
Mendengar kata-kata itu, Airy langsung berusaha melepaskan diri dari pelukan Adam, tetapi badanya kalah besar, ia tidak kuasa melepaskannya. Adam terus saja menahan tawa, begitu saja sudah membuatnya tertawa.
"Sttt kalau Papa sama Ami denger, bisa bahaya loh, apa lagi di sebelah ada Yusuf, jadi kita mainnya pelan aja!" goda Adam sambil berbisik.
"Ihh Ustad cabul, aku nggak mau, lepasin!" Kata Airy juga berbisik.
"Suami sendiri dikatain cabul, kita kan juga pernah melakukannya, sekali lagi boleh dong." Adam semakin senang menggodanya.
Mata Airy terbuka lebar, bukan balik menggoda Airy malah menangis. Itu senjata pamungkas Airy, karena Adam paling tidak. bisa melihat seseorang menangis. Benar saja! Adam melepas pelukannya, dan mengusap air mata palsu Airy.
"Kok nangis sih? Aku cuma bercanda, jangan nangis lagi ya. Katanya pendekar wanita perih, di peluk sama suami aja kok nangis sih? " kata Adam merasa bersalah.
Airy masih pura-pura menutupi wajahnya dan menangis. Suara tangisannya semakin kencang, Adam mulai panik, padahal semua orang sudah tidur, Adam bingung sendiri jika mereka semua terbangun.
__ADS_1
Airy membuka matanya.
"Tapi bo'ong hahahaha ketipu, Ustad nyebelin!" kata Airy sambil menjulurkan lidahnya.
Merasa kesal, Adam berdoa dalam hati dan langsung mencium bibir Airy, di rebahkannya tubuh Airy ke kasur.
"Airy kecil yang memulai, jadi malam ini kita........ " goda Adam ingin mencium leher Airy.
"No! Nggak mau, aku nggak mau sakit lagi, perih tau," bisik Airy.
"Emm tunggu, baiklah kita lakukan malam ini. Tapi ada syaratnya." kata Aisy mencoba bernegosiasi.
Adam tertawa terpingkal-pingkal, bahkan sampai batuk. Ia mengusap-usap kepala Airy dengan lembut.
__ADS_1
"Aku cuma bercanda sayang, tidur yuk. Udah malam, besok katanya mau ngajak aku ke pesantren," ucap Adam dengan halus.
"Ishh, sopan kali bahasa nya, yesss tau udah tidur hahaha jangan nyesel ya." Kata Airy bahagia.
Mereka akhirnya hanya tidur, walau salah hati Adam, ia tidak bisa memungkiri rasa inginnya itu. Jam satu dini hari, Adam sudah terbangun, ia di kagetkan Rifky yang mengetuk pintunya. Adam keluar, ia meminta membangunkan Airy untuk segera ikut ke pesantren, sementara dirinya akan pergi ke Korea.
Adam langsung membangunkan Airy, sempat Airy bertanya ada apa, ternyata Pak Lhek nya yang di Korea dikabarkan meninggal dunia saya mengendarai kendaraan. Airy langsung kaget, baru saja bertemu dengan anaknya yang telah lama hilang, masa ia harus pergi untuk selamanya.
"Memang nya Pak Lhek kamu yang mana lagi? " tanya Adam.
"Yang pakai baju tentara di foto keluarga depan, dia saudara kembar Pak Lhek Syakir, dia udah menikah sama anak angkat Uti, dan tinggal di Korea." jelas Airy.
"Kasihan, ia baru bertemu dengan anaknya yang hilang, dan istrinya, Tante Ceasy, sedang hamil besar, ayo Ustad segera kita siap-siap." Ajak Airy.
__ADS_1
Setelah bersiap-siap, mereka, Airy, Adam dan Yusuf ke pesantren, karena Yusuf sudah mulai masuk sekolah, ia masuk sekolah terlebih dahulu. Menegangkan, tidak percaya, kaget, sedih bercampur jadi satu dalam hatinya.
Tak ada firasat apapun dari seluruh keluarga besar, mendengar penjelasan dari Rifky, jika Kabir meninggal karena kehabisan darah, luka robek di kakinya, Airy merasa janggal. Bukan hanya Airy, bahkan Aisyah selalu dokter saja juga masih heran. Tetapi, semua sudah kehendak Allah, yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, yang pasti bisa menjadi tidak pasti. Airy selalu berdoa agar ada mu'jizat dari Allah SWT.