airy.


"Kamu anak pesantren? Kebetulan rumahku di belakang pesantren itu, ayo bareng lah" Kata Raka.


Airy hanya diam saja, ia berfikir, jika ikut dengan Raka, maka semua santri pasti berfikiran macam-macam meskipun Raka adalah teman sekolah, jika tidak ikut, Airy harus mengeluarkan uang untuk naik angkot.


"Ngirit juga sih, lumayan kan yang buat ongkos pulang buat beli batagor hahha" Kata Airy dalam hati.


"Bagaimana? Tenang saja, aku akan menurunkanmu agak jauh dari pesantren, supaya tidak Da yang berfikiran negativ tentang kamu" Kata Raka.


"Gas lah, tapi nanti mampir dulu beli batagor ya, dan ingat! Jangan ngebut, takutnya nanti nggak sengaja kita bersenggolan, aku nggak suka bersenggolan dengan lelaki lain kecuali Papa, Abang atau adikku" Kata Airy.


"Siap tuan putri" Kata Raka.


Dalam hati Airy, ia masih takut jika pulang gonceng berdua seperti itu dengan Raka, apa lagi kalau nanti Raihan melihatnya, pasti ia akan marah. Namun, bagaimana lagi? Rezeki nggak boleh di tolak, tetapi tetap harus jaga jarak.

__ADS_1


__ADS_2