
Saat Airy menikmati kasur yang hangat, empuk dan wangi itu. Kakinya di tarik oleh Adam sampai ke kasur lantai, mengingat mereka tidak menggunakan dipan atau tempat tidur, maka di bawah kasur nya masih ada karpet dan kasur lantai.
"Aw, sakit Ustad. Tulang ekor ini, bahaya ah! Main tarik aja kek ulet bulu!" kesal Airy.
"Setor!" Tegas Adam.
"Udah nikah harus masih setor? Haih, kenapa pula!" Kata Airy merapikan ciput nya.
"Wudhu dulu, ambil jilbab, lekas setor! Aku tunggu disini, nggak pakai lama! Atau kamu nanti aku hukum!" Kata Adam.
Dengan mulut mengomel-omel ala emak-emak, Airy pun beranjak dan mengambil air wudhu. Bukan bermaksut kejam, tetapi Adam merasa hafalan Airy belum sempurna, walaupun sudah hafal.
Duduk di depan Adam, Airy pun memulai hafalannya. Pertanyaan-pertanayaan sederhana juga Adam berikan kepada Airy, untuk mengingat pelajaran lalu yang mungkin sudah terlupakan.
"Salah! Ulangi lagi!" Kata Adam mengetuk kening Airy dengan lembut.
"Aw! Umm, aku mending di hukum lah kalau kayak gini, aku mana ingat pelajaran yang ini, ini pelajaran anak TK, roksun sirah (kepala), roqobatun gulu (leher), 'udzunun kuping (telinga), sinun untu (gigi), gitu kan?" jawaban Airy membuat Adam tertawa.
"Hahaha kamu ini ada-ada aja sih, emmm. Imutnyaaaa," saking gemesnya Adam mencubit pipi kanan kiri Airy dan menggeleng-gelengkannya.
__ADS_1
Mereka saling memandang satu sama lain, Airy mengigit bibir bagian bawahnya dan tersenyum kepada Kabir, bahkan menggodanya hingga membuat Adam malu.
"Ganteng deh, muah!" Goda Adam.
Seketika Adam mengalihkan pandangannya.
"Tidur!" Adam langsung menghindari Airy dan tengkurap di kasur.
"Terus ngajinya?" Tanya Airy.
"Lanjut besok!" jawab Adam menutupi wajahnya menggunakan pecinya.
Otak nakal Airy mulai bekerja, ia terus saja menggoda Adam, bahkan menindihi tubuh Adam yang sedang tengkurap itu. Membuat jantung Adam bersenam dan membuat keringat mengalir deras bagaikan banjir di Jakarta.
"Kenapa? Kita sudah suami istri kan? Eh, kaki Ustad dah sembuh kah? Kok santai bisa tengkurap gitu?" Goda Airy.
Karena Airy terus saja menggoda, kali ini Adam yang akan membalas godaan itu. Walaupun dalam hatinya belum siap, Adam ingin membuat Airy bisa diam dan berhenti menggodanya.
Adam membalikkan badannya, lalu tiba-tiba memeluk Airy dengan erat. Seketika Airy meronta-ronta, ia kaget Adam malah menyerangnya balik.
__ADS_1
"Ustad mau ngapain?" Tanya Airy panik.
"Peluk, cium, bobok bareng. Ayo!" Goda Adam sambil mengedipkan mata.
"Aaaa nggak! No, no! Aku nggak mau, lepasin! Ustad lepasin aku!" Airy meronta-ronta.
"Katanya mau bobok, ya ayo bobok. Kita kan suami istri, boleh dong berpelukan hahahaha" Goda Adam.
Dengan sekuat tenaga Airy meronta-ronta, hingga tidak sengaja menendang kaki Adam dan berdarah lagi. Tetapi, Airy menangis saat itu, ia belum siap jika harus melakukan hal semacam itu.
Dari luar, beberapa santri dan Ustad Zainal, Raihan sedang keliling untuk mengamati keamanan pesantren. Kebetulan juga melewati rumah Adam dan Raihan, yang mereka dengar.........
"Lah kok nangis sih, aku minta maaf yaaa....." suara Adam.
"Kalau mau meluk bilang dulu dong......." suara Airy, padahal udah nggak di peluk.
"Yah berdarah deh, keluar darahnya," suara Adam panik, padahap darahnya sendiri yang keluar.
"Sakit? Aduh, aku juga sakiiiiiit.... Aduhh ahh pelan-pelan dong, ihh Ustad kasar ih, pegang ini nya!" suara Airy.
__ADS_1
Padahal Airy hanya kejengkang dan pinggangnya sakit, karena khawatir, Adam menarik tangan Airy sedikit kuat, hingga keluar dari mulut Airy kata-kata "ihh Ustad kasar ih". Pikiran orang yang hendak lewat sampai ke negri Jepang.
Yuk tertawa...