Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 35


__ADS_3

Lama sekali Raihan dan Adam menunggu, tetapi Airy belum juga pulang. Mereka berniat untuk menjemput Airy pulang dengan mobil. Ketika di jalan, mereka melihat Airy sedang duduk makan ice cream coklat kesukaannya.


"Astaghfirullah, kita nunggu malah dia asik makan ice cream," tutur Raihan.


"Dimana?" tanya Adam menoleh kekanan kekiri.


"Tuh, dia duduk di bawah pohon. Untung saja di bawah, coba kalau nangkring. Samperin Ustad, aku yang giliran nyetirnya," kata Raihan.


Adam pun turun dan menghampiri Airy yang sedang enak menikmati ice cream coklatnya itu.


"Assallamu'alaikum warahmatullahi wabarikatuh," sapa Adam dengan lembut.


"Halu, ini halu. Aku sebel kalau kayak gini," gumam Airy.


"Airy, Assallamu'alaikum," Adam terus memanggil Airy, karena Airy tidak menolehnya.


"Astaghfirullah hal'adzim, Ustad Adam? Wa'alaikum sallam, duduk hehehe. Dengan siapa?" tanya Airy gugup.

__ADS_1


"Raihan," kata Adam menunjuk mobil yang dikendarainya.


Airy dan Adam mengobrol di bawah pohon itu, bahkan sambil bercanda ria. Hal menyenangkan mereka ceritakan semuannya, sampai seorang anak kecil berlari kearah Airy dan Adam, lalu memanggil Airy dengan sebutan 'Mama', sambil menangis.


"Mama, Mama huhuhu," anak itu tiba-tiba memeluk Airy dan menangis di pelukannya.


Airy dan Adam saling menatap.


"Dek, kamu kenapa nangis?" tanya Adam.


Walaupun Airy masih memiliki orangtua lengkap, tetapi melihat anak kecil yang sudah tidak memiliki seorang ibu, membuat hatinya tersentuh. Airy tersenyum, dan membelai rambut anak berusia 4 tahun yang gembul itu.


"Andra ya, Andra kangen sama Mama?" Tanya Airy.


"Ups, maaf. Anda fikir Mama Anda," kata anak itu masih cadel.


"Andra boleh kok panggil kakak, dengan sebutan Mama, anggap saja seperti Mama Andra sendiri," tutur Airy.

__ADS_1


"Boleh? Horee Anda punya Mama, Mama Anda lagi pergi, kata Papa kerumah Allah, Allah itu siapa Ma?" tanya Andra dengan polos.


"Allah itu yang memberi kita memberi kebahagiaan, jika Andra mendoakan Mama terus, Allah akan selalu memberikan kebahagiaan kepada Andra." ucap Adam.


"Seperti Mama ini? Pa! Anda punya Mama, ayo pulang Ma, Anda pengen main sama Mama," ajak.Andra, dia tidak bisa berhenti bicara.


Segala upaya Papa Andra mengajaknya pulang, tetapi Andra tidak mau, ia tetap mau pulang jika Airy pulang bersamanya. Airy tidak mungkin pulang bersama Andra, ia pun memberikan nomor ponselnya, agar Andra bisa selalu menghubunginya.


"Mama nggak sayang sama Andra, Andra janji nggak akan nakal lagi," kata Andra menunduk lesu.


"Mama kan masih sekolah, Mama juga tinggal di pesantren, Mama nggak bisa pulang sama Andra. Tapi kita masih bisa telfonan kok, ini nomor Mama," Airy memberikan nomor ponsel milik Adam.


"Jadi Mama di pesanten sama Mas Zaki ya?" tanya Andra.


"Emm Zaki adalah kakak Andra, dia sudah ada di pesantren selama tiga tahun," jawab Papa Andra.


Mendengar janji Airy kepada Andra, Andra pun menjadi penurut, akhirnya ia mau pulang bersama Papanya. Airy juga sudah memberikan nomor Adam, jika sewaktu-waktu Andra rindu kepada Airy.

__ADS_1


__ADS_2