Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 112


__ADS_3

Adam dan Airy berjalan bergandengan saja seperti terdengar alunan musik dan lagu main na ho na. Tatapan Maureen kepada Adam juga tidak bisa berpaling. Adam ini sangat kalem wajahnya, jika melihatnya, hawanya pasti adem, ia juga bisa menyesuaikan cara berpakaian.


"Assalamu'alaikum semua, tolong dong Rin bawain ini sebentar, " Airy meminta Rindi untuk tuk membawakan tas slempang milik Airy.


"Wa'alaikumsalam, biar aku aja Airy. " sahut David langsung merebut tas Airy dari tangan Rindi.


"Sini biar aku saja yang bawakan ranselmu, " sahut Raka tidak mau kalah.


"Dan cowok yang kek air syurga ini siapa Ry, ohh mataku, " tanya Maureen menatap Adam tanpa berkedip.


Airy merangkul lengan Adam, saat ia ingin memperkenalkan bahwa Adam adalah suaminya.......


"Saya kakaknya, ya sudah saya pamit dulu ya. Assallamuallaikum, " Adam cemburu saat Raka dan David berebut ingin membawakan barang-barang milik istrinya.


Melihat Adam langsung pergi seperti itu, membuat hati Airy merasa terluka. Apalagi Adam mengakui dirinya sebagai adiknya. Ia pun berlari menyusul Adam dan membicarakannya di mobil. Rindi merasakan ada sesuatu yang dirasakan Adam, ia pun meminta semua anak-anak untuk menunggu Airy dimobil.


"Seriusan itu kakak nya? Ya ampun ganteng banget, itu mobilnya? Airy anak orang kaya dong, ihhhh!! " Maureen ini brisik sekali, membuat Rindi tidak nyaman.

__ADS_1


Dimobil,


"Maksud Mas Adam apa? Mas Adam bilang ke anak-anak kalau kamu itu kakakku kan? Kenapa? Segitu buruk kah aku sehingga Mas Adam nggak mau ngakuin aku sebagai istrimu? Jahat banget!! " kesal Airy.


"Bukan seperti itu Airy, aku cuma tidak mau teman-temanmu tau kalau suamimu ini jauh lebih tua darimu. Aku nggak mau kamu dihina karena aku, itu aja, " jelas Adam.


"Nggak gitu konsepnya bambank!! Tau nggak kalau hatiku ini terluka denger Mas Adam bilang seperti itu, jahat! Assalamu'alaikum! " kesal Airy keluar dari mobil.


"Wa'alaikumsalam Airy bukan gitu maksudku! " Adam bingung dengan ucapannya, ia memang seharusnya tidak mengatakan itu.


Airy memang selalu disakiti, di jahati dan bahkan dihina oleh orang lain. Entah kenapa perkataan Adam itu membuatnya sakit hati, sakit yang tidak bisa ia lukisan dan tak bisa ia utarakan. Ingin sekali Airy menangis, baru kali ini ia dibuat meneteskan air mata untuk lelaki lain kecuali Rifky dan Raihan.


Menyadari ada yang tidak beres dengan Adam dan Airy, Rindi berusaha untuk menjadi penengah mereka. Ia tidak ingin hubungan Adam dan Airy ada masalah.


"Ada apa dengan kalian? " tanya Rindi. Airy duduk di sebelah Rindi.


"Nggak penting!! " jawab Airy.

__ADS_1


"Kenapa dia ngaku sebagai kakak? Harusnya....... "


"Sudah kubilang nggak penting ya nggak penting! " kesal Airy.


Kluntingg.....


Pesan masuk dari Adam, Airy enggan membukanya. Merasa kesal, Rindi merebut ponsel Airy, lalu membaca pesan dari Adam itu.


Maafkan aku Airy, aku menyesal. Harusnya aku tidak bilang seperti itu, aku hanya tidak ingin teman-teman mu mengetahui identitasmu, lalu malah menjauh darimu. Maafkan aku istriku, maafkan aku.


"Ini bukan urusanku Ry. Tapi suamimu sudah meminta maaf, dia menyesali perkataannya. Sudahlah, balas atau telfon dia kalau kamu memaafkannya. Nanti dia malah tidak tenang saat kau jauh darinya gini! " nasehat Rindi.


"Aku tuh ingin ngenalin ke semuanya, kalau aku ini sudah punya suami. Aku ini bersuami, seorang istri! Nggak nyaman jika Raka dan Kak David itu terus seperti itu dengan ku! " jelas Airy dengan tegas.


Rindi sengaja merekam penjelasan Airy secara diam-diam, lalu mengirimkan ke pada Adam. Namun sayang, Adam sedang diperjalanan pulang, jadi tidak mendengarnya. Bahkan ponselnya juga mati kehabisan batrai.


Apakah usaha Rindi membuat Adam menyusul Airy dan memperbaiki hubungan akan berhasil?

__ADS_1


__ADS_2