Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 62


__ADS_3

Setelah sholat maghrib, Airy dan Adam hanya makan takjil dan risoles yang sudah di buat khusus oleh Airy, karena harus segera ikut tarawih di masjid.


"Hp ku udah di cas?" tanya Adam.


"Udah kok, ada di kamar. Ustad yakin bisa ikut tarawih?" tanya Airy balik.


"Kenapa emang, kan cuma sakit kaki bukan struk, ayo ah berangkat." jawab Adam.


"Ayo, bengong sih, mau di gandeng?" tanya Adam.


"Udah wudhu kali Ustad, batal dong nanti wudhunya!" jawab Airy.


"Masih bisa kok gandengan, pakai sajadah ini. Kamu pegang ujung, aku pegang ujung, kan sama aja gandengan, yuk!" ajak Adam.


"Sa ae bambank hahaha, becanda, maaf hehe." tawa Airy membuat Adam tersenyum-senyum sendiri.


Mereka pun bergandengan menggunakan sajadah, berjalan sambil bersenda gurau. Membuat iri santri lain, bahkan pasangan baru Ustad Zainal dan Ustadzah Ifa juga tidak seromantis itu.

__ADS_1


Sampai masjid, segera mereka berpisah dan mengikuti sholat tarawih. Terus saja Ustadzah Ifa dan Rindi menggoda Airy, bukanya tersipu malu, tetapi Airy malah memasang wajah datar, bagaikan tidak berdosa dan tidak merasa sama sekali.


"Ishh, kenapa kalian? Ini masjid buat sholat, bukan buat guyonan!" kata Airy.


Selesai tarawih, seperti biasa banyak yang mengaji, tadarus dan menghafal di masjid. Saat itu, Airy masih berkumpul dengan Rindi dan santri lainnya, Adam memberi kode, bahwa ia ingin Airy menemuinya. Melihat kode panggilan dari Adam, Airy pun keluar dan menghampiri Adam.


"Ciee, main mata terus nih. Nanti juga ketemu kan?" Goda Ustadzah Ifa.


"Ehemm, jangan bikin yang jomblo iri dong," sahut Rindi.


"Wa'alaikum sallam warohmatullahi wabbarokatuh."


Adam sudah menunggunya di tangga batas suci depan masjid, seperti bertemu untuk pertama kalinya. Mereka hanya senyum-senyum saja, bahkan ingin menatap saja, ada perasaan sungkan dan malu diantara mereka. Melihat pemandangan itu, membuat hati Sari semakin terbakar, bahkan sangat kesal sampai buku yang ada ditangannya ia remas-remas sampai kusut, seperti wajahnya.


"Assallamu'alaikum Ustad," salam Airy.


"Wa'alaikum sallam warohmatullahi wabbarokatuh, terima kasih ya, kamu sudah mau menemui ku." Tutur Adam.

__ADS_1


"Ada apa Ustad memanggilku? Ada yang Ustad butuhkan?" tanya Airy.


"Emm, boleh minta tolong ndak?" kata Adam.


"Boleh dong, kan kita suami istri, harus saling tolong menolong dong hehehe, ada apa?" Tanya Airy sambil menunjuk Adam saat menyebutnya suami.


"Bisa ambilkan aku hp nggak? Aku kesulitan jika harus kesana kemari, kalau bisa sih." Ucap Adam.


"Oke, tunggu ya, Assallamu'alaikum." Airy segera bergegas pulang kerumah dan mengambil ponsel.milik Adam.


"Wa'alaikum sallam warohmatullahi wabbarokatuh, hati-hati, awas jatuh!" teriakan Adam di ledek oleh beberapa santri di sekitarnya.


Sampai dirumah dan mengambil ponsel milik Adam, tidak sengaja ponselnya terbuka, ada pesan suara dari Raihan yang membuat Airy percaya. Sambil berjalan pelan, Airy berfikir. Kenapa Raihan sampai mengirim pesan suara, padahal tadi juga sedang bersama Adam di masjid.


Rasa penasaran Airy makin meningkat, kala ada pesan dari Raihan menyebut nama Sari. Dosa tidak berdosa akan Airy tanggung, ia membuka ponsel Adam itu dan membuka pesan suaranya.


"Kamu ini bodoh sekali, kenapa Adam yang celaka! Harusnya Airy, agar dia mati sekalian, atau cacat sekalian. Dengan itu, aku akan dengan leluasa mengambil alih tempat yang seharusnya milikku, yaitu menjadi istrinya Adam, kamu sangat bodoh Zahra! Dasar tidak becus! Aku pastikan keluargamu akan sengsara jika kamu membongkar rahasia ini!

__ADS_1


__ADS_2